Menkes Siapkan Rp 100 Juta untuk Puskesmas yang Temukan Kasus Kusta Terbanyak

Dorong temuan kasus kusta, Menkes Budi meminta puskemas di seluruh Indonesia berlomba-lomba cari pasien lepra.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 10 Juli 2026, 18:00 WIB
Dorong temuan kasus kusta, Menkes Budi sebut bahwa Kemenkes telah menyiapkan hadiah Rp 100 juta untuk puskesmas yang temukan dan obati kasus kusta terbanyak. Foto: Liputan6.com/Ade Nasihudin.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mendorong puskesmas di seluruh Indonesia untuk menemukan dan mengobati kasus kusta sebanyak-banyaknya. Puskesmas yang menemukan kasus kusta terbanyak bakal mendapatkan hadiah sebesar Rp 100 juta, juara kedua Rp 75 juta, dan juara ketiga Rp 50 juta.

"Jadi, silakan temukan sebanyak-banyaknya kasus kusta. Nanti yang paling banyak menemukan diundang ke Kementerian Kesehatan di bulan November pada Hari Kesehatan Nasional," kata Budi dalam Konferensi Nasional Kusta 2026 pada Jumat (10/7/2026).

Budi mengatakan bahwa saat ini ada 14-15 ribu kasus kusta yang ditemukan tiap tahun di Indonesia. Angka tersebut jauh lebih sedikit dari estimasi kasus kusta yang berada di kisaran 37 ribu. 

Padahal semakin banyak kasus yang terdeteksi dan diobati, semakin cepat pula eliminasi kusta bisa Indonesia raih. 

"Strateginya cuma satu, temukan sebanyak-banyaknya. Begitu ditemukan langsung diberikan pengobatan. Sekali mulai minum obat, pasien sudah tidak lagi menularkan penyakit. Karena itu jangan takut menemukan kasus, justru semakin banyak ditemukan semakin banyak yang bisa disembuhkan dan penularannya dihentikan," ujar Budi.

Kusta Penyakit Akibat Bakteri, Bukan Kutukan

Budi juga menegaskan bahwa kusta bukanlah penyakit kutukan. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. 

"Kusta tidak perlu ditakuti. Begitu pasien mulai menjalani pengobatan, risiko penularannya langsung menurun secara signifikan. Karena itu yang paling penting adalah menemukan kasus sedini mungkin," ujar Budi.

 

Mengenali Gejala Kusta

Menkes Budi mengungkap semakin banyak kasus yang terdeteksi dan diobati, semakin cepat pula eliminasi kusta dicapai.

Budi mengatakan cara untuk mengenali penyakit tersebut juga mudah. "Ada putih-putih sedikit ditusuk-tusuk enggak kerasa, nah itu lah kusta," katanya.

Obat untuk menyembuhkan kusta telah tersedia secara gratis di fasilitas pelayanan kesehatan. "Dan sekali minum obat, dia sudah tidak menular lagi," kata Budi.

Bagi kontak erat orang yang terkena kusta, bakteri tersebut bisa dicegah dengan meminum Rifampisin agar tidak tertular.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya