Menkes: Pola Makan Tak Sehat Picu Stroke hingga Penyakit Jantung

Kemenkes bareng TikTok edukasi gen Z dan masyarakat Indonesia umumnya agar jalani pola makan yang lebih sehat.

Diterbitkan 10 Juli 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan pola makan yang tidak sehat menyebabkan tingginya angka kematian akibat penyakit tidak menular (PTM) seperti stroke, jantung dan gangguan ginjal di Indonesia. 

"Banyak orang merasa dirinya sehat hari ini. Padahal lima atau sepuluh tahun lagi berisiko terkena stroke atau serangan jantung akibat pola makan yang buruk," kata Budi dalam peluncuran inisiatif "Makan Dengan Makna" yang digagas TikTok Indonesia bersama Kementerian Kesehatan dan Foodbank of Indonesia (FOI), di Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Pada kesempatan itu Budi secara khusus meminta kreator konten TikTok untuk membantu mengemas edukasi kesehatan ini dengan gaya anak muda. 

"Tolong bantu saya mengedukasi masyarakat dengan gaya anak muda. Buatlah pola makan sehat ini menjadi tren. Edukasikan bahwa minum kopi hitam tanpa gula itu keren, dan makan rebus-rebusan atau salad itu gaya hidup yang trendi," tutur Budi.

Dalam kesempatan itu Budi menjajal aneka makanan sehat, salah satunya buatan kreator TikTok, Kang Tamtam yang mempromosikan masakan Sunda.

"Saya tidak menyangka makanan tradisional itu gizinya luar biasa. Contohnya hidangan hari ini. Ada sangu reumbeuy yang dicampur dari hanjeli, kacang merah, kacang tolo, dan kacang hiris sehingga protein nabatinya terpenuhi. Untuk protein hewani, ada ikan mas yang dimasaknya dipepes. Karena cara masaknya nggak pakai minyak dan nggak digoreng, hidangan ini pasti lemak jenuhnya sangat rendah," tutur Budi di akun Instagram pribadinya. 

 

Konsumsi Pangan Lokal dan Batasi GGL

Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kemenkes, Niken Wastu Palupi mengatakan bahwa solusi dari permasalahan gizi bisa dengan cara mengonsumsi pangan lokal yang lebih segar dan terbebas dari proses pengolahan berlebih (ultra-processed food).

Lalu, Niken juga mengingatkan untuk membatasi konsumsi gula garam lemak (GGL) setiap harinya. Menurut anjuran Kemenkes tiap hari  maksimal 4 sendok makan gula, 1 sendok teh garam, dan 5 sendok makan lemak.

Menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, data menunjukkan sebanyak 96,7 persen penduduk usia 5 tahun ke atas kurang mengonsumsi buah dan sayur. Selain itu, 33,7 persen penduduk gemar mengonsumsi makanan manis dan 47,5 persen gemar mengonsumsi minuman manis. Angka obesitas pada penduduk usia 18 tahun ke atas juga melonjak dari 15,4 persen pada 2013 menjadi 23,4 persen pada 2023.

Sebagai bagian dari kebijakan pengendalian risiko PTM tersebut, Kemenkes gencar mendorong program Nutri-Level. Kebijakan ini dirancang agar masyarakat dapat dengan mudah memahami, membandingkan, serta memilih produk pangan berdasarkan kandungan gula, garam, dan lemaknya (GGL). Fokus dari Nutri-Level ini adalah pada penguatan edukasi konsumen saat berbelanja, bukan berupa pelarangan produk di pasar.

 

Konten Makanan Sehat di TikTok

Head of Public Policy TikTok Indonesia Noudhy Valdryno menyatakan di platform TikTok, topik makanan termasuk makanan sehat merupakan salah satu konten yang paling banyak ditemukan dan dibagikan oleh masyarakat. 

“Setiap hari, jutaan pengguna datang ke TikTok untuk menemukan resep, inspirasi memasak, rekomendasi makanan, hingga berbagai cara sederhana untuk menjalani gaya hidup yang lebih sehat” lanjut Noudhy. 

Hal ini terlihat jelas dari jutaan unggahan yang menggunakan berbagai tagar popular, seperti #KulinerIndonesia, #HidupSehat, #MakananSehat, dan yang terakhir yang sangat relevan dengan saya tagar #CemilanSehat.