Liputan6.com, Jakarta - Dalam bahasa Indonesia, anak yang kehilangan ayah disebut yatim, sedangkan yang kehilangan ibu disebut piatu. Begitu pula dengan istilah janda dan duda untuk seseorang yang kehilangan pasangan hidup. Lalu, apa sebutan orang tua kehilangan anak?
Ternyata, tidak ada istilah khusus untuk menggambarkan kondisi tersebut. Ketiadaan kosakata ini bukan tanpa alasan. Justru, absennya istilah itu mencerminkan betapa dalam dan tidak lazimnya duka yang dirasakan orang tua ketika kehilangan seorang anak.
Mengutip The New York Times, Jumat (10/7/2026), kisah seorang ibu bernama Jaqueline Moore menjadi gambaran nyata tentang kehilangan tersebut. Pada Oktober 2018, Moore kehilangan putra sulungnya dan harus menghadapi kenyataan pahit yang mengubah hidupnya.
Advertisement
Sejak saat itu, dia mengaku kesulitan menemukan kata-kata untuk menjalani kehidupan sosialnya yang baru. Kalimat sederhana yang biasa diucapkan orang lain tiba-tiba menjadi tantangan emosional yang menyakitkan bagi orang tua yang sedang berduka.
Melalui blog pribadinya berjudul Always Mom of Four atau Selalu Jadi Ibu dari Empat Anak, Moore mengungkapkan bahwa hubungan antara orang tua dan anak tidak pernah berakhir. Putranya akan selalu menjadi anaknya, dan dia akan selalu menjadi ibu, meskipun kehadiran sang putra kini hanya menyisakan ruang yang terasa begitu hampa.
Pandangan serupa juga disampaikan Psychology Today (10/7/2026). Secara umum, orang tua berharap anak-anak mereka akan hidup lebih lama. Mereka melahirkan, merawat, membesarkan, lalu berharap suatu saat merekalah yang lebih dulu meninggalkan dunia.
Oleh sebab itu, kehilangan seorang anak merupakan peristiwa yang dianggap bertentangan dengan tatanan kehidupan yang selama ini diyakini. Kejadian tersebut menjadi pengalaman yang sangat tidak biasa dan mampu mengubah identitas seseorang sebagai orang tua.
Â
"Kekuatan Super" di Balik Duka
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4092110/original/052425800_1658127452-jerry-wang-RwCP91RwZeM-unsplash.jpg)
Ketika seorang anak meninggal dunia, orang tua tidak lagi merasa sebagai "orang tua biasa". Mereka harus menghadapi kenyataan yang tidak dialami kebanyakan orang, seperti mengunjungi makam anak sendiri untuk melepas rindu, tertidur setiap malam dalam tangis, hingga bangun setiap pagi dengan kesadaran bahwa mereka tidak akan pernah lagi melihat wajah sang anak.
Pengalaman itu mengubah hidup mereka secara permanen. Luka yang ditinggalkan sering kali membuat mereka merasa tidak akan pernah benar-benar kembali seperti semula. Inilah salah satu alasan mengapa tidak ada satu istilah pun yang mampu mewakili pengalaman kehilangan tersebut.
Seiring berjalannya waktu, proses berduka dapat membawa perubahan emosional yang mendalam. Orang tua yang kehilangan anak perlahan belajar menjalani hidup dengan luka yang tidak pernah benar-benar hilang.
Dalam konteks ini, mereka menjadi sosok yang "luar biasa" (extraordinary). Bukan karena menjadi orang tua yang lebih baik daripada yang lain, melainkan karena mereka mampu menjalani kehidupan yang melampaui pengalaman normal kebanyakan orang.
Mereka tetap harus melanjutkan hidup meski menyimpan lubang besar di dalam hati. Mereka tetap mencintai dan membesarkan anak-anak yang lain, bekerja, menjalani rutinitas, serta berinteraksi dengan orang lain tanpa banyak yang mengetahui beban emosional yang mereka pikul.
Pengalaman kehilangan itu juga membentuk ketahanan emosional yang unik. Sebagian orang tua menjadi lebih mudah memaafkan dan memiliki empati yang lebih besar.
Ada yang menjadi lebih tangguh menghadapi berbagai cobaan hidup, sementara yang lain memilih menyembunyikan kesedihan di balik senyuman.
Sebaliknya, ada pula yang memilih menarik diri dari lingkungan sosial. Namun, tidak sedikit yang justru membuka diri dan membagikan kisah mereka sebagai cara untuk menguatkan diri sendiri sekaligus memberi harapan kepada orang tua lain yang mengalami kehilangan serupa.
Setiap orang tua memiliki cara yang berbeda dalam menghadapi duka. Karena itulah, tidak ada satu istilah yang benar-benar mampu menggambarkan pengalaman kehilangan seorang anak maupun kekuatan yang lahir dari proses tersebut.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4866719/original/017032400_1718697583-Pajak1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497481/original/095565600_1770631238-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T163415.626.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292785/original/068110200_1783657736-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-10T112807.834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292724/original/032902100_1783654519-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-10T102917.054.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5297348/original/035058400_1753682660-juliane-liebermann-O-RKu3Aqnsw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288956/original/060181200_1783352729-Yuran_Fernandes__dok._Persebaya_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264044/original/048184800_1782061399-063_2282635876.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289370/original/055592900_1783402351-belgia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288262/original/025055100_1783308426-eng5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292649/original/094376400_1783641258-Achraf_Hakimi_dan_Ayyoub_Bouadd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288081/original/061472300_1783298244-nor8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289008/original/052236500_1783385709-sp2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292646/original/028409800_1783639977-Facundo_Tello.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292621/original/094494100_1783638050-fran1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292619/original/010111700_1783634834-000_B9T69X7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292618/original/088093700_1783634462-000_B9T74UT.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292617/original/012709000_1783634462-000_B9T69YH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5259250/original/080320300_1750418746-mom-spending-time-with-child.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4662156/original/031006800_1700823776-zen-bear-yoga-IVf7hm88zxY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715407/original/020476000_1782803576-lucas-alexander-sJuDgtkUyYs-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341168/original/053339500_1757305951-keren-fedida-YtvItJoIREk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293102/original/056382500_1783672625-WhatsApp_Image_2026-07-10_at_11.26.27_AM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292810/original/042746100_1783659822-emas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4363651/original/074830300_1679196096-dane-wetton-t1NEMSm1rgI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5029357/original/028443500_1732947927-ciri-ciri-menstruasi-normal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259237/original/020699900_1781492590-charles-chen-hDkEPjvY4lE-unsplash.jpg)