Liputan6.com, Jakarta - Gaya hidup yang serba cepat membuat banyak perempuan kerap mengabaikan pola makan sehat. Padahal, menjaga kesehatan usus besar sangat penting karena berperan dalam pencernaan, penyerapan air, menjaga keseimbangan mikrobioma usus, hingga mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan. Jika diabaikan, risiko gangguan seperti sembelit, wasir, divertikulitis, kolitis ulseratif, hingga kanker kolorektal dapat meningkat.
Sejumlah penelitian internasional menunjukkan bahwa kesehatan usus besar dapat dijaga melalui pola makan yang tepat, gaya hidup sehat, serta deteksi dini terhadap berbagai gangguan pada saluran cerna.
Salah satu nutrisi terpenting untuk menjaga kesehatan usus besar adalah serat. Serat membantu melancarkan buang air besar, meningkatkan pertumbuhan bakteri baik di usus, serta menurunkan risiko kanker kolorektal. Cara kerjanya adalah menyerap air sehingga tinja menjadi lebih lunak dan mudah dikeluarkan, mempercepat pembuangan limbah, serta mengurangi paparan zat karsinogen pada dinding usus besar.
Advertisement
Saat difermentasi oleh bakteri usus, serat juga menghasilkan asam lemak rantai pendek (short-chain fatty acids/SCFA), seperti butirat, yang diketahui memiliki sifat antikanker. Ahli gizi, Christina Fasulo, menyebut serat sebagai komponen penting dalam pola makan sehat karena manfaatnya yang luas bagi kesehatan. Namun, banyak perempuan belum memenuhi kebutuhan serat harian yang dianjurkan, yakni sekitar 25 gram per hari.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, perbanyak konsumsi biji-bijian utuh, seperti gandum utuh, beras merah, quinoa, dan bulgur. Setidaknya separuh dari total konsumsi biji-bijian sebaiknya berasal dari jenis utuh. Mengonsumsi tiga porsi biji-bijian utuh setiap hari dikaitkan dengan penurunan risiko kanker kolorektal hingga 17 persen, dikutip dari Kanal Lifestyle Liputan6.com pada Jumat, 10 Juli 2026.
Selain itu, konsumsi minimal lima porsi buah dan sayuran berwarna setiap hari juga dianjurkan karena kaya fitokimia yang dapat membantu melawan peradangan dan menghambat pertumbuhan sel kanker. Kacang-kacangan, biji-bijian, dan lentil juga menjadi sumber serat, protein, serta vitamin B dan E yang baik untuk kesehatan usus.
Â
Makanan yang Harus Dihindari
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/4910389/original/092658000_1722916392-20240221_071431.jpg)
Sebaliknya, beberapa jenis makanan justru dapat meningkatkan risiko penyakit usus besar bila dikonsumsi berlebihan. Daging olahan, seperti bacon, sosis, dan hot dog, diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko kanker kolorektal. American Institute for Cancer Research (AICR) merekomendasikan konsumsi daging merah, seperti sapi, domba, dan babi, tidak lebih dari 340-510 gram per minggu.
Penelitian menunjukkan konsumsi 100 gram daging merah atau 50 gram daging olahan setiap hari dapat meningkatkan risiko kanker usus besar sekitar 15-20 persen. Makanan ultra-proses juga patut diwaspadai.
Sebuah studi menemukan perempuan berusia di bawah 50 tahun yang mengonsumsi makanan ultra-proses dalam jumlah tinggi memiliki risiko 45 persen lebih besar mengalami polip prakanker di usus besar. Sementara itu, makanan dan minuman tinggi gula dapat memicu resistensi insulin yang dalam jangka panjang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kolorektal.
Konsumsi alkohol juga sebaiknya dibatasi. Sebagai zat karsinogen, alkohol dapat meningkatkan risiko kanker usus besar. Batas yang disarankan bagi perempuan adalah maksimal satu minuman beralkohol per hari.
Selain pola makan, gaya hidup sehat juga berperan besar dalam menjaga kesehatan usus besar. Salah satunya adalah memenuhi kebutuhan cairan setiap hari. Saat tubuh kekurangan cairan, usus besar akan menyerap lebih banyak air dari tinja sehingga tinja menjadi keras dan sulit dikeluarkan.
Kondisi ini dapat memicu sembelit, perut kembung, nyeri saat buang air besar, fisura ani, hingga wasir. Secara umum, orang dewasa dianjurkan minum sekitar delapan gelas air per hari.
Â
Advertisement
Jangan Lupakan Aktivitas Fisik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2924534/original/077372900_1569651822-max-libertine-nep8cl_5jhU-unsplash.jpg)
Aktivitas fisik rutin juga terbukti membantu menjaga kesehatan kolorektal. Olahraga meningkatkan pergerakan usus sehingga proses pencernaan menjadi lebih lancar, mengurangi risiko sembelit, wasir, dan divertikulitis, serta membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus.
Berbagai penelitian menunjukkan olahraga rutin dapat menurunkan risiko kanker kolorektal hingga 20-30 persen. Idealnya, lakukan aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat selama 30-60 menit setiap hari. Namun, berjalan kaki secara rutin pun tetap memberikan manfaat.
Mengelola stres juga tidak kalah penting. Stres berkepanjangan meningkatkan kadar hormon kortisol yang dapat mengganggu keseimbangan hormon reproduksi, melemahkan fungsi pelindung usus, serta memicu pertumbuhan bakteri berbahaya.
Meditasi, yoga, latihan pernapasan, dan tidur yang cukup dapat membantu menurunkan kadar kortisol sekaligus menjaga kesehatan usus.
Mikrobioma usus juga berperan penting dalam kesehatan perempuan, mulai dari pencernaan hingga keseimbangan hormon. Karena itu, konsumsi probiotik dapat membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di usus.
Berbagai studi klinis menunjukkan strain probiotik tertentu mampu meningkatkan fungsi usus, memperkuat sistem imun, dan membantu mengurangi stres. Sumber probiotik antara lain yogurt, kefir, kimchi, dan sauerkraut, atau dapat diperoleh melalui suplemen.
Selain probiotik, tubuh juga membutuhkan prebiotik, yaitu karbohidrat yang tidak dapat dicerna dan menjadi makanan bagi bakteri baik di usus besar. Kombinasi probiotik dan prebiotik membantu menjaga kesehatan mikrobioma agar tetap optimal.
Terakhir, deteksi dini tetap menjadi langkah penting karena kanker kolorektal sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. U.S. Preventive Services Task Force (USPSTF) dan American Cancer Society merekomendasikan skrining rutin bagi orang dengan risiko rata-rata mulai usia 45 tahun.
Segera periksakan diri jika mengalami perubahan pola buang air besar, perdarahan dari dubur atau darah pada tinja, anemia defisiensi besi tanpa penyebab yang jelas, nyeri perut berkepanjangan, atau penurunan berat badan tanpa sebab.
Pemeriksaan sejak dini dapat meningkatkan peluang keberhasilan penanganan jika ditemukan kelainan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4866719/original/017032400_1718697583-Pajak1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497481/original/095565600_1770631238-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T163415.626.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292785/original/068110200_1783657736-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-10T112807.834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292724/original/032902100_1783654519-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-10T102917.054.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4662156/original/031006800_1700823776-zen-bear-yoga-IVf7hm88zxY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288956/original/060181200_1783352729-Yuran_Fernandes__dok._Persebaya_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264044/original/048184800_1782061399-063_2282635876.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289370/original/055592900_1783402351-belgia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288262/original/025055100_1783308426-eng5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292649/original/094376400_1783641258-Achraf_Hakimi_dan_Ayyoub_Bouadd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288081/original/061472300_1783298244-nor8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289008/original/052236500_1783385709-sp2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292646/original/028409800_1783639977-Facundo_Tello.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292621/original/094494100_1783638050-fran1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292619/original/010111700_1783634834-000_B9T69X7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292618/original/088093700_1783634462-000_B9T74UT.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292617/original/012709000_1783634462-000_B9T69YH.jpg)