Kolom Pakar: Laporan Global Ini Bisa Perkuat Tata Kelola MBG

Prof Tjandra Yoga Aditama mengulas laporan global yang dinilai dapat memperkuat tata kelola MBG.

oleh Aditya Eka PrawiraDiterbitkan 14 Juli 2026, 18:10 WIB
Prof Tjandra Yoga Aditama mengulas laporan global, The 2026 Global Nutrition Report, sebagai acuan memperkuat tata kelola MBG.

Liputan6.com, Jakarta - Media memberitakan bahwa operasional dapur SPPG dihentikan sementara selama masa libur sekolah untuk memberikan ruang bagi proses evaluasi secara menyeluruh. Hari ini, Senin, 13 Juli 2026, masa libur sekolah sudah selesai, maka tentunya kita berharap akan ada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang lebih baik.

Sebagai salah satu masukan, maka disampaikan sumber referensi penting lain, yaitu “The 2026 Global Nutrition Report”. Laporan ini jadi penting bukan saja karena data terbaru 2026, tetapi juga karena mengkaji hubungan empat area penting, yaitu gizi, sistem pangan, sistem kesehatan, dan perubahan cuaca (climate change), yang berhubungan amat kuat dan saling memengaruhi satu dengan lainnya, sesuatu yang perlu jadi perhatian pada pengelolaan MBG kita.

Dalam “Global Nutrition Report 2026” juga ditekankan perwujudan skenario win-win antara program gizi, sistem pangan, sistem kesehatan, dan pengendalian cuaca. Laporan 2026 ini sejalan dengan “The Nutrition for Growth (N4G) Paris Summit” tahun 2025 yang lalu, yang menekankan pentingnya segera dilakukan aksi bersama antara sektor kesehatan, sistem pangan, proteksi sosial, ketahanan komunitas, dan pengelolaan program gizi.

“Global Nutrition Report 2026” ini menyampaikan kerangka (framework) baru untuk melaksanakan koordinasi bersama antara empat aspek --- pengelolaan, anggaran, kapasitas kerja, dan data --- untuk dapat menyajikan makanan sehat secara merata dan dengan ketahanan program yang baik.

Semoga “Global Nutrition Report 2026” yang penting ini menjadi salah satu bahan kajian perbaikan tata kelola MBG kita di masa mendatang.

Prof. Tjandra Yoga Aditama

Direktur Pascasarjana Universitas YARSI / Adjunct Professor Griffith University Australia

Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit, serta Kepala Balitbangkes

Penerima Rekor MURI April 2024, Penerima Penghargaan Paramakarya Paramahusada 2024 - PERSI, dan Penerima Penghargaan Achmad Bakrie XXI 2025

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya