Liputan6.com, Jakarta - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) tidak hanya berfokus pada deteksi dini penyakit. Sejak 2026, peserta CKG yang terdiagnosis penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes mendapatkan pengobatan.
Hasil sementara menunjukkan sekitar 35,4 persen pasien hipertensi yang terdiagnosis pada CKG 2025 kembali melakukan pemeriksaan pada 2026, dan 46,9 persen dari jumlah itu berhasil mengendalikan tekanan darahnya.
Advertisement
"Sementara pada pasien diabetes melitus, sekitar 33,1 persen telah kembali melakukan pemeriksaan, dan 69,4 persen diantaranya berhasil mencapai pengendalian kadar gula darah," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Budi menjelaskan bahwa keberhasilan pengendalian penyakit kronis akan memberikan dampak besar terhadap penurunan angka kematian akibat penyakit jantung dan stroke.
Kemenkes menargetkan pada tahun ini sedikitnya 50 persen penderita menjalani pengobatan rutin, dengan 50 persen diantaranya berhasil mencapai kondisi terkendali atau sekitar seperempat dari seluruh penderita hipertensi dan diabetes yang ditemukan melalui CKG.
"Pengalaman berbagai negara menunjukkan bahwa skrining harus diikuti dengan pengobatan yang rutin dan pengendalian penyakit. Negara seperti Korea berhasil menurunkan kematian akibat penyakit kardiovaskular melalui pendekatan yang dikenal sebagai Triple 80," ujarnya mengutip Antara.
Dia menjelaskan pendekatan itu yakni 80 persen masyarakat diskrining, 80 persen penderita diobati, dan 80 persen diantaranya berhasil terkendali. Itulah arah yang sedang kita bangun di Indonesia.
59 Juta Orang Ikut CKG di 2026
Memasuki tahun kedua pelaksanaannya, jumlah peserta Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) terus meningkat. Hingga 5 Juli 2026, sebanyak 59,6 juta masyarakat telah mengikuti CKG, melampaui target mingguan yang telah ditetapkan.
Pada 2026, Kementerian Kesehatan menargetkan 130 juta masyarakat mengikuti CKG. Kemenkes optimistis target tersebut dapat tercapai seiring dimulainya tahun ajaran baru di seluruh Indonesia yang diperkirakan akan mendorong peningkatan jumlah peserta.