Nanik S Deyang Tinggalkan BGN, Begini Pengobatan Penyakit Jantung Dilakukan

Nanik S Deyang mundur dari BGN karena sakit jantung. Simak pilihan pengobatan penyakit jantung tepat.

oleh Aditya Eka PrawiraDiterbitkan 22 Juli 2026, 11:09 WIB
Nanik S Deyang mundur dari BGN untuk menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri. Keputusan tersebut disampaikan setelah sekitar 1,5 bulan menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Liputan6.com, Jakarta - Nanik S Deyang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Penyakit jantung disebut menjadi alasan mundurnya Nanik yang baru sekitar 1,5 bulan menjabat sebagai pimpinan lembaga yang bertugas melaksanakan kebijakan pemenuhan gizi nasional di Indonesia.

"Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di LN (luar negeri) untuk jantung saya," tulis Nanik melalui akun Facebook pribadinya.

Hal serupa juga disampaikan Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analis Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, melalui akun Instagram pribadinya.

"Hari ini, 22 Juli 2026, Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung. Beliau juga mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional," tulis Dirgayuza.

Meski belum diketahui secara pasti jenis penyakit jantung yang diderita perempuan berumur 58 tahun tersebut, penting untuk memahami bahwa penyakit jantung merupakan istilah yang mencakup berbagai gangguan pada organ jantung.

Mengutip Rumah Sakit Pondok Indah, penyakit jantung adalah gangguan yang terjadi pada jantung akibat kelainan bawaan, penyumbatan pembuluh darah, infeksi, maupun komplikasi penyakit lain. Gangguan ini dapat menyerang katup jantung, otot jantung, pembuluh darah, hingga selaput jantung.

Salah satu jenis yang paling umum sekaligus memiliki angka kematian tertinggi adalah penyakit jantung koroner. Penyakit ini terjadi akibat penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah koroner sehingga aliran darah ke otot jantung terganggu.

Selain penyakit jantung koroner, terdapat beberapa jenis penyakit jantung lainnya, yaitu:

  • Penyakit jantung koroner
  • Penyakit jantung bawaan
  • Gangguan otot jantung (kardiomiopati)
  • Gangguan irama jantung (aritmia)
  • Penyakit katup jantung
  • Infeksi pada selaput jantung
  • Gagal jantung

Sebagian besar penyakit jantung sebenarnya dapat dicegah melalui pola hidup sehat, seperti menjaga pola makan, rutin berolahraga, berhenti merokok, mengendalikan tekanan darah, kolesterol, dan gula darah, serta menjalani pengobatan untuk menekan faktor risiko bila diperlukan.

Penyakit Jantung yang Umum pada Usia 50 Tahun

Mengutip Primaya Hospital, penyakit jantung yang paling sering dialami pada usia 50 tahun ke atas meliputi penyakit jantung koroner, angina, dan aritmia. Risiko ketiga kondisi tersebut meningkat akibat penumpukan plak di pembuluh darah serta perubahan alami pada otot jantung seiring bertambahnya usia.

Pengobatan Penyakit Jantung

Pengobatan penyakit jantung harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Karena itu, penderita perlu menjalani pemeriksaan oleh dokter spesialis jantung agar penyebab penyakit dapat diketahui dan terapi yang diberikan tepat sasaran.

Beberapa jenis obat yang umum diresepkan dokter antara lain:

  • Obat penurun kolesterol, seperti statin, untuk mengurangi pembentukan plak di pembuluh darah.
  • Obat pengencer darah (antikoagulan) untuk mencegah terbentuknya bekuan darah.
  • Obat antiplatelet untuk mencegah penggumpalan keping darah yang dapat memicu sumbatan.
  • Beta blocker untuk menurunkan tekanan darah, memperlambat denyut jantung, dan mengurangi beban kerja jantung.
  • Calcium channel blocker untuk menurunkan tekanan darah dan denyut jantung serta melebarkan pembuluh darah agar aliran darah ke jantung lebih lancar.
  • Nitrogliserin untuk meredakan nyeri dada (angina) akibat berkurangnya aliran darah ke jantung.
  • ACE inhibitor untuk menurunkan tekanan darah sekaligus membantu meringankan kerja jantung.

Prosedur Medis untuk Menangani Penyakit Jantung

Selain obat-obatan, beberapa pasien memerlukan tindakan medis atau operasi, tergantung tingkat keparahan penyakitnya. Prosedur yang umum dilakukan meliputi:

  • Kateterisasi dan angiografi koroner untuk melihat kondisi pembuluh darah dan ruang jantung serta mendeteksi penyempitan.
  • Angioplasti dengan pemasangan balon dan stent (ring koroner) untuk membuka pembuluh darah yang tersumbat.
  • Perbaikan atau penggantian katup jantung menggunakan katup sintetis atau biologis.
  • Pemasangan alat pacu jantung atau defibrilator untuk mengatasi gangguan irama jantung.
  • Transplantasi jantung, yaitu penggantian jantung yang rusak dengan jantung donor pada kasus tertentu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya