Gejala Stroke yang Paling Sering, Kenali Ciri Khasnya

Dokter sebut stroke dapat muncul dengan berbagai gejala, mulai dari kelemahan tubuh hingga gangguan bicara dan penglihatan.

Diterbitkan 04 September 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Stroke dapat muncul dengan berbagai gejala, mulai dari kelemahan tubuh hingga gangguan bicara dan penglihatan. Namun, ada satu ciri khas yang perlu diperhatikan, yakni gejala tersebut muncul secara tiba-tiba.

"Yang paling penting tiba-tiba. Bisa tiba-tiba lemah sebelah badan, tiba-tiba kesemutan sebelah badan. Tiba-tiba enggak bisa ngomong, tiba-tiba mulut merot," kata Prof Dr dr Syahrul SpS dari RS PON Jakarta ditemui beberapa saat lalu. 

Bisa juga stroke juga dapat menyebabkan gangguan penglihatan. Misalnya tiba-tiba mengalami kebutaan pada salah satu mata atau merasa seperti melayang.

“Tiba-tiba buta satu mata. Tiba-tiba melayang-layang gitu. Tiba-tiba hilang koordinasi,” ujarnya.

"Yang awalnya tadinya sehat-sehat aja tiba-tiba stroke," paparnya lagi.

Mengenai gejala stroke yang paling sering muncul, Prof Syahrul mengatakan hal ini tergantung dari pembuluh darah yang terdampak.

"Tergantung. Yang paling sering kelemahan sebelah badan," tuturnya. 

 

Bila Muncul Gejala, Segera ke RS

Bila tanda-tanda stroke muncul, masyarakat tidak perlu menunggu gejala memburuk untuk mencari pertolongan.

Ketika muncul keluhan yang dicurigai sebagai stroke, pasien perlu segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dan memastikan penyebabnya.

“Langsung ke rumah sakit. Sampai dibuktikan itu stroke atau bukan stroke,” katanya.

Saat ini, pemeriksaan untuk menegakkan stroke atau bukan dengan menggunakan CT scan. Fasilitas tersebut telah tersedia di hampir seluruh rumah sakit di kota-kota besar. 

 

Mesti ke RS Kurang dari 4,5 Jam dari Gejala Awal

Kecepatan menjadi faktor penting dalam penanganan stroke karena semakin cepat pasien mendapatkan pemeriksaan dan terapi yang sesuai, semakin besar peluang untuk mengurangi kerusakan otak dan dampak jangka panjang.

Pada stroke iskemik, terapi untuk melarutkan bekuan darah atau trombolisis dapat diberikan kurang dari 4,5 jam sejak gejala pertama muncul.

"Kalau terjadi stroke, segera dibawa ke rumah sakit. Jangan ditunda,” ujar Syahrul.

Penanganan medis yang segera pada pasien stroke bisa mengurangi risiko kecacatan atau masalah pergerakan.

“Semakin lama sumbatan, semakin banyak otak yang mati. Akhirnya bisa menyebabkan kelemahan, gangguan bicara, gangguan memori, penglihatan, sampai gangguan menelan,” kata Prof Syahrul.