Pengaruh Kista Endometriosis terhadap Peluang Hamil

Dokter ungkap perempuan dengan kista endometriosis masih bisa hamil meski mungkin peluangnya akan lebih kecil.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 30 Juli 2026, 18:31 WIB
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi konsultan fertilitas endokrinologi reproduksi, Agus Heriyanto bicara kista endometriosis.

Liputan6.com, Jakarta - Kista endometriosis merupakan salah satu komplikasi dari endometriosis yang dapat memengaruhi kesehatan reproduksi perempuan, termasuk menurunkan peluang untuk hamil.

Endometriosis adalah kondisi ketika jaringan endometrium tumbuh di luar rahim. Normalnya, endometrium akan menebal selama siklus menstruasi dan kemudian meluruh bersama saat menstruasi ketika kehamilan tidak terjadi.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi konsultan fertilitas endokrinologi reproduksi, Agus Heriyanto mengatakan pada tahap awal, kista endometriosis berukuran kecil sering kali tidak menimbulkan keluhan. Namun, ketika ukurannya membesar, penderita dapat mengalami berbagai gejala yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

"Orang yang memiliki kista endometriosis biasanya telah memiliki endometriosis sebelumnya," kata Agus dalam temu media bersama Eka Hospital BSD.

Berikut beberapa gejala kista endometriosis yang perlu diwaspadai:

  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Sakit saat buang air kecil atau buang air besar
  • Keinginan buang air kecil yang sering muncul
  • Nyeri punggung bawah
  • Mual dan muntah
  • Kembung.

Perempuan yang mengalami keluhan-keluhan tersebut sebaiknya tidak menunda pemeriksaan ke dokter. "Umumnya, pemeriksaan panggul dan tes pencitraan seperti USG ataupun MRI dapat mendiagnosis kista endometrium," tutur Agus.

 

 

Kista Endometriosis Pengaruhi Kesuburan

Selain menimbulkan nyeri, kista endometriosis juga dapat memengaruhi kesuburan. "Sekitar 30-50% perempuan yang mengalami kista endometriosis mengalami masalah infertilitas," tutur Agus. 

Kista endometriosis menyebabkan masalah kesuburan dalam beberapa cara yaitu:

1. Perlengketan di ovarium atau tuba falopi

Kista endometriosis yang menempel di ovarium atau tuba falopi dapat menyebabkan jaringan luka dan perlengketan. Akibatnya, saluran menuju tuba falopi dan ovarium tersumbat. Padahal, saluran ini merupakan tempat bertemunya sel sperma dan sel telur. Alhasil, pembuahan sulit terjadi.

2. Tidak terjadi ovulasi

Ovarium akan melepaskan sel telur yang telah matang. Proses ini disebut dengan ovulasi. Kista ovarium dapat menyebabkan ovarium melepaskan sel telur sehingga ovulasi tidak terjadi. Ini menyebabkan sel telur terperangkap di ovarium.

3. Mengubah sistem hormon

Endometriosis dapat memengaruhi sistem imun, yang kemudian mengubah kondisi hormonal seseorang. Hal inilah dapat memengaruhi pematangan sel telur hingga kemampuan embrio untuk menempel di dinding rahim bila pembuahan dapat terjadi.

Meski begitu, Agus menguatkan bahwa perempuan dengan kista endometriosis masih bisa hamil. Meski mungkin peluangnya akan lebih kecil atau jadi lebih sulit dibandingkan perempuan yang tidak memiliki kista endometrium.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya