Kemenkes: Banyak Anak SD dengan Gula Darah Tinggi

Jika saat kecil sudah gula darah tinggi maka penyakit jantung, stroke dan ginjal bisa datang lebih cepat.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 31 Juli 2026, 12:24 WIB
Direktur Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi soal gula darah tinggi pada anak SD, Jakarta (17/5/2026). Foto: Liputan6.com/Ade Nasihudin.

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan saat ini menemukan banyak anak SD dengan kadar gula darah tinggi. Kondisi ini dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular.

"Anak-anak SD itu kadar gula darahnya sudah tinggi. Kita telah temui indikasi awalnya, padahal seharusnya itu pada anak-anak kan kadar gula darahnya normal, aktivitasnya banyak," kata Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi dalam diskusi publik bertajuk "Penentuan Batas Maksimal Kandungan GGL" di Jakarta pada Rabu (29/7/2026).

Kadar gula darah pada anak dikategorikan berdasarkan kelompok umur. Anak di bawah 6 tahun sekitar 100–200 mg/dL, anak usia 6 - 12 tahun sekitar 70–150 mg/dL, dan remaja di atas 12 tahun di bawah 140–180 mg/dL.

Temuan ini membuat pemerintah membuat kebijakan untuk mengendalikan batas maksimum konsumsi Gula, Garam, dan Lemak (GGL). "Kalau kita tidak melakukan segera policy-policy untuk menjaga konsumsi atau melakukan pengendalian gula, garam, lemak, ya dari tren anak-anak kita saja sudah kelihatan seperti ini," kata Nadia.

Kadar gula yang tinggi pada anak akan berpotensi memicu terjadinya penyakit-penyakit kronis ketika anak tersebut mencapai usia produktif. "Jika dari kecil saja gula darahnya sudah tinggi, maka dalam usia 40 tahun, dia (berpotensi) akan terkena (penyakit) jantung, stroke, ginjal. Karena teorinya, gula itu kan mempengaruhi pembuluh darah," kata Nadia.

Nadia menekankan bahwa diabetes tidak hanya berkaitan dengan komplikasi seperti pembusukan kaki. Diabetes melitus dapat merusak pembuluh darah di seluruh tubuh dan memicu berbagai penyakit mematikan.

"Dulu kita kan pikir kalau orang jantung, stroke, (terjadi pada) orang yang hipertensi saja. Tapi sekarang ternyata orang dengan sakit DM (Diabetes Melitus) itu bisa terkena serangan jantung. Penyakit gula itu adalah mother of disease ya," kata Nadia mengutip Antara.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya