Liputan6.com, Jakarta - Membeli pembalut masih dianggap memalukan oleh sebagian orang. Bahkan, ada yang merasa enggan menyebut kata 'pembalut' saat membelinya karena menganggap benda tersebut sebagai sesuatu yang menggelikan atau tidak pantas dibicarakan secara terbuka.
Padahal, pembalut merupakan kebutuhan dasar perempuan ketika menstruasi. Menstruasi juga merupakan proses biologis yang normal sehingga tidak semestinya menjadi sesuatu yang membuat seseorang merasa malu.
Direktorat Pelayanan Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, RR. Weni Kusumaningrum, SKM., MKM, mengatakan masyarakat perlu membiasakan diri membicarakan menstruasi secara terbuka dan wajar. Menurutnya, pemahaman tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab perempuan, tetapi juga laki-laki.
Advertisement
"Kita butuh bantuan teman-teman media ini untuk membiasakan bahwa dari argumen yang mau kita kuatkan, bahwa menstruasi, perempuan mengalami, laki-laki memahami," ujar Weni kepada Kesehatan Liputan6.com di sela-sela acara Peresmian Program (kick off) Anak KAO – Sekolah Sehat 2026 di SMP Negeri 73 Jakarta Selatan pada Selasa, 1 September 2026.
Laki-Laki Tak Perlu Malu Beli Pembalut
Weni mengatakan laki-laki juga dapat berperan ketika perempuan membutuhkan bantuan terkait menstruasi. Salah satunya ketika seorang perempuan tiba-tiba menstruasi dan tidak memiliki pembalut.
Dalam kondisi tersebut, meminta bantuan teman untuk membelikan pembalut seharusnya dipandang sebagai hal yang biasa, sama seperti meminta bantuan untuk membeli kebutuhan sehari-hari lainnya.
"Misalnya ada teman yang bisa membelikan, teman-teman nggak malu. Mengetahui, karena ini biasa saja. Minta tolong beli roti, minta beli makanan, itu sama," kata Weni.
Menurut Weni, cara pandang tersebut perlu dibangun agar perempuan tidak merasa canggung ketika harus membeli pembalut maupun meminta bantuan orang lain.
Bantu Perempuan Saat Menstruasi Tembus
Dukungan terhadap perempuan yang sedang menstruasi juga dapat diberikan ketika terjadi kondisi menstruasi tembus atau darah menstruasi mengenai pakaian.
Weni mengingatkan agar orang di sekitar tidak justru mempermalukan perempuan yang mengalaminya. Sebaliknya, berikan informasi secara perlahan dan bantu menjaga agar perempuan tersebut tetap merasa nyaman.
"Kemudian, kalau ada perempuan yang, mohon maaf, tembus, bahasanya ya, kita tidak mengontrol, tapi memberikan perlindungan," tutur Weni.
Misalnya, seseorang dapat memberi tahu secara pelan-pelan bahwa pakaian yang dikenakan terkena darah menstruasi. Jika memungkinkan, perempuan tersebut dapat diarahkan untuk mengganti pakaian atau menutupi bagian yang terkena noda.
"Kasih tahu pelan-pelan, mungkin harus diganti bajunya, atau di tas selempangkan ke belakang, dan lain sebagainya," ujar Weni.
Menstruasi, Perempuan Mengalami, Laki-Laki Memahami
Weni menilai perubahan cara pandang terhadap menstruasi membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk media. Edukasi yang dilakukan secara konsisten diharapkan dapat membuat menstruasi dipahami sebagai hal yang normal, bukan sesuatu yang harus disembunyikan.
"Menstruasi memang hanya dialami perempuan, tapi laki-laki mohon juga mengerti, dan juga mendukung," pungkasnya.
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337193/original/082818200_1788236451-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-01T111508.347.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3552918/original/093561000_1630045352-cek_fakta_kpk_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552691/original/021118100_1775819655-Dedi_Mulyadi_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333506/original/017979900_1787792443-ev9.jpg)
![[Fimela] ilustrasi pembalut](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/w5L6ohccVRJ7jSALAYHVacQ55Xc=/1280x720/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3068722/original/043753000_1583385350-the-female-company-92dh83v1vcU-unsplash.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330845/original/051305400_1787453989-Wamenkes_Benny.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330365/original/033976300_1787372967-Screenshot_2026-08-22_112815.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4944944/original/062894400_1726452004-Karhutla_Kalimantan_Selatan_Kalsel_Liputan6_20240915__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328943/original/029711500_1787214386-kebakaran_hutan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4918918/original/064028400_1723703649-WhatsApp_Image_2024-08-15_at_12.14.20.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328322/original/070484000_1787182451-55472426250_7186ed369f_w.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326201/original/003720900_1786965126-gem3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327286/original/061781700_1787100545-IMG-20260818-WA0035.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324890/original/078343100_1786776768-nt3.jpg)