Liputan6.com, Jakarta - Slow jogging atau lari santai belakangan semakin banyak digemari masyarakat. Meski dilakukan dengan kecepatan rendah dan tanpa menguras banyak tenaga, olahraga ini ternyata menyimpan beragam manfaat bagi kesehatan.
Pakar Fisiologi Olahraga Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. dr. Zainal Muttaqin, Ph.D., Sp.BS mengatakan salah satu manfaat slow jogging adalah membuat jantung bekerja lebih optimal sekaligus melancarkan aliran darah hingga ke jaringan kulit. Sirkulasi darah yang baik turut mendukung kesehatan kulit dan membantu tubuh bekerja lebih efisien.
Advertisement
Selain itu, olahraga ini juga dapat membantu membakar lemak apabila dilakukan dalam durasi yang cukup. "Jadi pembakaran lemak itu memang olahraga yang intensitasnya ringan tapi lama," ujar Zainal.
Slow Jogging Tak Hanya Menyehatkan Fisik, tetapi Juga Mental
Manfaat slow jogging tidak hanya dirasakan oleh tubuh, tetapi juga kesehatan mental.
Zainal menjelaskan bahwa dengan melakukan gerakan seperti slow jogging, akan mengaktifkan saraf otak ke-10 atau (vagus nerve atau wandering nerve) yang berfungsi sebagai “kabel kasih sayang” atau compassion.
Aktivasi saraf tersebut membuat seseorang merasa lebih tenang, sabar, ceria, serta tidak mudah marah. Jika dilakukan secara rutin, olahraga ini juga dapat membantu menurunkan risiko stres hingga depresi.
"Orang dengan badan yang segar karena melakukan olahraga biasanya tidak gampang marah, tidak gampang depresi, tidak gampang sedih, jadi akan lebih semangat," kata Zainal mengutip laman UGM.
Persiapan Sebelum Slow Jogging
Slow jogging atau lari santai tengah menjadi tren karena dinilai mudah dilakukan dan cocok bagi pemula. Meski intensitasnya lebih ringan dibandingkan lari biasa, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan agar tak membuat cedera.
1. Cukupi kebutuhan cairan sebelum dan selama olahraga
Pakar fisiologi olahraga UGM, Prof. Dr. dr. Zainal Muttaqin, Ph.D, Sp.BS., mengingatkan orang yang baru mulai slow jogging untuk minum yang cukup untuk mencegah tubuh mengalami panas yang berlebih.
“Minumlah air 2–3 jam sebelum olahraga, minum lagi 30 menit sebelum mulai, dan dianjurkan minum setiap 15 menit saat beraktivitas,” ujar Zainal.
2. Pakai sepatu yang tepat
Penggunaan sepatu yang layak dan sesuai wajib dilakukan untuk melindungi lutut serta sendi panggul dari dampak benturan
3. Pemanasan
Lakukan pemanasan sebelum mulai berlari santai. Zainal mengatakan pemanasan membantu melancarkan aliran darah, menghangatkan tubuh, melenturkan otot, dan mengurangi risiko kram atau cedera.
4. Atur ritme lari dan napas
Slow jogging dilakukan dengan intensitas ringan. Pastikan masih bisa berbicara dan bernapas dengan nyaman tanpa terengah-engah.Jika napas sudah ngos-ngosan, berarti intensitas olahraga terlalu tinggi.
Ia menyarankan kepada pemula untuk tidak memaksakan diri melakukan gerakan berlebih dengan memulai dari durasi pendek, misal 5-10 menit sebelum kemudian terus ditingkatkan.
“Siapapun yang baru olahraga itu mohon kendalikan emosi, jangan ngoyo dan harus bertahap step by step,” saran Zainal.