Slow Jogging Punya Banyak Manfaat, Bakar Lemak hingga Perbaiki Mood

Lari dengan kecepatan rendah, olahraga ini ternyata menyimpan beragam manfaat bagi kesehatan.

Diterbitkan 23 Juli 2026, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Slow jogging tengah ramai di media sosial. Meski dilakukan dengan kecepatan rendah, olahraga ini ternyata menyimpan beragam manfaat bagi kesehatan, mulai dari membantu mengurangi lemak tubuh hingga meningkatkan suasana hati.

Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Putri Utami, M.Biomed., menjelaskan bahwa secara ilmiah slow jogging dapat meningkatkan kebugaran, kesehatan jantung, dan metabolisme tubuh tanpa memberikan beban fisik yang berlebihan.

Menurutnya, olahraga ini juga cocok bagi pemula maupun orang yang selama ini jarang berolahraga karena dilakukan dengan intensitas ringan dan memiliki risiko cedera yang lebih rendah.

Berikut sejumlah manfaat slow jogging:

1. Mengurangi Lemak Tubuh

Putri menyebutkan olahraga ini dilakukan pada kecepatan santai atau niko-niko pace. Kondisi ini membuat detak jantung berkisar 110–140 denyut per menit. Pada intensitas tersebut, tubuh bekerja di zona yang optimal untuk meningkatkan metabolisme tubuh.

"Pada intensitas tersebut, tubuh lebih banyak memanfaatkan lemak sebagai sumber energi dibandingkan glikogen otot. Selain membantu mengurangi lemak tubuh," kata Putri mengutip laman IPB University. 

2. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Slow jogging merangsang pembentukan mitokondria dan pembuluh darah kapiler baru yang mendukung ketahanan fisik dalam jangka panjang.

3. Menjaga Kesehatan Jantung

Slow jogging dilakukan dengan intensitas sekitar 50 persen dari kapasitas aerobik maksimal. Menurut Putri hal ini bisa membantu meningkatkan fungsi kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah).

4. Meningkatkan Kapasitas Kebugaran

Berbagai penelitian juga menunjukkan tingkat kepatuhan kelompok lanjut usia melakukan latihan slow jogging sangat tinggi. Hal ini meningkatkan kapasitas kebugaran orang tersebut.

Teknik lari ini terbukti mampu memperbaiki fungsi gerak sehingga cocok diterapkan bagi individu yang sebelumnya memiliki gaya hidup kurang aktif.

“Olahraga terbaik bukanlah yang paling berat, tetapi yang paling konsisten dilakukan. Saat tubuh tidak mengalami rasa pegal yang mengganggu aktivitas sehari-hari, motivasi untuk kembali berolahraga akan jauh lebih tinggi,” tuturnya.

 

 

Manfaat Slow Jogging Lainnya

5. Memperbaiki Mood

Putri mengatakan slow jogging juga memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental. Aktivitas ritmis dengan intensitas ringan mampu merangsang pelepasan hormon endorfin, serotonin, dan dopamin.

Pelepasan hormon tersebut  berperan meningkatkan suasana hati tanpa memicu lonjakan hormon stres secara berlebihan.

Slow jogging adalah metode lari santai dengan kecepatan sangat lambat, setara dengan jalan cepat (sekitar 3–5 km/jam). Metode lari ini dikembangkan oleh Profesor Hiroaki Tanaka dari Jepang. Teknik slow jogging menggunakan pendaratan pada bagian tengah kaki (midfoot strike), bukan tumit. Menurut Putri, cara ini membantu mengurangi beban kejut pada lutut dan pinggul sehingga risiko cedera menjadi lebih rendah.

Pembahasan mengenai slow jogging ramai di media sosial yang membahas warga Korea yang aktif melakukan olahraga ini di dalam komunitas.