Liputan6.com, Jakarta - Kanker paru merupakan salah satu jenis kanker yang mematikan di dunia termasuk Indonesia. Salah satunya karena terlambat diketahui lantaran kanker paru stadium awal sering tidak menimbulkan gejala sehingga pasien tidak menyadari.
“Kalau misalnya pasien tidak merasa sakit, biasanya itu karena pasien masih stadium awal,” kata dokter spesialis paru subspesialis onkologi toraks, Linda Masniari dalam MRCCC Siloam Semanggi Media Hospital Tour 2026 di Jakarta, Selasa.
Advertisement
Linda menjelaskan gejala kanker paru itu hampir sama dengan penyakit paru lainnya. Kanker paru stadium 1 dan 2 umumnya belum menunjukkan gejala yang khas. Ketika gejala muncul, keluhannya dapat berupa batuk, sesak napas, batuk darah, atau nyeri dada.
Menurut dia, gejala tersebut juga dapat ditemukan pada penyakit paru lainnya sehingga masyarakat dapat kesulitan membedakannya. Di Indonesia, gejala kanker paru bahkan kerap menyerupai tuberkulosis (TB) paru.
“Di Indonesia, gejalanya sering kali mirip dengan penyakit TB paru. Jadi kadang suka ‘saru’, apakah ini TB atau kanker?” ujar Linda mengutip Antara.
Maka dari itu, faktor risiko perlu diperhatikan ketika seseorang mengalami keluhan atau menjalani pemeriksaan. Faktor yang perlu dipertimbangkan antara lain usia, riwayat merokok, dan riwayat kanker dalam keluarga.
Berdasarkan pedoman nasional skrining kanker paru, kelompok sasaran berada pada rentang usia 45 hingga 71 tahun dengan faktor risiko tertentu.
Kerap Ditemukan Tidak Disengaja
Dokter lulusan Pendidikan Konsultan Onkologi Paru Universitas Indonesia (UI) itu menambahkan kanker paru juga dapat ditemukan ketika pasien menjalani pemeriksaan kesehatan untuk keperluan lain.
Misalnya, pasien menjalani pemeriksaan menggunakan CT scan karena memiliki masalah pada bagian tubuh lain, kemudian pemeriksaan tersebut menemukan adanya nodul atau benjolan kecil di paru.
“Jadi memang gejalanya tidak khas dan tidak menimbulkan rasa sakit di awal, sehingga pasien sering tidak menyadari bahwa ia terkena kanker,” kata Linda.
Maka penting untuk waspada terhadap faktor risiko dan pemeriksaan kesehatan untuk membantu menemukan kanker paru lebih awal.