Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia tidak hanya meninggalkan kabut asap tebal. Paparan asap dalam jangka panjang juga dapat mengancam kesehatan paru-paru, bahkan meningkatkan risiko penyakit paru kronis hingga kanker paru-paru.
Pulmonologist dan Thoracic Oncology Subspecialist MRCCC Siloam Semanggi, dr. Linda Masniari, Sp.P(K), mengatakan asap dari kebakaran hutan dan lahan dapat dikategorikan sebagai salah satu pencemar lingkungan yang berbahaya bagi kesehatan paru, sama seperti asap rokok dan polusi udara lainnya.
Dalam acara MRCCC Siloam Semanggi Media Hospital Tour 2026 di Jakarta, Selasa (1/9/2026), Linda menjelaskan bahwa paparan asap yang berlangsung lama dapat menjadi salah satu faktor risiko kanker paru. "Kalau misalnya dia terpapar lama, bisa menyebabkan salah satunya kanker paru. Karena salah satu faktor risiko adalah kebakaran hutan atau lahan," kata Linda.
Advertisement
Menurutnya, berbagai sumber asap dan polusi di lingkungan dapat memicu gangguan pada saluran pernapasan. Jika paparan berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi penyakit paru kronis dan berkontribusi terhadap munculnya kanker paru.
"Jadi misalnya orang-orang di kompleks atau di perumahan itu kan suka bakar sampah ya, itu juga salah satu pencetus bisa terjadi kanker paru. Jadi memang semua yang faktor-faktor lingkungan, misalnya asap rokok, kendaraan bermotor, kebakaran lahan, itu juga salah satu faktor risiko terjadinya kanker paru," ujarnya.
Bisakah Masker Melindungi?
Salah satu masalah utama dari asap karhutla adalah ukuran partikelnya yang sangat kecil. Partikel hasil pembakaran bahan organik dapat berukuran kurang dari 0,5 mikron sehingga mudah masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.
Partikel tersebut dapat melewati mekanisme penyaringan alami di hidung dan tenggorokan, kemudian mencapai alveoli atau kantung udara di paru-paru.
Jika terpapar terus-menerus, partikel dan zat berbahaya dari asap dapat memicu peradangan serta mengganggu fungsi paru. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, termasuk bronkitis dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).
Linda mengatakan penggunaan masker tetap dapat membantu mengurangi paparan asap, meski tidak mampu memberikan perlindungan 100 persen.
"Sebenarnya kalau untuk menangkal 100 persen nggak bisa ya, tapi paling nggak ada sedikit pengurangan," ujarnya.
Dia menyarankan masyarakat menggunakan masker dengan kemampuan filtrasi tinggi, seperti N95, terutama ketika kualitas udara memburuk akibat kabut asap.
Namun, Linda mengingatkan masker N95 pun tidak dapat menjamin seluruh partikel asap tertahan. Sebagian partikel berukuran sangat kecil masih berpotensi terhirup dan mencapai bagian dalam paru-paru.
"Kalau misalnya mau (pakai) itu paling pakai yang waktu kita COVID dulu, masker N95, tapi itu juga masih bisa. Karena kan asap ukurannya di bawah 0,5 mikron ya, jadi dia bisa masuk ke paru dan mengendap di alveoli. Nah itu yang akibatnya itu bisa penyebabnya jadi seperti tadi, bronkitis atau PPOK,"Â pungkasnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463536/original/058765400_1767636182-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331557/original/037451000_1787549916-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-24T123722.755.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337309/original/008779100_1788240212-cek_fakta_-_pinjol_ojk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7961905/original/013698500_1780798434-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-07T090929.694.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4810736/original/050619100_1713881750-matt-palmer-kbTp7dBzHyY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337835/original/082455600_1788259100-Gunung_Butak_terbakar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337524/original/018624000_1788248713-90206.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5590630/original/062506000_1778146743-fd3f2bdd-27fe-4ded-904c-7608f5bd15d8.jpeg.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328440/original/005628000_1787194888-pal1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/974483/original/013938600_1441170813-2015092-Kebakaran_Hutan_Kalimantan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4682901/original/002904200_1702354358-kebakaran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332428/original/072021700_1787672806-1001624834.jpg)