Kolom Pakar: Virus Paru di PIR PDPI

Tak hanya COVID-19, delapan virus paru ini dinilai berpotensi memicu pandemi berikutnya.

Diterbitkan 02 Agustus 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Prof Tjandra merupakan Guru Besar Fakultas Kedokteran UI juga Direktur Program Pasca Sarjana Universitas YARSI Jakarta.

Liputan6.com, Jakarta - Pada 1 Agustus 2026 kemarin saya menyampaikan "Plenary Lecture" pada Pertemuan Ilmiah Respirasi (PIR) Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) di Cirebon. Acara ilmiah penting ini dihadiri hampir 300 orang dokter dan peserta lain, baik dari Jawa Barat maupun sekitarnya.

Pertemuan ilmiah ini penting karena tiga hal. Pertama, Jawa Barat adalah provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di negara kita. Kedua, masalah kesehatan paru terus meningkat, mulai dari tuberkulosis, kanker paru, asma, PPOK, serta tentu penyakit infeksi virus.

Ada delapan penyakit yang saya bahas, yang menjadi masalah global dan bukan tidak mungkin ada di negara kita pula. Pertama adalah flu burung, kedua flu musiman (seasonal flu), ketiga Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV), keempat penyakit virus Nipah, dan kelima penyakit virus Hanta.

Lalu keenam adalah COVID-19, ketujuh Respiratory Syncytial Virus (RSV), dan kedelapan Human Metapneumovirus (HMPV).

Sebagai penutup, saya sampaikan bahwa kita harus menghadapi kenyataan bahwa akan ada pandemi di masa datang.

Kita hanya tidak tahu kapan dan apa penyebabnya. Untuk itu, disadari bahwa penyakit akibat virus di paru merupakan salah satu kemungkinan penyakit yang berpotensi menjadi pandemi.

Prof. Tjandra Yoga Aditama

Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dari Cirebon