Selain Merokok, Kenali Faktor Risiko Kanker Paru Lainnya

Sekitar 15 persen kasus kanker paru dialami oleh individu yang tidak pernah merokok atau non-smoker.

Diterbitkan 01 September 2026, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang menganggap kanker paru hanya terjadi pada perokok. Padahal, penyakit ini juga dapat terjadi pada orang yang tidak pernah merokok atau non-smoker.

Dokter spesialis paru subspesialis onkologi toraks MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Linda Masniari mengatakan sekitar 85 persen kasus kanker paru berkaitan dengan kebiasaan merokok.

Namun, sekitar 15 persen kasus dapat ditemukan pada individu yang tidak pernah merokok.

Berikut beberapa faktor risiko yang menyebabkan seseorang non perokok berisiko mengalami kanker paru:

  • Perokok Pasif

Menjadi perokok pasif sudah cukup untuk meningkatkan risiko terkena kanker paru secara signifikan. Seseorang yang rutin terpapar asap rokok dari anggota keluarga atau lingkungan sekitarnya memiliki peningkatan risiko hingga 20 sampai 30 persen.

  • Polusi Udara

Selain asap rokok, polusi udara harian dan kebiasaan dari pemukiman yang abai terhadap kebersihan udara turut menyulut risiko terjadinya penyakit ini.

Asap kendaraan bermotor, limbah pabrik, serta kebiasaan masyarakat membakar sampah di pekarangan rumah melepaskan partikel berbahaya yang dapat mengendap di saluran pernapasan hingga memicu peradangan.

  • Lingkungan Sekitar

“Kemudian lingkungan pekerjaan dan tempat tinggal itu berpengaruh. Karena kanker paru itu berhubungan dengan asap, bisa dari asap rokok, kendaraan bermotor, atau tungku api. Selain itu, misal kita tinggal di dekat tempat pembuangan sampah itu juga berpengaruh,” jelas Linda dalam temu media bersama MRCCC Siloam Hospitals Semanggi Jakarta pada Selasa (1/9/2026).

Di samping itu, jika berbicara tentang pengaruh asap lingkungan sekitar yang bisa berdampak pada kesehatan organ dalam terutama paru, Linda juga menuturkan bahwa kondisi kebakaran lahan atau hutan mengambil peran menyulut dampak kondisi kronis tersebut.

"Salah satu faktor risiko adalah kebakaran hutan atau lahan. Jadi misalnya orang-orang di kompleks atau di perumahan suka bakar sampah ya, itu juga salah satu pencetus bisa terjadi kanker paru. Jadi memang semua yang faktor-faktor lingkungan, seperti kebakaran lahan, bakar sampah, itu juga salah satu faktor risiko terjadinya kanker paru," tambahnya.

 

Faktor Risiko Kanker Paru Lain

  • Polusi Lingkungan Kerja

Individu yang bekerja di lingkungan industri berat seperti pertambangan, pabrik semen, atau galangan kapal juga memiliki tingkat risiko yang tinggi karena potensi paparan zat kimia dan debu secara terus-menerus.

“Kemudian, misalnya kita kerja di pertambangan, galangan kapal, atau di pabrik semen, itu juga pengaruh. Jadi, semuanya akan meningkatkan risiko, jadi kita harus aware,” ujar Linda.

  • Orang dengan Riwayat Tuberkulosis

Faktor pemicu lain yang sangat khas dengan kondisi kesehatan masyarakat di Indonesia adalah riwayat penyakit paru terdahulu, terutama Tuberkulosis (TB).

Sebagai negara dengan beban kasus tuberkulosis terbesar kedua di dunia, kerusakan jaringan paru akibat infeksi TB di masa lalu dapat menjadi tempat berkembangnya sel abnormal di kemudian hari.

Oleh karena itu, pasien yang telah dinyatakan sembuh dari TB tetap memerlukan pemantauan berkala melalui pemeriksaan pencitraan di bagian dada.

"Kita nomor 2 terbanyak di dunia untuk TB. Jadi untuk kemungkinan kena TB itu besar sekali, sehingga pasien dengan riwayat TB, kita selalu anjurkan untuk evaluasi untuk foto toraks, karena kemungkinan untuk kanker paru besar," ungkap Linda.

Linda mengingatkan risiko kanker paru tidak hanya berkaitan dengan kebiasaan merokok. Paparan lingkungan dan pekerjaan juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

Karena itu, masyarakat dapat mengurangi paparan polusi dengan menghindari asap rokok, tidak membakar sampah, serta menggunakan perlindungan yang sesuai ketika bekerja di lingkungan dengan paparan debu atau polutan.