Pertama Kali, BPOM Temukan Pyrimidenafil dalam Jamu Kuat Pria

BPOM menemukan bahan kimia obat baru yang disisipkan ke jamu kuat pria. Tak cuma sildenafil dan tadalafil, kini ada pyrimidenafil.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 14 September 2026, 11:00 WIB
Ilustrasi BPOM temukan bahan kimia obat pyrimidenafil pada tiga produk obat bahan alam dengan dengan klaim stamina pria (Foto: Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan jenis bahan kimia obat (BKO) yang belum teridentifikasi sebelumnya ada di produk obat bahan alam untuk pria atau jamu kuat pria. Bahan kimia tersebut adalah pyrimidenafil.

Berdasarkan pengawasan BPOM pada Juli 2026, bahan kimia obat pyrimidenafil ditemukan pada tiga produk obat bahan alam dengan dengan klaim stamina pria yakni EXIE, YUBOKKI dan DURAMAX.

Pyrimidenafil adalah senyawa kimia yang bekerja sebagai penghambat enzim fosfodiesterase-5 (PDE5), yaitu mekanisme yang juga dimiliki oleh obat untuk gangguan fungsi ereksi, seperti sildenafil. Senyawa ini dapat meningkatkan aliran darah sehingga berpotensi memberikan efek peningkatan fungsi seksual pria.

Selama ini, BKO yang kerap ditemukan pada OBA dengan klaim stamina pria antara lain sildenafil dan tadalafil. Temuan pyrimidenafil menunjukkan adanya perkembangan pola adulterasi, yaitu penggunaan senyawa lain yang mempunyai aktivitas farmakologis serupa tetapi dengan struktur kimia yang berbeda dari BKO yang selama ini umum ditambahkan.

Terkait temuan ini, Kepala BPOM Taruna Ikrar menegaskan bahwa temuan tersebut menjadi perhatian serius karena menunjukkan semakin berkembangnya modus penambahan BKO pada OBA.

“Temuan pyrimidenafil menjadi perhatian serius BPOM karena merupakan jenis BKO yang baru pertama kali kami identifikasi dalam pengawasan obat bahan alam di Indonesia. Penggunaan senyawa yang berbeda dari BKO yang selama ini umum ditemukan diduga merupakan salah satu modus operandi pelaku yang tidak bertanggung jawab untuk mengelabui pengawasan dan pengujian produk,” jelas Taruna.

BPOM secara berkelanjutan mengembangkan metode analisis, memperluas cakupan pengujian, dan meningkatkan kemampuan laboratorium untuk mengidentifikasi tidak hanya BKO yang selama ini umum ditemukan. Sehingga bisa mendeteksi senyawa baru, analog, maupun turunannya yang berpotensi ditambahkan secara ilegal ke dalam OBA.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya