Sudah Cek Kesehatan Gratis, Lalu Hasilnya Harus Diapakan?

Sudah cek kesehatan gratis? Ketahui apa yang harus dilakukan setelah menerima hasil pemeriksaan.

Diterbitkan 14 September 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cek Kesehatan Gratis (CKG) kini semakin mudah diakses masyarakat. Pemerintah tidak hanya mendorong masyarakat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan di puskesmas, tetapi juga mulai melakukan jemput bola dengan mendatangi sekolah hingga perkantoran.

Namun, setelah mendapatkan hasil Cek Kesehatan Gratis, masyarakat seharusnya tidak berhenti pada mengetahui kondisi tubuhnya. Hasil pemeriksaan tersebut perlu menjadi dasar untuk memperbaiki perilaku dan kebiasaan hidup sehari-hari.

Nutritionist & Health Expert Dr. Rita Ramayulis, DCN., M.Kes., mengatakan, arah pelayanan kesehatan saat ini mulai bergeser dari pendekatan kuratif atau pengobatan menuju preventif atau pencegahan.

"Sekarang perubahan itu bergeser. Tidak lagi pada kuratif, tapi pada preventif," kata Rita dalam diskusi bersama Amway Indonesia pada Sabtu, 12 September 2026.

Menurut Rita, salah satu bukti perubahan tersebut terlihat dari upaya pemerintah menggiatkan kembali peran puskesmas sebagai pusat kesehatan masyarakat.

Puskesmas tidak hanya menjadi tempat bagi orang sakit untuk mendapatkan pengobatan. Masyarakat yang sehat juga dapat datang untuk mengecek kondisi kesehatan sekaligus mendapatkan edukasi mengenai hidup sehat.

"Jadi orang mengecek kesehatannya, orang ini mendapatkan edukasi hidup sehat, orang ini mendapatkan konsep hidup sehat, itu ke puskesmas," ujar Rita.

Upaya memperluas pemeriksaan kesehatan juga dilakukan melalui Cek Kesehatan Gratis. Rita mengatakan bahwa fasilitas pemeriksaan tersebut sebelumnya diberikan bertepatan dengan ulang tahun masyarakat.

Namun, mekanisme tersebut kemudian dipermudah karena banyak masyarakat tidak dapat memanfaatkannya pada hari ulang tahun. Kini, pemeriksaan dapat dilakukan kapan saja dengan fasilitas sekali dalam setahun.

Pemerintah bahkan mulai melakukan pendekatan jemput bola dengan mendatangi sekolah dan perkantoran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.

"Jadi sekarang sudah jemput bola juga. Nah, kalau dibilang bagaimana trendnya hari ini, untuk preventif sangat tinggi sekali," kata Rita.

Hasil Cek Kesehatan Jangan Hanya Jadi Rapor

Meski akses pemeriksaan semakin luas, Rita mengatakan masih ada pekerjaan rumah yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah memastikan hasil pemeriksaan benar-benar ditindaklanjuti dengan perubahan perilaku hidup sehat.

"Apakah hasil yang didapat itu sudah diimplementasikan untuk perubahan perilaku hidup sehatnya? Ini jadi PR," ujar Rita.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan baru memberikan gambaran apakah seseorang berada dalam kondisi normal, berisiko, atau berbahaya. Setelah itu, masyarakat masih membutuhkan akses yang memadai untuk melakukan perubahan.

Rita menilai bahwa salah satu tantangannya adalah kebijakan makanan yang belum sepenuhnya mendukung upaya tersebut.

Dia juga menyoroti kondisi Indonesia yang memiliki disparitas tinggi sehingga persoalan kesehatan yang dihadapi masyarakat sangat beragam.

Di satu sisi, pemerintah berupaya menangani obesitas dan penyakit metabolik. Namun, di sisi lain, masyarakat masih menghadapi berbagai persoalan penyakit infeksi.

Oleh sebab itu, menurut Rita, hasil Cek Kesehatan Gratis seharusnya tidak berhenti sebagai informasi mengenai kondisi tubuh.

"Sekarang tugasnya teman-teman wartawan untuk menyosialisasikan hidup sehat itu. Sudah dapat cek, diapakan. Sudah dapat hasilnya, mau diapakan nih? Ayo, teman-teman diteruskan," kata Rita.

Dia berharap masyarakat menggunakan hasil pemeriksaan sebagai pijakan untuk mengetahui apa yang perlu dilakukan setelahnya.

"Supaya masyarakat juga lebih tahu, hari ini saya ngapain. Jangan hanya jadi rapor kesehatan saja," ujar Rita.

Perubahan tersebut, lanjut Rita, dapat dimulai dari diri sendiri. Menjadi contoh atau role model dalam menerapkan hidup sehat dinilai penting agar perubahan tidak berhenti sebatas hasil pemeriksaan.

"Iya, sebetulnya. Itu role model sangat penting banget. Mulailah dari diri sendiri," pungkas Rita.