Lymphatic Walking Viral, Benarkah Bisa Bantu Atasi Perut Kembung?

Lymphatic walking viral karena disebut bantu atasi perut kembung. Apa kata para ahli?

Diterbitkan 14 September 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Singapura - Lymphatic walking tengah viral di media sosial. Latihan sederhana ini disebut dapat membantu melancarkan aliran limfa dan mengurangi pembengkakan atau rasa kembung.

Lymphatic walking pada dasarnya dilakukan dengan berjalan santai sambil memperhatikan postur dan pernapasan. Lengan dan tangan dibiarkan bergerak secara alami selama berjalan.

Selain lymphatic walking, sejumlah pengguna media sosial juga mempromosikan latihan lain yang diklaim dapat membantu drainase limfatik, seperti rebounding atau melompat di tempat maupun menggunakan trampolin. Ada pula rutinitas peregangan dinamis yang disebut dapat membantu aliran limfa.

Namun, apakah tubuh memang membutuhkan latihan khusus untuk menjaga sistem limfatik?

Sirkulasi limfatik itu apa? Sistem limfatik merupakan jaringan pembuluh dan kelenjar yang membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh sekaligus mendukung sistem kekebalan.

Pembuluh limfatik membawa cairan yang disebut limfa. Ketika tubuh melawan infeksi, sistem limfatik mengambil bagian dari bakteri atau virus dan membawanya ke kelenjar getah bening.

Menurut dokter spesialis kedokteran olahraga di Hospital for Special Surgery, New York, Dr. Tiana Woolridge, kelenjar getah bening berfungsi sebagai penyaring dan membantu sistem kekebalan tubuh melawan infeksi.

Berbeda dengan sistem kardiovaskular yang memiliki jantung sebagai pompa utama, sistem limfatik tidak memiliki pompa pusat. Sistem ini mengandalkan kontraksi otot untuk membantu menggerakkan cairan limfa ke seluruh tubuh.

Kontraksi otot dapat terjadi ketika tubuh bergerak, bernapas, bahkan saat mencerna makanan, seperti dikutip dari Channel News Asia pada Senin, 14 September 2026.

Benarkah Perlu Latihan Khusus?

Fisioterapis yang berfokus pada kesehatan limfatik di MD Anderson Cancer Center, Houston, Marc Miller, mengatakan sistem limfatik saat ini menjadi perhatian besar di kalangan peneliti.

"Limfatik menjadi topik yang sangat populer saat ini," kata Miller.

Menurut Miller, meningkatnya perhatian tersebut antara lain dipengaruhi kemajuan teknologi yang memungkinkan peneliti memetakan sistem limfatik dengan lebih baik.

Namun, dia mengingatkan bahwa informasi penting mengenai sistem limfatik sering kali hilang dalam pembahasan di media sosial.

Pada orang dengan sistem limfatik yang sehat, belum ada bukti yang menunjukkan latihan tertentu lebih efektif dibandingkan latihan lainnya untuk menjaga kesehatan sistem tersebut.

Meski tidak membutuhkan latihan khusus, aktivitas fisik tetap berperan dalam membantu kerja sistem limfatik.

Spesialis kedokteran vaskular di Cleveland Clinic, Dr. Jason Wheeler, menjelaskan, kontraksi otot membantu menggerakkan cairan limfa.

Para ahli umumnya merekomendasikan 150 menit aktivitas aerobik dengan intensitas sedang setiap minggu dan latihan kekuatan setidaknya dua kali seminggu.

"Semakin kuat otot, semakin baik kemampuannya untuk memompa cairan limfa," ujar Wheeler.

Aktivitas seperti berjalan, jogging, atau bersepeda membuat otot berkontraksi secara teratur sehingga membantu menjaga aliran limfa.

Fisioterapis di Minneapolis yang berfokus pada kesehatan limfatik, Kelly Sturm, menekankan, konsistensi bergerak lebih penting daripada jenis latihan yang diberi label 'limfatik'.

"Ini benar-benar tentang konsisten bergerak sepanjang hari," kata Sturm.

Dengan demikian, lymphatic walking boleh dilakukan sebagai bagian dari aktivitas fisik sehari-hari, terutama jika latihan tersebut membuat seseorang lebih aktif bergerak.

Pernapasan dalam menggunakan diafragma yang menjadi bagian dari beberapa latihan lymphatic di media sosial juga dapat membantu sirkulasi limfa.

Pada akhirnya, manfaatnya tidak selalu berasal dari label “lymphatic”, tapi dari aktivitas fisik itu sendiri.

"Gerakan adalah obat, apa pun jenis kesehatan yang sedang kita bicarakan," kata Woolridge.