Liputan6.com, Jakarta - Hati-hati terhadap produk kosmetik yang memberi klaim instan seperti kulit putih dalam hitungan hari atau flek hilang dalam semalam. Klaim tersebut terdengar menggiurkan tapi sesuatu instan justru jadi tanda bahaya.
Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (UNAIR), Prof Dr apt Noorma Rosita MSi menjelaskan bahwa kulit beregenerasi sekitar 28 hari. Maka jika ada produk yang mengklaim bisa mendapatkan kulit yang diinginkan dalam waktu cepat maka itu red flag.
Advertisement
“Perlu diingat bahwa siklus regenerasi kulit berlangsung sekitar 28 hari. Karena itu, klaim seperti kulit putih dalam dua atau tiga hari atau flek hilang semalam seharusnya menjadi red flag karena secara fisiologis sulit dicapai hanya dengan kosmetik yang aman,” jelas Prof Noorma.
Prof Norma mengatakan bahwa penggunaan kosmetik ilegal yang menggunakan bahan berbahaya dapat memberikan dampak yang lebih parah daripada sekadar kerusakan kulit. Dampaknya dapat mempengaruhi kesehatan organ tubuh seperti ginjal dan saraf jika digunakan dalam jangka panjang.
Kosmetik dikatakan berbahaya apabila mengandung bahan yang dilarang, bahan aktif yang tidak diperuntukkan bagi kosmetik, dan kadar bahan yang melebihi batas aman. Produk tersebut dapat berupa kosmetik ilegal, palsu, atau kualitasnya yang menurun akibat pemalsuan.
Ia juga meluruskan anggapan bahwa rasa perih saat menggunakan produk antiaging merupakan tanda bahan aktif sedang bekerja. Menurutnya, sensasi tersebut justru menunjukkan adanya gejala iritasi.Oleh sebab itu, ia mengimbau masyarakat untuk menerapkan prinsip Cek KLIK yakni memeriksa Kemasan, Label, izin edar BPOM, dan tanggal Kedaluwarsa.
Selain itu, konsumen perlu memilih produk yang sesuai dengan jenis kulit, memahami komposisi bahan, serta menghindari klaim yang berlebihan.
Prof. Noorma mengingatkan agar masyarakat segera menghentikan penggunaan kosmetik apabila muncul keluhan seperti kulit perih, kemerahan, atau gatal setelah pemakaian.
“Hentikan penggunaan produk tersebut dan jangan mencoba menetralkan dengan kosmetik lain. Jika keluhan tidak membaik atau justru semakin berat, segera konsultasikan kepada tenaga kesehatan agar mendapatkan penanganan yang tepat,” pungkasnya seperti mengutip laman Unair.