Liputan6.com, Jakarta - Merasa lebih mudah kesal, sensitif, atau tiba-tiba mengalami perubahan suasana hati beberapa hari sebelum menstruasi mungkin pernah dialami banyak perempuan. Kondisi ini ternyata dapat berkaitan dengan fase luteal, salah satu tahapan dalam siklus menstruasi yang berlangsung hingga mendekati datangnya haid.
Fase luteal memang tidak otomatis membuat setiap perempuan menjadi lebih mudah marah. Namun, perubahan hormon yang terjadi pada fase ini dapat memicu berbagai gejala fisik dan emosional yang mirip dengan gejala premenstrual syndrome (PMS), termasuk mudah tersinggung dan perubahan suasana hati.
Advertisement
Apa Itu Fase Luteal?
Siklus menstruasi terdiri dari beberapa fase, yaitu fase folikuler, ovulasi, fase luteal, dan menstruasi, seperti dilansir Verywell Health, Jumat (18/9/2026).
Pada siklus menstruasi 28 hari, ovulasi umumnya terjadi sekitar hari ke-14. Setelah ovulasi berakhir, tubuh memasuki fase luteal. Fase ini dimulai sehari setelah ovulasi dan berlangsung hingga sehari sebelum menstruasi berikutnya.
Pada tahap ini, folikel atau kantung berisi cairan di ovarium yang sebelumnya melepaskan sel telur akan berubah menjadi struktur sementara yang disebut corpus luteum. Struktur tersebut kemudian menghasilkan hormon progesteron.
Progesteron berperan penting dalam mempersiapkan tubuh menghadapi kemungkinan kehamilan. Hormon ini membantu menebalkan lapisan rahim agar siap menjadi tempat menempelnya sel telur apabila berhasil dibuahi.
Jika tidak terjadi pembuahan, kadar progesteron akan menurun. Kondisi ini kemudian memicu luruhnya lapisan rahim yang ditandai dengan menstruasi.
Setelah menstruasi dimulai, siklus kembali berlanjut ke fase berikutnya.
"Fase luteal merupakan masa yang penuh harapan jika Anda sedang berupaya untuk hamil. Namun, jika kehamilan tidak terjadi selama masa ini, fase tersebut akan berakhir dengan menstruasi dan siklus baru pun dimulai kembali," kata ahli medis di bidang obstetri ginekologi, Laura Young, MD.
Menjelang Haid Bisa Lebih Mudah Marah
Perubahan hormon selama fase luteal dapat disertai berbagai perubahan pada tubuh maupun suasana hati. Sejumlah gejala yang muncul juga dapat tumpang tindih dengan gejala PMS.
Beberapa di antaranya meliputi:
- Mudah tersinggung atau irritability.
- Perubahan suasana hati atau mood swings.
- Kecemasan, rasa sedih, dan kelelahan.
- Sakit kepala dan kembung.
- Brain fog.
- Meningkatnya keinginan mengonsumsi makanan tertentu.
Artinya, ketika seseorang merasa lebih sensitif atau mudah kesal menjelang menstruasi, perubahan tersebut dapat menjadi bagian dari respons tubuh terhadap perubahan hormonal selama fase luteal.
Meski demikian, gejala yang muncul tidak selalu sama pada setiap perempuan. Ada yang mengalami perubahan suasana hati cukup signifikan, sementara yang lain mungkin hanya merasakan gejala fisik atau bahkan hampir tidak mengalami keluhan.
Berapa Lama Fase Luteal Berlangsung?
Sebagian besar orang mengalami fase luteal selama sekitar 12 hingga 14 hari. Namun, durasinya dapat dipengaruhi oleh kadar hormon, waktu terjadinya ovulasi, dan panjang siklus menstruasi.
Fase luteal yang berlangsung lebih panjang, misalnya lebih dari 18 hari, dapat berkaitan dengan perubahan atau ketidakseimbangan hormon yang berpengaruh terhadap kesuburan.
Meski demikian, kondisi yang tampak seperti fase luteal berkepanjangan dalam beberapa kasus juga dapat menjadi tanda kehamilan.