Ibu Mengalami PMOS, Apakah Anak Perempuan Berisiko Mengalaminya?

PMOS diwariskan kepada anak karena berkaitan dengan metabolisme, konsepnya mirip dengan penyakit kronis diabetes. Ini penjelasannya.

oleh Kanaya Nanda PutriDiterbitkan 27 Oktober 2026, 15:00 WIB
Ilustrasi remaja dan PMOS (Foto: unsplash.com/ Panitan Punpuang)

Liputan6.com, Jakarta - Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome (PMOS), yang sebelumnya dikenal sebagai Polycystic Ovary Syndrome (PCOS), merupakan kondisi yang berkaitan dengan hormon dan metabolisme tubuh perempuan. Kondisi dapat mengarah pada risiko gangguan menstruasi hingga kesuburan.

Dokter Wee Wei Wei, SpOG, menjelaskan bahwa PMOS dapat diturunkan dari sang ibu jika kelak memiliki keturunan. Selain itu, kata Wei Wei, kondisi ini juga bisa ditemukan pada beberapa anggota keluarga yang sama.

“Iya, menurun. Kemungkinan besar iya, jadi hal itu memang diwariskan,” tutur dokter menjawab pertanyaan Kesehatan Liputan6.com melalui wawancara daring beberapa saat lalu. 

Ia kerap menerima pertanyaan dari pasien yang khawatir anak perempuan mereka juga mengalami kondisi serupa, terutama ketika sang anak menunjukkan gejala seperti menstruasi tidak teratur.

“Kalau saudara perempuan, ibu, atau bibi punya siklus haid yang tidak teratur, ada kemungkinan mengalami karena PMOS,” tambah Wei Wei.

Meski terbilang umum ditemukan demikian, riwayat keluarga tidak berarti seorang anak pasti mengalami PMOS. Faktor keturunan dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami kondisi tersebut, tetapi tidak menjamin kondisi itu akan diturunkan kepada setiap anak.

“Benar, tidak selalu. Karena perlu diingat bahwa kita punya gen dari sisi ayah, kan? Jadi bisa saja ya. Tapi umumnya, kalau saudara perempuan haidnya tidak teratur, coba lihat kemungkinan ibunya juga,” ujar dokter dari Gleneagles Hospital Singapore ini.

Berkaitan dengan Resistensi Insulin 

Menurut Wei Wei, salah satu hal yang perlu dipahami adalah PMOS berkaitan dengan kondisi metabolisme tubuh, termasuk resistensi insulin. Kondisi ini terjadi ketika sel tubuh kurang merespons insulin secara efektif sehingga tubuh kesulitan mengatur kadar gula darah.

Ia mengibaratkan faktor keturunan pada PMOS dengan diabetes yang dapat ditemukan pada beberapa anggota keluarga. Seseorang yang memiliki orang tua dengan diabetes dapat mempunyai risiko lebih tinggi mengalami kondisi serupa, meskipun tidak selalu demikian.

“Karena ini merupakan kondisi metabolik. Contohnya gini, ayah atau ibu punya diabetes, kemungkinan anaknya juga akan kena ketika beranjak makin dewasa, kan? Konsepnya sama, jika ibu mengalami PMOS, kemungkinan Anda juga mengalaminya,” jelas Wei Wei.

Faktor genetik dari kedua orang tua turut berperan. Karena seseorang mewarisi gen dari ayah dan ibu, kemungkinan mengalami PMOS tidak hanya ditentukan oleh riwayat kesehatan ibu.

Menstruasi Tidak Teratur, Jangan Tunda Periksa

Perempuan yang mengalami menstruasi tidak teratur, terlebih jika memiliki riwayat keluarga dengan PMOS, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan evaluasi yang sesuai.

Pemeriksaan diperlukan agar penyebab gangguan menstruasi dapat diketahui dan penanganan bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

Memahami riwayat kesehatan keluarga dapat membantu perempuan lebih waspada terhadap perubahan tubuhnya. Dengan mengenali tanda yang dialami dan berkonsultasi dengan tenaga medis, pasien dapat memperoleh pemeriksaan serta penanganan yang tepat.

Dokter Wee Wei Wei menjelaskan bahwa PMOS bukan hanya mengganggu siklus menstruasi, namun juga memengaruhi kesuburan. (Foto: Benedikta Desideria)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya