Liputan6.com, Jakarta - Polyendocrine Metabolic and Ovarian Syndrome (PMOS) --dulu disebut PCOSÂ (Polycystic Ovary Syndrome)-- kerap dikaitkan dengan gangguan menstruasi dan kesulitan memiliki keturunan. Namun, kondisi ini sebenarnya tidak hanya berkaitan dengan sistem reproduksi.
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi konsultan fertilitas endokrinologi reproduksi, Gita Pratama, menjelaskan bahwa PMOS merupakan kondisi dengan berbagai manifestasi yang dapat melibatkan gangguan hormon, metabolisme, hingga fungsi ovarium.
Maka dari itu, diagnosis PMOS tidak bisa hanya ditentukan dari satu keluhan atau satu pemeriksaan. "Dokter biasanya melakukan anamnesis (wawancara medis), pemeriksaan fisik, tes darah, dan USG," kata Gita.Â
Advertisement
Dalam menentukan diagnosis, salah satu acuan yang digunakan adalah kriteria Rotterdam. Seseorang dapat memenuhi diagnosis apabila terdapat setidaknya dua dari tiga kriteria utama setelah penyebab lain yang memiliki gejala serupa disingkirkan.
1. Gangguan menstruasi
Salah satu tanda yang paling mudah dikenali adalah siklus menstruasi yang tidak teratur akibat gangguan ovulasi.
Siklus menstruasi dapat berlangsung lebih dari 35 hari atau terjadi kurang dari delapan kali dalam setahun. Pada sebagian perempuan, menstruasi bahkan dapat berhenti dalam waktu cukup lama.
Selain jarang menstruasi, perubahan pola perdarahan juga dapat terjadi. Menstruasi bisa menjadi tidak terprediksi, termasuk perdarahan yang lebih banyak atau berlangsung tidak seperti biasanya. Gangguan menstruasi ini berkaitan dengan proses ovulasi yang tidak berlangsung secara teratur.
Jadi, jangan dianggap 'biasa saja' bila siklus haid tidak teratur, karena bisa saja menjadi tanda awal PMOS.
2. Kelebihan hormon androgen
Kriteria kedua berkaitan dengan kondisi hiperandrogenisme, yakni kadar hormon androgen yang lebih tinggi atau munculnya tanda-tanda kelebihan androgen.
Gejalanya dapat terlihat dari pertumbuhan rambut berlebih di area tertentu, seperti wajah atau tubuh. Keluhan lain yang dapat muncul adalah jerawat yang sulit dikendalikan serta rambut kepala yang menipis atau mengalami kerontokan.
Namun, tidak semua perempuan dengan tanda tersebut otomatis mengalami PMOS. Pemeriksaan dan penilaian dokter tetap diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
3. Perubahan gambaran ovarium pada USG
Kriteria ketiga dapat terlihat melalui pemeriksaan USG ovarium. Pada PMOS, ovarium dapat memperlihatkan banyak folikel kecil yang berukuran sekitar 2–9 milimeter. Pada pemeriksaan USG, folikel tersebut dapat terlihat mengelompok di bagian tepi ovarium sehingga memberikan gambaran yang dikenal sebagai string of pearls atau untaian mutiara.
Gambaran tersebut penting untuk dipahami karena folikel kecil pada PMOS bukan berarti terdapat kista ovarium seperti kista patologis pada umumnya.
Folikel merupakan struktur tempat sel telur berkembang. Pada PMOS, sejumlah folikel dapat berhenti berkembang sehingga tidak mencapai tahap ovulasi secara normal. Selain jumlah folikel, volume ovarium juga dapat menjadi bagian dari penilaian melalui USG.
Â
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2845750/original/003475400_1562319949-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4694399/original/071316700_1703154571-Stasiun_Senen_mulai_dipadati_pemudik_Nataru-ANGGA_10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344493/original/042033300_1788947267-HOAX__15_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325714/original/050754000_1786927542-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-17T074440.081.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3335590/original/033473400_1609214645-sick-woman-with-hands-stomach-suffering-from-intense-pain.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)