Ini Alasan Kardio dan Latihan Kekuatan Tak Bisa Dipisahkan

Peneliti ungkap alasan kardio dan latihan kekuatan tak bisa dipisahkan untuk kesehatan tubuh.

Diterbitkan 06 Juni 2026, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kardio dan latihan kekuatan bukan dua pilihan yang harus dipertentangkan. Sebuah studi terbaru justru menegaskan bahwa keduanya saling melengkapi dan sama-sama penting untuk menurunkan risiko kematian serta menjaga kesehatan jangka panjang.

Penelitian yang dipublikasikan dalam British Journal of Sports Medicine menunjukkan bahwa aktivitas fisik terdiri dari berbagai jenis dengan manfaat biologis yang berbeda. Oleh sebab itu, pendekatan olahraga tidak bisa disamaratakan.

Peneliti utama, Yiwen Zhang, PhD dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, menjelaskan bahwa setiap jenis latihan memiliki mekanisme kerja yang berbeda di dalam tubuh.

"Olahraga aerobik dan latihan kekuatan memberikan manfaat kesehatan melalui jalur biologis yang berbeda. Karena itu, keduanya perlu dipelajari secara terpisah maupun bersama-sama," ujarnya.

Artinya, aktivitas seperti jalan cepat, lari, atau bersepeda tidak bisa sepenuhnya menggantikan manfaat latihan beban, begitu juga sebaliknya.

Dalam penelitian tersebut, latihan kekuatan selama 90 hingga 120 menit per minggu dikaitkan dengan penurunan risiko kematian dari berbagai penyebab hingga 13 persen.

Menariknya, manfaat tersebut tidak terus meningkat jika durasi latihan melebihi 120 menit per minggu. Artinya, ada batas optimal yang memberikan hasil terbaik bagi tubuh.

Selain itu, durasi tersebut juga berkaitan dengan penurunan risiko:

  • Penyakit jantung dan pembuluh darah sebesar 19 persen
  • Penyakit neurologis hingga 27 persen

Temuan ini menunjukkan bahwa latihan kekuatan tidak hanya bermanfaat untuk otot, tapi juga berperan dalam menjaga kesehatan jantung dan fungsi otak.

Meski begitu, peneliti mengingatkan bahwa hubungan dengan penyakit neurologis masih perlu dikaji lebih lanjut karena faktor diagnosis dan perkembangan penyakit yang kompleks.

 

Kardio dan Latihan Kekuatan Saling Melengkapi

Salah satu temuan paling penting dalam studi ini adalah kombinasi keduanya memberikan hasil terbaik. Risiko kematian paling rendah ditemukan pada peserta yang menggabungkan aktivitas kardio intensitas tinggi dengan latihan kekuatan selama 60 s.d 119 menit per minggu.

Peneliti menjelaskan bahwa kedua jenis olahraga bekerja pada sistem tubuh yang berbeda namun saling mendukung.

"Olahraga kardio meningkatkan kebugaran jantung, tekanan darah, dan sensitivitas insulin. Sementara latihan kekuatan membantu mempertahankan massa otot dan mengurangi kelemahan fisik," kata Yiwen Zhang.

Dengan kata lain, kardio menjaga sistem kardiovaskular tetap sehat, sementara latihan kekuatan menjaga tubuh tetap kuat dan fungsional.

Menanggapi temuan ini, Dr. Swapnil Patel, MD, MHCM, FACP dari Hackensack Meridian Jersey Shore University Medical Center menegaskan bahwa olahraga tidak boleh dipahami sebagai pilihan 'salah satu'.

"Olahraga tidak seharusnya dipandang sebagai pilihan antara kardio atau latihan kekuatan," ujarnya. Menurutnya, banyak orang terlalu fokus pada kardio karena dianggap paling efektif untuk kesehatan jantung.

Padahal, latihan kekuatan memiliki manfaat penting dalam mencegah penurunan massa otot, menjaga metabolisme, dan mengurangi risiko kelemahan di usia lanjut.

Dia menambahkan bahwa kombinasi keduanya memberikan manfaat biologis yang lebih lengkap, terutama dalam mencegah penyakit metabolik dan degeneratif.