UNICEF: Menciptakan Ruang Aman bagi Anak Tanggung Jawab Semua

Perlindungan anak tidak cukup hanya mengandalkan undang-undang dan layanan, tetapi juga membutuhkan lingkungan yang mendukung.

Diterbitkan 23 Juli 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menciptakan lingkungan yang aman bagi anak merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Orangtua, guru, tenaga kesehatan, tokoh agama, hingga komunitas dinilai memiliki peran penting dalam memastikan anak dapat tumbuh tanpa kekerasan dan merasa didengar seperti disampaikan perwakilan UNICEF untuk Indonesia, Maniza Zaman.

Maniza menuturkan perlindungan anak tidak cukup hanya mengandalkan undang-undang dan layanan, tetapi juga membutuhkan lingkungan yang mendukung di setiap ruang kehidupan anak.

"Melindungi anak dari kekerasan tidak hanya memerlukan undang-undang dan layanan yang kuat, tetapi juga lingkungan yang mendukung di tempat anak tinggal, belajar, bermain, dan berinteraksi secara daring," ujar Maniza bertepatan dengan Hari Anak Nasional 2026. 

Ia menyambut baik peluncuran Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas RANA) yang diinisiasi Pemerintah Indonesia. Menurutnya, inisiatif tersebut menjadi langkah penting untuk menciptakan ruang yang lebih aman bagi anak. Meski demikian, tantangan perlindungan anak di Indonesia masih besar.

Berdasarkan Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) 2024 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, lebih dari separuh anak Indonesia berusia 13 hingga 17 tahun pernah mengalami sedikitnya satu bentuk kekerasan sepanjang hidup. Selain di sekolah dan rumah, kekerasan kini juga terjadi di ruang digital.

"Banyak di antara mereka mengalami kekerasan di tempat yang seharusnya menjadi tempat paling aman, termasuk di rumah, di sekolah, dan semakin sering di ruang digital," tuturnya dalam keterangan tertulis. 

Makna Ruang Aman untuk Anak dan Remaja

UNICEF juga mendengarkan langsung pandangan anak-anak dan remaja mengenai makna sebuah ruang aman. Ternyata ada dua hal yang paling mereka harapkan, yakni terbebas dari kekerasan dan bahaya, serta merasa diterima, didengarkan, dan dipercaya oleh orang-orang di sekitarnya.

"Inilah alasan mengapa ruang aman sangat penting. Mewujudkan dunia yang lebih aman bagi anak-anak memerlukan lebih dari sekadar sistem dan layanan. Hal tersebut juga memerlukan hubungan yang saling mendukung dan lingkungan tempat anak-anak merasa aman, dihargai, dan didengarkan," kata Maniza.

Â