Kanker Endometrium, Kasus Kerap Terjadi pada Perempuan Menopause

Meski begitu tidak menutup kemungkinan kanker endometrium dapat terjadi pada pada perempuan muda.

Diterbitkan 02 Juli 2026, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kanker endometrium adalah jenis kanker yang tumbuh di lapisan dalam rahim (endometrium). Kondisi ini kerap terjadi pada perempuan usia lanjut atau yang sudah memasuki masa menopause. Meski begitu tidak menutup kemungkinan bahwa kondisi ini juga dapat terjadi pada pada perempuan muda seperti disampaikan dokter Renny Anggia Julianti, SpOG, Subsp Onk.

Penyakit ini memiliki insiden sekitar 2,1% dari keseluruhan kasus kanker yaitu 420.000 kasus baru setiap tahunnya, dengan angka kematian mencapai sekitar 29% dari jumlah kasus yang terjadi.

"Meskipun angka kejadiannya relatif rendah, kanker endometrium tetap perlu diwaspadai," kata Renny dalam temu media Bersama RS Pondok Indah Bintaro Jaya di Jakarta pada Selasa (30/6/2026).

Renny mengungkapkan di Indonesia, jenis kanker ini menempati peringkat ke 3 pada kanker terkait organ reproduksi perempuan. Kanker ini berada setelah kanker serviks dan ovarium. Sementara itu di negara-negara maju, kanker jenis ini menjadi kanker ginekologi yang paling sering terjadi.

Gejala kanker endometrium kerap dianggap sebagai perubahan yang wajar menjelang maupun setelah menopause atau gangguan menstruasi biasa sehingga penanganannya baru dilakukan ketika kondisi memburuk. Karenanya, penting bagi setiap perempuan, terutama yang telah memasuki masa menopause atau memiliki faktor risiko tertentu, untuk mengenali gejala kanker endometrium.

Renny mengungkapkan gejala utama kanker endometrium meliputi:

  • Pendarahan vagina setelah menopause (pascamenopause)
  • Perubahan pola menstruasi pada perempuan pramenopause, seperti pendarahan yang sangat hebat dan flek di luar jadwal haid.

Selain itu, kanker endometrium juga sering disertai dengan gejala tambahan, seperti:

  • Keputihan encer atau bercampur darah
  • Nyeri pada panggul dan perut bagian bawah
  • Sakit saat berhubungan intim atau saat buang air kecil
  • Ukuran rahim membesar.

 

 

Pemeriksaan

 

Jika mengalami gejala di atas, maka segera ke dokter. Biasanya dokter akan mengawali dengan wawancara medis dan pemeriksaan fisik. Selain itu, dokter spesialis obstetri dan ginekologi subspesialis onkologi ginekologi dapat menyarankan pemeriksaan penunjang seperti, USG atau MRI untuk menilai kondisi rahim.

Diagnosis pasti kanker endometrium ditegakkan melalui pemeriksaan histopatologi yang merupakan pemeriksaan mikroskopis pada sampel jaringan tubuh yang diambil melalui biopsi. Pada pemeriksaan ini, dokter dapat menggunakan beberapa metode pengambilan sampel jaringan (biopsi), di antaranya:

  • Mikrokuret pipelle: Metode ini menggunakan alat berbentuk tabung kecil yang fleksibel (pipelle) untuk mengambil sampel jaringan dari lapisan rahim. Prosedur ini umumnya berlangsung singkat dan tidak memerlukan pembiusan total.
  • Kuretase (Dilation and Curettage/D&C): Prosedur ini melibatkan pelebaran leher rahim (dilatasi) dan pengerokan dinding rahim untuk mengambil sampel jaringan yang lebih banyak dan menyeluruh dibandingkan biopsi biasa.
  • Histeroskopi: Pemeriksaan menggunakan kamera kecil yang dimasukkan ke dalam rahim. Prosedur ini memungkinkan dokter melihat langsung kondisi dinding rahim dan mengambil sampel jaringan (biopsi) secara akurat dari area yang dicurigai.

Â