China Lirik Jambu Biji Muda Jadi Teh, Kaya Senyawa Bioaktif

Meski belum ada penelitian pada manusia, biji jambu muda berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan.

Diterbitkan 08 Agustus 2026, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - China kini tengah melirik buah jambu biji muda untuk dijadikan sebagai bahan teh. Buah yang biasanya belum banyak dimanfaatkan tersebut dinilai memiliki potensi sebagai bahan minuman fungsional.

Terkait itu, Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University, Prof Sandra Arifin Aziz, menjelaskan bahwa buah jambu biji muda memang kaya akan senyawa bioaktif yang berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan. Meski begitu, masih memerlukan lebih banyak pembuktian melalui uji klinis pada manusia.

“Teh yang dibuat dari buah jambu biji muda memiliki karakteristik berbeda dengan teh daun jambu maupun buah jambu matang. Perbedaan tersebut terletak pada kandungan senyawa metabolit sekunder, cita rasa, dan struktur fisiknya,” kata Prof Sandra.

Buah jambu biji muda mengandung tanin, asam galat, asam elagat, flavonoid, serta pektin dalam kadar yang relatif tinggi. Pada fase ini, pembentukan gula belum optimal sehingga buah memiliki rasa yang lebih sepat dibandingkan buah matang.

“Pada buah jambu biji muda, proses pembentukan gula belum optimal, tetapi akumulasi senyawa pertahanan tanaman seperti fenolik dan tanin berada pada puncaknya. Pengolahan menjadi teh mempertahankan kestabilan senyawa fenolik ini dalam matriks kering,” ujar Prof Sandra mengutip laman IPB, Sabtu (8/8/2026).

Berdasarkan kajian fitokimia, ia menerangkan, seduhan teh buah jambu biji muda berpotensi membantu mengendalikan kadar gula darah melalui penghambatan enzim pemecah karbohidrat.

Lalu, kandungan tanin berperan mendukung kesehatan saluran pencernaan, sedangkan senyawa fenolik memberikan aktivitas antioksidan dan antiinflamasi yang tinggi.

Prof Sandra mengingatkan bahwa bukti ilmiah mengenai manfaat seduhan teh buah jambu biji muda pada manusia masih terbatas. Lebih banyak penelitian terhadap ekstrak daun jambu. Maka dari itu manfaat kesehatannya masih perlu dikaji lebih lanjut melalui penelitian klinis.

 

 

Peluang di Indonesia

Menurut Prof Sandra Indonesia juga bisa memanfaatkan buah jambu biji muda sebagai teh.

Dalam budi daya jambu biji, petani umumnya melakukan penjarangan buah (fruit thinning) untuk meningkatkan kualitas panen. Selama ini, buah muda hasil penjarangan tersebut umumnya belum dimanfaatkan secara optimal.

“Prospek riset komoditas ini sangat cerah karena sejalan dengan tren global upcycling food components, yaitu memanfaatkan bagian tanaman yang biasanya terbuang menjadi produk bernilai tambah tinggi,” katanya.

Pengembangan produk ini tetap menghadapi tantangan, seperti standardisasi bahan baku, pengendalian pencokelatan selama pengolahan, hingga formulasi agar rasa sepat buah muda lebih dapat diterima konsumen.