Suhu Tubuh Bisa Capai 40 Derajat Celsius, Kenali Gejala Heat Stroke pada Anak

Heat stroke atau serangan panas membuat suhu tubuh anak mendadak tinggi disertai gejala lain.

Diterbitkan 20 Mei 2026, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cuaca panas ekstrem dapat meningkatkan risiko heat stroke atau serangan panas pada anak yang kebutuhan cairannya tidak tercukupi. Gejala anak mengalami heat stroke adalah anak mengalami kenaikan suhu tubuh yang tinggi.

Dokter spesialis anak konsultan respirologi Darmawan Budi Setyanto menjelaskan heat stroke merupakan kondisi ketika mekanisme pengaturan suhu tubuh gagal bekerja akibat paparan suhu lingkungan yang terlalu tinggi.

Menurut Darmawan, tubuh manusia sebenarnya memiliki “thermostat” alami yang menjaga suhu tetap optimal di kisaran 36–37 derajat Celsius. Namun, saat cuaca sangat panas, kemampuan tubuh untuk mengatur suhu bisa terganggu.

“Pada heat stroke, karena pajanan suhu luar yang tinggi maka kemampuan regulasi tubuh terganggu,” ujar Darmawan.

Ia menjelaskan salah satu tanda utama heat stroke adalah suhu tubuh yang meningkat sangat cepat bahkan bisa lebih dari 40 derajat Celsius. 

“Tandanya suhu tubuh meningkat dengan cepat, bisa lebih dari 40 derajat Celsius,” katanya dalam seminar daring bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada Selasa, 19 April 2026.

Anak yang mengalami heat stroke memiliki kulit yang terasa sangat panas tetapi tidak berkeringat. Padahal, berkeringat merupakan mekanisme alami tubuh untuk melepaskan panas dari dalam tubuh.

“Berkeringat adalah mekanisme tubuh untuk membuang panas dari dalam. Pada heat stroke mekanisme ini tidak berfungsi,” jelasnya.

 

Napas Anak Cepat dan Dangkal

Heat stroke juga dapat memengaruhi sistem pernapasan. Anak yang mengalami kondisi ini biasanya bernapas cepat dan dangkal.

Kondisi heat stroke dapat memengaruhi fungsi otak. Pada kasus berat, heat stroke bisa menyebabkan kejang hingga hilang kesadaran.

“Pada gilirannya bisa mengganggu fungsi otak, dapat menyebabkan kejang atau hilang kesadaran,” ujar Darmawan.

Orangtua diimbau lebih waspada saat anak beraktivitas di tengah cuaca panas ekstrem. Pastikan anak cukup minum, caranya dengan membekali anak botol minum.

"Biasakan minum sedikit tapi sering itu untuk menjaga hidrasi tubuh," kata Darmawan.

Lalu, menggunakan pelindung kepala saat berada di luar ruangan seperti topi. Bila cuaca teramat panas di luar sebaiknya ajak anak bermain di dalam ruangan.