Liputan6.com, Jakarta - Co-parenting merupakan pola pengasuhan ketika orang tua tetap bekerja sama membesarkan anak meski sudah tidak lagi tinggal bersama karena berpisah atau bercerai.
Melansir Verywell Mind, Senin (27/7/2026), tujuan utama co-parenting adalah memastikan anak tetap mendapatkan rasa aman, kasih sayang, serta dukungan dari ayah dan ibu. Hal ini dilakukan melibatkan pengambilan keputusan terkait kehidupan anak, mulai dari rutinitas sehari-hari, pendidikan, hingga jadwal pengasuhan.
Setelah berpisah dengan pasangan, menjalani komunikasi dan menjaga hubungan baik tentu bukan hal yang mudah. Namun, jika memiliki anak, ayah dan ibu perlu belajar terbiasa membangun hubungan saling menghormati demi kepentingan mereka.
Advertisement
Penelitian menunjukkan bahwa konflik antara orang tua setelah bercerai dapat membuat anak lebih sulit beradaptasi dengan perubahan dalam keluarganya. Hal ini juga didukung oleh seorang psikolog klinis sekaligus profesor di Yeshiva University, Amerika Serikat, Sabrina Romanoff, PsyD.Â
"Anak-anak sering kesulitan menghadapi perubahan dalam struktur keluarga mereka. Penambahan, pengurangan, atau transisi sosok orang tua bisa menjadi hal yang sangat berat bagi mereka," ujarnya.Â
Menurutnya, hubungan orang tua yang kooperatif dan saling menghargai dapat mendukung perkembangan emosional anak dalam jangka panjang.
Jenis-jenis Co-Parenting
Para peneliti mengelompokkan co-parenting setelah perceraian menjadi tiga bentuk utama.
1. Conflicted Co-Parenting
Pada pola ini, kedua orang tua masih sering terlibat konflik dan sulit berkomunikasi. Mereka kerap memiliki aturan, jadwal, maupun gaya pengasuhan yang berbeda sehingga sulit mencapai kesepakatan mengenai kebutuhan anak.
Kondisi yang penuh konflik dapat menjadi situasi sulit bagi anak-anak. Penelitian juga menunjukkan pola ini berkaitan dengan meningkatnya risiko gangguan perilaku, kecemasan, depresi, hingga tekanan psikologis pada anak.
2. Cooperative Co-Parenting
Ini merupakan bentuk co-parenting yang paling ideal. Kedua orang tua rutin berkomunikasi, saling berbagi informasi mengenai perkembangan anak, serta bekerja sama dalam mengatur jadwal pengasuhan.
Gaya pengasuhan seperti ini dapat bermanfaat bagi anak. Lingkungan yang stabil dan konsisten diketahui berkaitan dengan rasa percaya diri, prestasi akademik, serta kesehatan mental anak yang lebih baik.
3. Parallel Co-Parenting
Di pola ini, kedua orang tua tetap menjalankan peran masing-masing, tetapi dengan komunikasi yang sangat minim. Mereka mengasuh anak secara terpisah tanpa banyak kerja sama maupun konflik.
Akibatnya, aturan dan rutinitas di masing-masing rumah bisa berbeda sehingga menyebabkan kurangnya konsistensi dalam kehidupan anak.Â
Meski demikian, pola co-parenting dapat berubah seiring waktu sesuai kondisi dan dinamika keluarga.
Tips agar Co-parenting Berhasil
Menjalani pengasuhan bersama membutuhkan kesiapan untuk bekerja sama dan saling menghormati.Â
Berikut adalah tips yang dapat Anda terapkan untuk menunjang co-parenting yang berhasil.Â
- Rutin Berkomunikasi
Aturan wajib adalah menjaga komunikasi rutin dan baik dengan anak, mantan pasangan, dan pihak lain yang terlibat dalam kehidupan anak.Â
Sejalan dengan komunikasi, orang tua juga harus saling berbagi kabar dan informasi mengenai perkembangan anak. Hal ini meliputi kegiatan sekolahnya, hubungan sosial, masalah kesehatan, dan rutinitas lainnya.Â
- Susun Rencana Co-parenting
Rencana pengasuhan bersama dibuat untuk mencapai tujuan yang sama. Hal tersebut mencakup rencana kunjungan, aktivitas harian, pendidikan, keuangan, kebutuhan medis, dan lainnya.
- Kesepakatan Bersama dan Saling Menghargai
Masing-masing orang tua pasti memiliki gaya asuh dan pemikiran yang berbeda. Oleh karena itu, pola co-parenting harus disesuaikan bersama.Â
Selain itu, diskusikan setiap perbedaan dan perubahan rencana dengan semua pihak yang terlibat. Penyesuaian dilakukan seiring dengan perubahan kebutuhan anak maupun kondisi orang tua.Â
Advertisement
Tips Lain
- Fleksibilitas
Rencana yang telah dibuat tidak selalu berjalan sama. Ada kalanya orang tua terlambat menjemput anak, jadwal berubah, atau keadaan yang tidak terduga lainnya.Â
Maka, sikap saling memahami dan bersedia bekerja sama saat situasi tidak selalu sesuai harapan menjadi salah satu kunci co-parenting.Â
- Jaga Interaksi Tetap Hangat
Pertemuan dengan mantan pasangan mungkin tidak bisa dihindari, misalnya, ketika mengantar atau menjemput anak, menghadiri acara sekolah, atau perayaan ulang tahun.Â
Baiknya, tetap jaga interaksi yang sopan dan saling menghormati demi kenyamanan anak. Jika salah satu orang tua memiliki pasangan baru, cobalah untuk menerima kehadiran mereka selagi hubungan dengan anak tetap baik dan sehat.Â
- Manfaatkan Waktu Sebaik Mungkin
Luangkan waktu dan gunakan kesempatan tersebut untuk membangun kedekatan, supaya anak tetap kenal dengan kedua orang tua meskipun tidak lagi serumah.Â
Waktu adalah hal berharga yang bisa diisi dengan aktivitas yang anak senangi, sehingga dapat menciptakan kebiasaan positif yang menjadi momen istimewa antara orang tua dan anak.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299565/original/093541200_1784264989-cek_fakta_magang_nasional_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308116/original/010825900_1785129339-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-27T121435.797.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308041/original/019912700_1785126774-cek_fakta_-_magang_kemenimipas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307986/original/033339200_1785125047-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-27T110150.449.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5173984/original/045003500_1742892616-happy-asian-family-saving-money-piggy-bank-pig-investment-future-concept_74952-1806.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5189478/original/018051400_1744781051-fuu-j-Fu7RNjl-pW0-unsplash__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308403/original/6414700_1785140114-Menteri_Kesehatan_Republik_Indonesia_Budi_Gunadi_Sadikin_bersama_Gubernur_DKI_Jakarta_Pramono_Anung_oleh_Biro_Komunikasi_dan_Informasi_Publik_Kemenkes_RI_Aldi_Rahmanda_Putra__3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308370/original/019173100_1785139255-Menteri_Kesehatan_RI__Budi_Gunadi_Sadikin__BGS__by_Aditya_Eka_Prawira__4_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5364265/original/038853300_1759053125-WhatsApp_Image_2025-09-28_at_16.48.31.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7600637/original/087878800_1780384423-budi__6_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3583634/original/048657600_1632639541-WFH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308118/original/013734400_1785129567-Dokter_spesialis_anak_sekaligus_Founder_Yo_Clinic_____Klinik_Anak__Gigi_dan_Fisioterapi__dr._Yoga_Yandika__Sp.A.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3091205/original/027544500_1585737818-annie-spratt-86KXmkRWAMA-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4914490/original/099787900_1723296403-fotor-ai-20240810202341.jpg)