4 Cara Mengajarkan Anak Berbuat Baik dan Peduli Perasaan Orang Lain

Simak 4 cara mengajarkan anak berbuat baik, peduli perasaan orang lain, dan membangun hubungan sosial.

Diterbitkan 28 Oktober 2026, 12:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mengajarkan anak untuk berbuat baik tidak cukup hanya dengan meminta mereka berbagi atau menolong orang lain. Anak juga perlu belajar memahami dan menghargai perasaan orang lain. Kemampuan ini dapat dikenalkan sejak dini dan berkembang seiring bertambahnya usia.

Perilaku tersebut dikenal sebagai prososial, yaitu tindakan untuk membantu, memperhatikan, atau memberikan manfaat kepada orang lain dengan mempertimbangkan perasaan dan pengalaman mereka, dikutip dari Raising Children Network, Selasa (27/10/2026).

Contohnya meliputi berbicara dengan sopan, menghibur teman yang sedih, berbagi mainan, membantu orang lain, serta menunjukkan kepedulian terhadap hewan dan lingkungan.

Anak yang mengembangkan perilaku prososial cenderung lebih mudah menjalin hubungan, merasa diterima di lingkungannya, serta memiliki hubungan sosial dan kesejahteraan yang lebih baik.

Perilaku Prososial Berkembang Seiring Usia

Bentuk kepedulian anak berbeda-beda sesuai tahap perkembangannya. Pada usia balita, anak mulai belajar mengenali perasaan orang lain. Mereka mungkin ingin menghibur seseorang yang sedih, tetapi belum tentu mampu berbagi atau memahami sudut pandang orang lain.

Memasuki usia sekolah, anak mulai belajar bersikap adil, berbagi giliran, dan membela teman yang diperlakukan tidak adil. Sementara itu, pada masa praremaja hingga remaja, mereka semakin mampu memahami dampak perilakunya terhadap orang lain dan lingkungan.

Karena itu, orang tua perlu menyesuaikan cara mengajarkan kepedulian dengan usia dan kemampuan anak.

Empat Cara Mengajarkan Anak Berbuat Baik

Orang tua dapat membantu anak mengembangkan perilaku prososial melalui hubungan yang hangat, keteladanan, kesempatan berlatih, dan apresiasi.

1. Bangun Hubungan yang Hangat dengan Anak

Hubungan yang penuh kasih membantu anak merasa aman dan dihargai. Pengalaman ini dapat menjadi dasar bagi anak untuk belajar memperlakukan orang lain dengan kepedulian yang sama.

2. Berikan Contoh Nyata

Orang tua merupakan salah satu panutan utama bagi anak. Kebiasaan berbicara dengan sopan, membantu orang lain, berbagi, dan menghargai perasaan orang lain dapat menjadi contoh yang ditiru dalam kehidupan sehari-hari.

3. Beri Kesempatan untuk Berlatih

Libatkan anak dalam kegiatan sederhana, seperti membantu pekerjaan rumah sesuai kemampuannya, bergiliran saat bermain, atau menolong teman.

Ketika terjadi perselisihan, orang tua dapat membimbing anak memahami sudut pandang orang lain dan mencari penyelesaian bersama.

4. Berikan Pujian

Saat anak menunjukkan perilaku baik, sampaikan apresiasi secara spesifik. Misalnya, ucapkan terima kasih karena anak telah membantu atau puji kepeduliannya terhadap teman.

Apresiasi ini membantu anak memahami perilaku yang dilakukannya sekaligus mengetahui manfaatnya bagi orang lain.

Meski demikian, mengajarkan kepedulian bukan berarti anak harus selalu menuruti permintaan orang lain atau mengabaikan kebutuhannya sendiri. Anak juga perlu belajar menetapkan batasan dan menyampaikan pendapatnya.

Dengan memberikan teladan, kesempatan berlatih, dan apresiasi, orang tua dapat membantu anak memahami bahwa berbuat baik bukan sekadar mengikuti perintah, melainkan juga menghargai perasaan orang lain tanpa mengabaikan dirinya sendiri.