Trans Fat Si Pembunuh dalam Senyap, Picu Kolesterol Tinggi Tanpa Disadari

Konsumsi trans fat meningkatkan risiko penyakit jantung hingga 20 persen lebih tinggi dibanding lemak jenuh biasa.

Diterbitkan 05 Mei 2026, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Trans fat adalah lemak trans yang muncul terutama dari minyak goreng yang dipanaskan berulang kali. Konsumsi makanan tinggi lemak trans meningkatkan risiko penyakit jantung hingga 20 persen lebih tinggi dari lemak jenuh biasa.

"Ketika minyak dipanaskan pada suhu tinggi, terutama saat dipakai berkali-kali, struktur kimianya berubah. Lemak tak jenuh tunggal atau ganda yang tadinya sehat berubah menjadi trans fat. Bentuk baru ini bersifat trans, artinya molekulnya bengkok dengan cara yang tidak dikenali tubuh Anda dengan baik,” kata dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Emile Tumpal Hombaron mengutip laman EMC, Selasa (5/5/2026).

Emile juga menilai bahwa trans fat adalah pembunuh senyap. Pasalnya, dari sisi biokimia, trans fat memiliki dampak ganda yang merusak. Pertama, trans fat meningkatkan LDL (Low-Density Lipoprotein/kolesterol jahat) dan menurunkan HDL (High-Density Lipoprotein/kolesterol baik) secara bersamaan—kombinasi paling buruk untuk pembuluh darah.

Kedua, trans fat memicu inflamasi di lapisan dalam pembuluh darah (endotel), mempercepat pembentukan plak aterosklerosis. Sel-sel imun mengenali trans fat sebagai zat asing, sehingga memicu respons peradangan yang berlangsung kronis. Ini seperti membuka keran peradangan yang terus mengalir di pembuluh darah.

Mengonsumi makanan yang digoreng berulang, makanan cepat saji, dan kue-kue komersial adalah sumber utama.

“Hindari kebiasaan membeli gorengan atau makanan olahan berlebihan. Pilih metode memasak yang lebih aman: kukus, rebus, atau panggang dengan minyak yang tidak dipanaskan terlalu tinggi,” saran dokter yang bertugas di RS EMC Alam Sutera.

Dampak Trans Fat pada Pembuluh Darah

Seiring waktu, plak membuat pembuluh darah menyempit dan aliran darah terganggu. Jantung harus bekerja lebih keras memompa darah. Pembuluh darah juga bisa menjadi kaku, meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.

Jika dibiarkan, aliran darah ke organ penting seperti jantung dan otak bisa terganggu. Hasilnya, peningkatan risiko penyakit jantung, stroke, hingga serangan jantung mendadak.

“Karena kolesterol tinggi tidak menunjukkan tanda khusus, pemeriksaan rutin sangat penting. Jangan menunggu sampai ada komplikasi,” saran Emile.

Cara Jaga Kolesterol Tetap Normal

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kolesterol tetap normal, yakni:

  • Pola makan sehat: batasi lemak jenuh dan makanan olahan, perbanyak sayur dan buah berserat.
  • Hindari trans fat: jauhi gorengan berulang dan makanan cepat saji; pilih kukus, rebus, atau panggang.
  • Olahraga rutin membantu menjaga kesehatan pembuluh darah.
  • Hindari rokok untuk mencegah kerusakan pembuluh darah lebih lanjut.

Kolesterol tinggi merusak pembuluh darah secara perlahan tanpa disadari. Menjaga gaya hidup sehat, menghindari trans fat, dan melakukan pemeriksaan rutin adalah langkah terbaik melindungi kesehatan jantung dan pembuluh darah.