Liputan6.com, Jakarta - Micro-cheating tetap bisa berdampak buruk, meskipun bukan aksi seperti perselingkuhan yang melibatkan fisik dan emosional secara besar.
Seorang terapis pernikahan dan keluarga, Erin Pash, mengungkapkan bahwa kondisi ini bisa menggores kepercayaan pasangan, mengutip Vogue, Senin (10/8/2026).
Apa Itu Micro-Cheating?
Advertisement
Micro-cheating merujuk pada aksi yang menyebabkan rusaknya kepercayaan dengan skala lebih kecil. Cara kerjanya bisa berbentuk komunikasi atau perhatian kecil terhadap orang lain di luar hubungan asmara pribadi.
Menurut seorang psikoterapis dari London, Inggris, Daren Banarsë, sesuai dengan kata “micro”, tindakan-tindakan yang menggambarkan istilah ini biasanya terjadi sangat samar. Pelaku tidak secara jelas bisa langsung dikatakan berselingkuh, namun tetap mengikis fondasi kepercayaan.
“Bahayanya bukan hanya di tindakan itu, melainkan pada bagaimana tindakan tersebut mencerminkan (pelan-pelan) terkikisnya batasan yang selama ini ada untuk menjaga keutuhan hubungan,” ujarnya.
Dia juga menambahkan kalau dunia emosional dengan pihak lain juga bisa terbentuk meksi tanpa kontak fisik.
Jika menurut terapis pasangan Terri DiMattero, micro-cheating sering melibatkan bahasa isyarat non-verbal yang halus. Tindakannya bisa berupa tatapan, tawa, atau sentuhan sederhana yang menciptakan keakraban atau keintiman.
Contoh-contoh micro-cheating dapat meliputi beberapa hal berikut.
- Mengirim pesan kepada seseorang secara diam-diam
- Menghapus pesan
- Tetap menjalin komunikasi dengan mantan atau orang yang pernah dekat
- Berbohong mengenai status hubungan kepada orang lain
- Berusaha mengambil hati orang lain yang tidak ada kaitannya dengan hubungan pribadi
- Menjalin persahabatan dengan lawan jenis secara berlebihan
- Berusaha menarik perhatian orang lain secara romantis
- Menyembunyikan pertemuan atau komunikasi dengan orang lain
Perbedaan dengan Perselingkuhan Biasanya
Keduanya disebut bersifat subjektif, meliputi pengkhianatan, ketidaksetiaan, atau rusaknya kepercayaan dalam hubungan itu sendiri.
Seorang konselor kesehatan mental Shainna Ali, PhD, berujar bahwa perselingkuhan bergantung pada batasan yang disepakati setiap pasangan.
Pada hubungan monogami, perselingkuhan umumnya dikaitkan dengan keterlibatan fisik atau seksual, sementara micro-cheating mengacu pada perilaku yang lebih samar tetapi bisa dianggap tidak menghargai pasangan.
“Micro-cheating bisa tampak sepele dan mudah diabaikan, namun jika terus berlanjut, hal-hal tersebut dapat membuka jalan menuju perselingkuhan yang sebenarnya,” kata Ali.
Advertisement
Cara Menyikapi Situasi Tersebut
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2782153/original/043243400_1555567136-photo-1449495169669-7b118f960251.jpg)
Menurut Banarsë, langkah awal yang bisa diterapkan ialah komunikasi. Mulailah untuk melepaskan beban pikiran dan perasaan tanpa menyerang pasangan. Artinya, komunikasi yang baik dan jelas tetap memegang kunci peranan.
“Ciptakan ruang untuk percakapan yang jujur. Dekati pasangan dengan sikap ingin tahu, bukan sekadar menyudutkan atau menuduh,” ujar Banarsë.
Hubungan yang sehat harus dipupuk dan dijaga, senada dengan pasangan yang supportif akan menanggapi kekhawatiran alih-alih menyepelekannya.
Mereka akan berupaya memperbaiki kepercayaan yang sempat pupus dan mencoba menjadi pribadi yang lebih baik. Namun, jika sebaliknya, perlu diperhatikan bahwa mungkin saja memang ada masalah secara mendasar sehingga menimbulkan ketidakcocokan.
“Pulihnya suatu hubungan itu menuntut kesediaan untuk menerima rasa tidak nyaman akibat ketidakpastian, sambil terus meyakinkan diri untuk percaya kalau hubungan tetap bisa terbentuk kembali,” tambah Banarsë.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320159/original/079435700_1786338337-Screenshot_2026-08-10_105856.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320337/original/020715600_1786345570-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-10T140430.897.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320072/original/053154100_1786333844-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-10T104516.679.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320188/original/007408700_1786339779-cek_fakta_-_sri_mulyani_berbagi_dana_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3135270/original/061795800_1590164990-etienne-boulanger-erCPgyXNlto-unsplash.jpg)