Kebiasaan Andalkan Kopi Saat Kurang Tidur Ternyata Bisa Picu 2 Masalah Ini

Minum kopi saat tubuh kelelahan memang bikin melek, tapi efeknya pada lambung bisa bikin kaget.

Diterbitkan 09 Mei 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang memilih minum kopi saat tubuh mulai terasa lelah atau mengantuk akibat kurang tidur. Secangkir kopi memang bisa membantu tubuh tetap terjaga dan terasa lebih 'alert'. Namun, di balik efek tersebut, ada risiko kesehatan yang sering tidak disadari, terutama bagi lambung.

Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM, Prof. Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, mengingatkan bahwa rasa mengantuk sebenarnya merupakan sinyal tubuh yang menunjukkan kondisi kelelahan.

"Gejala yang sering kita anggap ringan namun sebenarnya itu adalah sinyal tubuh adalah mengantuk. Mengantuk itu menunjukkan kita ada kelelahan di situ," ujarnya kepada Kesehatan Liputan6.com melalui aplikasi pesan singkat pada Jumat, 8 Mei 2026.

Kurang tidur menjadi salah satu penyebab utama tubuh mudah lelah. Sayangnya, banyak orang justru memilih mengandalkan kopi agar tetap bisa bekerja atau beraktivitas seperti biasa.

Menurutnya, kebiasaan tersebut memang bisa membantu seseorang tetap terjaga untuk sementara waktu. Namun jika dikonsumsi berlebihan, kopi dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, termasuk GERD dan peningkatan asam lambung.

"Nah, jelas ada efek sampingnya. Kalau kopinya berlebih-lebihan, biasanya kita ambil kafeinnya di atas 150 miligram. Maka yang terjadi adalah jantung berdebar-debar," tambahnya.

Tak hanya membuat jantung berdebar, kafein juga dapat meningkatkan produksi asam lambung. Kondisi ini berisiko memperparah gejala GERD, terutama pada orang yang memang memiliki riwayat gangguan lambung.

"Bisa saja asam lambung menjadi meningkat karena kafein ini akan meningkatkan produksi asam lambung," katanya.

 

Lawan Kantuk dengan Minum Kopi

GERD atau gastroesophageal reflux disease merupakan kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan.

Gejalanya bisa berupa sensasi panas di dada, mual, perut kembung, rasa pahit di mulut, hingga nyeri ulu hati. Pada sebagian orang, konsumsi kopi berlebihan saat kondisi tubuh sedang lelah juga dapat memperburuk keluhan tersebut.

Lebih lanjut, Ari menegaskan bahwa solusi utama saat tubuh lelah sebenarnya bukan kopi, melainkan istirahat yang cukup.

"Dan sebenarnya kecapekan atau sebenarnya obatnya lelah itu adalah istirahat, tidur," katanya.

Namun karena tuntutan pekerjaan dan aktivitas, banyak orang tetap memaksa tubuh untuk terus aktif dengan bantuan kopi atau minuman energi.

"Nah, cuma kita paksa dengan minum kopi. Akhirnya kita tetap alert. Tapi sebenarnya tubuh sudah tidak sanggup untuk terus bekerja," tambahnya.

 

Kunci Lawan Kantuk Bukan dengan Kopi

Dia juga menyoroti kebiasaan sebagian orang yang mengonsumsi minuman energi demi menjaga stamina. Meski tubuh terlihat masih kuat beraktivitas, kondisi fisik sebenarnya sudah mengalami kelelahan.

"Kopi dan kadang-kadang juga dengan minuman energi, kita tetap kuat. Kita tetap masih sadar walaupun secara fisik sebenarnya kita sudah lelah," ujarnya.

Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk lebih peka terhadap sinyal tubuh, termasuk rasa mengantuk dan kelelahan.

Alih-alih terus mengandalkan kopi, memenuhi kebutuhan tidur dan mengatur waktu istirahat dinilai jauh lebih penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.