Liputan6.com, Jakarta - Manfaat kopi untuk otak ternyata lebih dari sekadar membantu mengusir kantuk. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa minum kopi dalam jumlah yang wajar dapat meningkatkan kewaspadaan, menjaga konsentrasi, hingga dikaitkan dengan penurunan risiko beberapa penyakit saraf. Meski begitu, manfaat tersebut tidak berarti seseorang bebas mengonsumsi kopi tanpa batas.
Profesor Psikologi, Ilmu Saraf, serta Virologi Molekuler, Imunologi, dan Genetika Medis di Universitas Negeri Ohio dan Pusat Medis, Gary L. Wenk, menjelaskan bahwa manfaat minum kopi bagi otak berkaitan dengan cara kafein bekerja di dalam sistem saraf.
Manfaat Kopi untuk Otak Berawal dari Cara Kerja Kafein
Menurut Wenk, otak tetap bekerja meski seseorang sedang tertidur. Selama tidur, otak terus menggunakan molekul energi yang disebut ATP untuk menjalankan berbagai fungsi penting. "Selama Anda tidur, otak terus menghabiskan banyak molekul energi yang disebut ATP," tulis Wenk di psychologytoday.
Advertisement
Ketika ATP dipecah untuk menghasilkan energi, tubuh menghasilkan adenosin sebagai produk sampingan. Semakin banyak adenosin yang menumpuk, semakin kuat rasa kantuk yang muncul. Kondisi ini juga membuat seseorang menjadi kurang waspada dan lebih sulit berkonsentrasi setelah bangun tidur.
Di sinilah manfaat kopi untuk otak mulai terlihat. Menurut Wenk, kafein bekerja dengan menghambat efek adenosin sehingga sel-sel saraf penghasil asetilkolin dapat kembali aktif.
"Kafein dalam kopi mampu menghambat kerja adenosin sehingga neuron penghasil asetilkolin dapat kembali aktif. Dampaknya, kemampuan seseorang untuk tetap waspada dan berkonsentrasi ikut meningkat,"Â ujar Wenk.
Asetilkolin merupakan zat kimia di otak yang berperan penting dalam proses belajar, mengingat informasi, menjaga perhatian, mengatur suasana hati, hingga mengendalikan gerakan tubuh. Karena itu, banyak orang merasa lebih fokus setelah minum secangkir kopi pada pagi hari.
Jangan Berlebihan Minum Kopi
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/9296541/original/019763400_1784017022-Ilustrasi_Kopi__Minum_Kopi_oleh_Aditya_Eka_Prawira__1_.jpeg)
Meski memiliki manfaat minum kopi bagi otak, Wenk mengingatkan bahwa konsumsi kafein tetap harus dibatasi. Menurutnya, sekitar lima gram kafein atau setara sekitar 25 cangkir kopi yang diminum dalam waktu singkat dapat berakibat fatal bagi orang dewasa.
Sementara itu, konsumsi lebih dari 400 miligram kafein per hari dikaitkan dengan meningkatnya risiko gangguan pada sistem kardiovaskular, terutama pada individu yang rentan.
Konsumsi kafein secara berlebihan dalam jangka panjang juga dapat meningkatkan tekanan darah, mempercepat denyut jantung, dan meningkatkan risiko gangguan irama jantung.
Dengan kata lain, manfaat kopi hanya dapat dirasakan jika dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai. Sebaliknya, konsumsi berlebihan justru dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.
Penelitian Ungkap Manfaat Kopi untuk Otak
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/9296539/original/006351500_1784017022-Ilustrasi_Kopi__Minum_Kopi_oleh_Aditya_Eka_Prawira__3_.jpeg)
Di balik risikonya, berbagai penelitian menunjukkan bahwa manfaat kopi untuk otak juga patut diperhatikan.
Wenk mengungkapkan bahwa hasil penelitian selama lebih dari 40 tahun menemukan konsumsi kopi dalam jumlah sedang berkaitan dengan penurunan risiko penyakit Parkinson.
Bahkan, peningkatan konsumsi kopi hingga sekitar lima cangkir per hari dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit tersebut secara bertahap.
Selain itu, sejumlah penelitian berskala besar juga menemukan bahwa orang yang mengonsumsi lebih dari tiga cangkir kopi per hari memiliki risiko lebih rendah mengalami glioma, yaitu jenis tumor otak yang paling umum.
Tak hanya itu, konsumsi kopi juga dikaitkan dengan lebih rendahnya kejadian infark kecil di otak akibat stroke iskemik. Kebiasaan ini juga dipercaya membantu meningkatkan sistem antioksidan alami otak yang berfungsi melindungi sel-sel saraf dari kerusakan.
Kopi Bukan Obat untuk Mencegah Penyakit Otak
Meski berbagai penelitian menunjukkan manfaat kopi untuk otak, Wenk menegaskan bahwa kopi bukanlah obat untuk mencegah penyakit saraf.
Manfaat tersebut paling mungkin diperoleh jika kopi dikonsumsi dalam jumlah sedang dan menjadi bagian dari gaya hidup sehat. Artinya, kebiasaan minum kopi tetap perlu diimbangi dengan tidur yang cukup, rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta mengendalikan faktor risiko penyakit kronis.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311330/original/051013700_1785399316-Screenshot_2026-07-30_144448.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5455556/original/058687200_1766711056-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-26T080132.246.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311263/original/065323400_1785395699-cek_fakta_-_pppk_guru_sekolah_rakyat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309638/original/028473800_1785232963-cek_fakta_-_bansos_balita.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/9296540/original/013361800_1784017022-Ilustrasi_Kopi__Minum_Kopi_oleh_Aditya_Eka_Prawira__2_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306581/original/066326000_1784884535-e0eda8fb-7bf5-4faa-934f-d8b00610f32b__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304708/original/075231500_1784736345-Foto_3_-_Nespresso_x_Blue_Bottle_Coffee.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304351/original/076797400_1784713210-Screenshot_2026-07-22_163843.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303880/original/015679500_1784697407-ChatGPT_Image_Jul_22__2026__12_07_51_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4645120/original/074567700_1699758609-WhatsApp_Image_2023-11-12_at_09.53.52_429fc32f_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296541/original/019763400_1784017022-Ilustrasi_Kopi__Minum_Kopi_oleh_Aditya_Eka_Prawira__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301319/original/067440300_1784450165-HL_es_kopi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300783/original/066740000_1784380953-pandan_latte.jpg)