Liputan6.com, Jakarta - Kondisi emosi seseorang dapat memengaruhi dalam mengambil keputusan finansial seperti disampaikan psikolog klinis Olphi Disya Arinda.
Seseorang dengan emosi tidak stabil --misalnya karena kurang tidur atau stres-- lebih rentan belanja impulsif, berfoya-foya, membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan lalu menyesal setelahnya.
Sebaliknya, ketika kondisi mental lebih stabil, tidur cukup, stres terkelola seseorang cenderung lebih mampu mengelola keuangan lebih baik.
Advertisement
"Seseorang dengan emosi seimbang akan lebih mampu dalam membuat rencana keuangan, lalu memiliki dorongan lebih cepat ketika membuat keputusan, lebih mampu menganalisis risiko jangka panjang dan berpikir sesuai target," kata Disya.
Lebih lanjut, psikolog lulusan Universitas Indonesia ini menuturkan bahwa hal ini berkaitan dengan fungsi prefrontal cortex di otak yang berperan dalam pengambilan keputusan. Dalam kondisi mental yang stabil, bagian otak tersebut dapat bekerja lebih optimal sehingga seseorang lebih bijak dalam mengelola keuangan.
"Prefrontal cortex jadi tidak lemah ketika kondisi mental stabil," tuturnya dalam acara bersama Kredivo di Jakarta beberapa saat lalu.
Sementara itu, ketika emosi seseorang tidak stabil maka ia menjadi sulit untuk berpikir logis atau berpikir dengan cara yang cukup bijak lantaran area di bagian otak yakni amigdala di otak yang berfungsi mengontrol emosi terpicu menjadi lebih aktif.
“Otak logis kita tuh jadi kayak redup, jadi kita enggak bisa melakukan perencanaan atau pengambilan keputusan yang bijak. Inilah yang membuat seseorang itu cenderung impulsif, menghindar kalau ada masalah atau mengambil keputusan jangka pendek,” tuturnya.
Kenapa Saat Stres Lebih Ingin Beli Sesuatu?
Penjelasan Disya di atas selaras dengan kejadian ketika seseorang stres jadi lebih banyak pengeluaran. Misalnya jadi ingin belanja sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan atau jadi langganan OTT yang sebenarnya tidak butuh-butuh amat.
Hal ini terkait dengan financial coping atau uang itu sering digunakan menjadi alat untuk regulasi emosi atau membuatnya senang saat kondisi sedih atau tak nyaman.
“Banyak orang yang menggunakan financial coping. Jadi, uang itu bukan cuman alat tukar, bukan alat tukar antarbarang aja, tapi juga alat tukar emosi, yang tadinya sedih biar bisa jadi senang lagi,” kata Disya mengutip Antara.
Kondisi ini kerap muncul ketika seseorang merasa insecure atau ada bagian dari dirinya yang tidak puas sehingga mengeluarkan uang seolah seperti punya kontrol atau punya power.
“Banyak orang juga yang mengeluarkan uang tidak pada tujuan yang tepat, sehingga bisa jadi ini ada latar belakang kondisi emosi yang bisa dibilang kurang sehat. Tanpa disadari ini menciptakan pola yang namanya emotional spending atau emotional debt,“ tutur dia.
Advertisement
Terapkan S T O P saat Belanja
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/6034647/original/079813300_1778925493-WhatsApp_Image_2026-05-16_at_4.53.42_PM.jpeg)
Supaya tidak terpengaruh belanja yang impulsif alias berujung penyesalan berikut yang bisa dilakukan dengan menerapkan S T O P.
"Nah kita memang harus stop (menghentikan dulu apa yang sedang kita kerjakan), baru kita tadi pakai metode S T O P itu tadi," tutur Disya.
S T O P yang dimaksud artinya
1. Stop
Hentikan kegiatan, termasuk taruh handphone atau kartu sebelum melakukan pembayaran.
2. Take a Breath
Atur napas secara perlahan-lahan agar membuat tenang dan rileks.
3. Observe
Amati kondisi diri saat membeli. "Beli barang ini karena butuh? Beli barang ini karena FOMO? atau biar tidak kalah dari tetangga atau karena stres," kata Disya.
4. Proceed
Jika berdasarkan observasi barang tersebut dibutuhkan maka bisa dilanjutkan dengan pembayaran. Namun, jika tidak taruh saja di keranjang bila belanja online sehingga Anda bisa pikir-pikir lagi di kemudian hari.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496891/original/097309800_1770608635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T103958.761.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710243/original/038928400_1782790135-IMG_3966.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715404/original/084148600_1782803575-Cek_fakta_bsu_25_juta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5143827/original/068032400_1740554999-Membahas_pengeluaran.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389795/original/062452300_1782269925-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715414/original/056650500_1782804083-AP26180851266408.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711445/original/003693600_1782792455-000_B8QK6YV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715315/original/077601700_1782799662-Netherlands__Jan_Paul_van_Hecke.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714917/original/028527700_1782798194-Brazil_s_Gabriel_Martinelli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625301/original/096522400_1782619158-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8713141/original/058795600_1782795003-Germany_players_are_dejected.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710893/original/011996500_1782791219-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.43.26__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709002/original/001727100_1782787701-000_B8QH9N2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711341/original/045734100_1782792164-IMG-20260630-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7762684/original/039165800_1780572551-IMG_7872.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3916658/original/071126000_1643276795-pexels-photo-3943748.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7434590/original/024560100_1780211051-Penipuan_WO.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6497047/original/076308500_1779353887-ini-besaran-umk-2016-se-jabar-karawang-tertinggi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5763777/original/071600100_1778666768-IMG-20260513-WA0030.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5760049/original/009734400_1778662974-9627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5756389/original/088096900_1778658632-Kejagung_Prabowo.jpeg)