Liputan6.com, Makkah - Diorientasi berbeda dengan demensia. Kedua kondisi itu kerap dianggap sama, padahal memiliki penyebab dan karakteristik berbeda.
Disorientasi merupakan kondisi kebingungan terhadap waktu, tempat, maupun orang yang muncul secara mendadak. Sementara demensia merupakan gangguan penurunan fungsi otak yang berlangsung kronis dan progresif.
Pada kondisi disorientasi, seseorang dapat lupa lokasi keberadaannya, tidak mengenali orang di sekitar, atau bingung terhadap waktu dan aktivitas yang sedang dijalani. Kondisi itu biasanya dipicu faktor seperti kelelahan, dehidrasi, kurang tidur, infeksi, efek obat, serta perubahan lingkungan ekstrem.
Advertisement
Sebaliknya, demensia berkembang perlahan dan memengaruhi daya ingat, kemampuan berpikir, komunikasi, perilaku, serta aktivitas sehari-hari. Salah satu bentuk demensia yang paling dikenal adalah Alzheimer.
Dokter spesialis kesehatan jiwa yang bertugas di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja (Daker) Makkah, dr. Rismayanti, Sp.KJ, mengatakan, banyak jemaah lansia mengalami disorientasi setelah tiba di Arab Saudi karena harus beradaptasi dengan kondisi baru.
"Perubahan lingkungan, suhu panas, kepadatan jemaah, dan kelelahan fisik menjadi faktor utama yang memicu disorientasi akut pada lansia," kata Rismayanti pada tim Media Center Haji di Makkah pada Kamis, 14 Mei 2026.
Dia menjelaskan suhu udara di Makkah yang mencapai lebih dari 40 derajat Celsius memperbesar risiko gangguan orientasi pada jemaah lanjut usia. Kondisi tubuh yang lelah setelah perjalanan panjang juga mempercepat munculnya kebingungan akut.
Menurut dia, tidak semua lansia yang mengalami disorientasi memiliki demensia. Banyak kasus muncul akibat penurunan kondisi fisik sementara dan dapat pulih setelah jemaah beristirahat cukup.
"Disorientasi itu gejala kebingungan sementara, sedangkan demensia merupakan gangguan kognitif yang berlangsung lama dan terus berkembang," ujarnya.
Petugas kesehatan menemukan beberapa tanda awal disorientasi pada jemaah, seperti bingung menentukan arah, mondar-mandir tanpa tujuan jelas, sulit mengenali lokasi pemondokan, serta lupa identitas orang di sekitarnya.
Rismayanti meminta pendamping maupun sesama jemaah segera melapor kepada petugas kesehatan jika menemukan perubahan perilaku pada jemaah lansia. Penanganan cepat dinilai penting untuk mencegah kondisi memburuk.
Â
Hal-Hal yang Bisa Dilakukan Petugas Haji
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5941732/original/031418600_1778838891-Tiga_kloter_terakhir_jemaah_haji_Indonesia_meninggalkan_Madinah_pada_Jumat__15_Mei_2026.__dok._Media_Center_Haji_2026__.jpg)
Dia mengatakan petugas kesehatan haji mengutamakan pendekatan preventif dan humanis dalam menangani jemaah yang mengalami gangguan orientasi. Petugas tidak hanya memberi pengobatan, tapi juga memastikan kebutuhan dasar jemaah terpenuhi.
"Kami memastikan jemaah cukup minum, mendapat nutrisi yang baik, dan tidak mengalami kelelahan fisik berlebihan," katanya.
Petugas kesehatan juga melakukan reorientasi untuk membantu jemaah mengenali kembali tempat, waktu, dan orang di sekitarnya. Langkah itu dilakukan bersamaan dengan rehidrasi untuk mengatasi kekurangan cairan tubuh.
Menurut Rismayanti, dehidrasi sering menjadi penyebab utama munculnya kebingungan pada jemaah lansia. Dia meminta jemaah rutin minum meski tidak merasa haus.
"Cuaca panas membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat. Banyak jemaah tidak sadar sudah mengalami dehidrasi," ujarnya.
Â
Advertisement
Calon Jemaah Haji Kurangi Ibadah Sunnah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5941733/original/091998500_1778838906-Tiga_kloter_terakhir_jemaah_haji_Indonesia_meninggalkan_Madinah_pada_Jumat__15_Mei_2026.__dok._Media_Center_Haji_2026___.jpg)
Selain menjaga asupan cairan, jemaah juga diminta membatasi aktivitas fisik yang terlalu berat. Petugas kesehatan mengimbau lansia tidak memaksakan diri menjalankan ibadah sunnah berulang di tengah cuaca panas.
Tim kesehatan haji menilai pengaturan aktivitas menjadi penting agar jemaah tetap bugar menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Terpisah, Plt. Kepala Pusat Kesehatan Haji (Kapuskeshaj) RI, dr. Dani Pramudya, mengatakan, proses pemulihan jemaah yang mengalami disorientasi umumnya berlangsung antara satu hingga dua hari.
Selama masa pemulihan, jemaah memerlukan pendampingan intensif dari keluarga atau ketua rombongan. "Jemaah jangan dibiarkan sendiri. Pendamping harus terus membantu mereka mengenali lingkungan sekitar agar orientasinya kembali pulih," kata Dani kepada tim Media Center Haji di Makkah, Kamis.
Dia menjelaskan bahwa lansia dengan riwayat diabetes, hipertensi, atau gangguan daya ingat lebih rentan mengalami kebingungan saat menghadapi cuaca panas dan aktivitas padat di Tanah Suci.
Petugas kesehatan haji terus melakukan pemantauan terhadap kelompok risiko tinggi di setiap sektor pemondokan. Pemeriksaan dilakukan secara berlapis, mulai dari tenaga kesehatan kloter, dokter sektor, hingga dokter spesialis di KKHI.
Selain pelayanan medis, petugas juga mengedukasi jemaah dan keluarga mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental selama berhaji. Menurut dr. Rismayanti, ibadah haji tidak hanya membutuhkan kesiapan spiritual, tetapi juga ketahanan fisik dan psikologis.
Dia juga meminta masyarakat tidak mengaitkan disorientasi dengan mitos atau anggapan nonmedis. Gangguan orientasi pada lansia, kata dia, dapat dijelaskan secara ilmiah dan bisa ditangani melalui pendampingan yang tepat.
"Kalau ditemukan lebih awal dan ditangani cepat, kondisi jemaah biasanya bisa membaik dan kembali menjalankan ibadah dengan baik,"Â pungkasnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493673/original/005478800_1770263148-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-05T103223.078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782149/original/002861400_1782877955-Cek_fakta_-_SIM_seumur_hidup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5449906/original/063102600_1766118428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-19T112523.408.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/342404/original/077297200_1734360117-IMG_3333.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6090438/original/068056400_1778977203-Dokter_spesialis_kesehatan_jiwa_yang_bertugas_di_Klinik_Kesehatan_Haji_Indonesia__KKHI__Daerah_Kerja__Daker__Makkah__dr._Rismayanti__Sp.KJ_.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/262/original/004103300_1521089203-WhatsApp_Image_2018-03-15_at_12.45.09.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262583/original/036434300_1781838197-000_B7LE9YQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776146/original/063906300_1782856231-Sweden_s_Lucas_Bergvall__7__and_Yasin_Ayari__18__defend_France_s_Ousmane_Dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776150/original/042954000_1782857106-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263357/original/030094600_1781903941-063_2282397170.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8676158/original/021295200_1782719955-WhatsApp_Image_2026-06-29_at_14.42.37.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5169602/original/028083200_1742538564-PHOTO-2025-03-21-09-58-27.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519470/original/036664900_1782446330-photo_2026-06-23_14-33-35__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519468/original/030142200_1782446310-photo_2026-06-23_14-33-34.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524317/original/080960700_1782453855-Lowongan_BPKH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5303081/original/010753100_1754044504-1000408667.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5533582/original/000661600_1773744865-IMG_2841.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8275221/original/010217800_1782128767-WhatsApp_Image_2026-06-22_at_18.04.17.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8272432/original/081955200_1782124261-Mbah_Marsiyah__jemaah_Indonesia_tertua__bergeser_ke_Madinah__21_Juni_2026.__dok._Media_Center_Haji_.jpg)