Liputan6.com, Jakarta - Tekanan darah tinggi pada usia terlalu muda kerap dikaitkan dengan hipertensi sekunder. Tidak seperti hipertensi biasa atau primer, hipertensi sekunder tidak disebabkan kekakuan pembuluh darah.
“Ini namanya hipertensi yang sekunder, sebagian besar orang itu mengalami hipertensi yang primer yang terjadi karena kekakuan pembuluh darah. Kita makin tua pembuluh darah kita tuh mulai tidak elastis, kaku, nah itulah yang mengakselerasi terjadinya kenaikan tekanan darah,” jelas dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal dan hipertensi, Ni Made Hustrini kepada Liputan6.com dalam temu media di Jakarta, Minggu, 18 Mei 2026.
“Tapi kalau terjadinya misalnya usia 15 tahun, 18 tahun, di bawah 30 tahun, kalau dia sudah menderita tekanan darah tinggi kita harus pikirkan, 'Oh ini mungkin ada sesuatu',” imbuhnya.
Advertisement
Dengan kata lain, hipertensi sekunder umumnya terjadi pada usia ekstrem, terlalu muda atau terlalu tua. Alih-alih karena kekakuan pembuluh darah, hipertensi sekunder biasanya dipicu gangguan ginjal atau gangguan hormon terutama tiroid. Bisa pula karena gangguan lain yang mengganggu pengaturan tekanan darah.
Dilansir Cleveland Clinic, hipertensi sekunder adalah tekanan darah tinggi dengan penyebab yang dapat diidentifikasi. Seringkali, penyebabnya adalah kondisi medis atau obat yang dikonsumsi. Umumnya, tekanan darah bisa diturunkan dengan mengobati pemicunya.
Hipertensi sekunder berbeda dengan hipertensi primer, yang tidak memiliki satu penyebab yang jelas. Sebagian besar kasus hipertensi adalah primer. Para ahli dulunya berpikir bahwa hanya 5 hingga 10 persen kasus tekanan darah tinggi memiliki penyebab sekunder. Tetapi penelitian terbaru menunjukkan bahwa jumlah sebenarnya kasus hipertensi sekunder mungkin jauh lebih tinggi. Ini karena banyak kasus tidak dikenali atau didiagnosis sebagai hipertensi primer.
Penyebab Hipertensi Sekunder
Penyebab hipertensi sekunder dari yang paling umum hingga yang paling jarang meliputi:
- Apnea tidur obstruktif
- Stenosis arteri ginjal
- Aldosteronisme primer (sindrom Conn)
- Obat-obatan, alkohol, atau zat lain
- Penyakit parenkim ginjal
- Tumor (feokromositoma dan paraganglioma)
- Sindrom Cushing
- Tiroid kurang aktif (hipotiroidisme)
- Tiroid terlalu aktif (hipertiroidisme)
- Koarktasi aorta.
Sementara, obat-obatan yang dapat meningkatkan tekanan darah meliputi:
- Amfetamin
- Inhibitor angiogenesis, seperti bevacizumab, yang digunakan untuk mengobati kanker
- Antidepresan
- Kortikosteroid (sistemik), seperti prednison dan metilprednisolon
- Dekongestan
- Imunosupresan
- Kontrasepsi oral
- Nonsteroidal Anti-inflammatory Drugs (NSAID)
- Antipsikotik generasi kedua (atipikal).
Semua obat memiliki manfaat dan risiko. Jika merasa salah satu obat meningkatkan tekanan darah, bicarakan dengan penyedia layanan kesehatan. Tanyakan kepada mereka apakah harus terus mengonsumsi obat tersebut.
Zat lain yang dapat menyebabkan hipertensi sekunder meliputi:
- Alkohol
- Suplemen herbal
- Nikotin
- Obat-obatan terlarang.
Advertisement
Gejala Hipertensi Sekunder
Hipertensi sekunder biasanya tidak memiliki gejala kecuali tekanan darah sangat tinggi. Tetapi seseorang dapat mengalami gejala dari kondisi mendasar yang memicunya.
Jika disebabkan hipertiroid gejalanya bisa peningkatan jumlah keringat, tremor tangan, merasa cemas atau gugup, penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, detak jantung cepat, jantung berdebar-debar. Bisa pula muncul gejala kelelahan, suara serak, penambahan berat badan, kelemahan otot, mati rasa di tangan, dan kabut otak.
Jika disebabkan apnea tidur obstruktif maka gejala yang dapat timbul yakni sering terbangun di malam hari, napas terhenti saat tidur, mendengkur, keringat malam, kelelahan di siang hari, perubahan suasana hati, kesulitan berkonsentrasi.
Jika disebabkan penyempitan arteri ginjal, gejalanya bisa berupa kebingungan, kesulitan tidur, edema, kelelahan, sakit kepala, kehilangan nafsu makan, kulit kering atau gatal (gejala ini muncul seiring memburuknya penyakit).
Pengobatan Hipertensi Sekunder
Pengobatan hipertensi sekunder tergantung pada penyebabnya. Karena banyak kondisi berbeda dapat menyebabkan hipertensi sekunder, ada banyak kemungkinan pengobatan. Penyedia layanan kesehatan akan merencanakan pengobatan yang sesuai dengan kondisi masing-masing individu.
Beberapa pengobatan yang mungkin direkomendasikan dokter pada pasien adalah:
- Mengonsumsi obat untuk menurunkan tekanan darah
- Mengonsumsi obat untuk mengobati kondisi medis lainnya
- Mengubah pola makan atau minum
- Membatasi konsumsi alkohol
- Berhenti merokok
- Melakukan aktivitas fisik secara teratur
- Menggunakan alat seperti mesin Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) untuk atasi apnea tidur
- Menjalani prosedur atau operasi.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566966/original/026954400_1777262107-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-27T105347.703.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111045/original/054516000_1783054306-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-03T114409.776.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/6216282/original/049802700_1779093871-hipertensi.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263708/original/008484100_1781965366-AP26163792490542.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257811/original/016545500_1781257256-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264340/original/096862300_1782107767-salah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8331592/original/085679400_1782201838-mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9133935/original/022673500_1783073947-AP26184046344844.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4246766/original/006828700_1669910509-AP22335568653043.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519978/original/083186800_1782447080-063_2283364620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9108027/original/057222500_1783044209-063_2284404573.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9107329/original/011934200_1783043803-063_2284409214.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8624685/original/076624500_1782618194-000_B8K274B.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9107326/original/029939500_1783043802-063_2284407272.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9076838/original/076638200_1783028282-000_B8H386V.jpg)