Bundibugyo, Strain Virus Ebola yang Memicu Wabah di Kongo

Angka kematian strain Ebola satu ini berkisar 30-40 persen, lebih rendah dari Zaire.

Diterbitkan 19 Mei 2026, 12:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - World Health Organization (WHO) mengungkapkan wabah yang terjadi di Kongo kali ini karena virus Ebola jenis atau strain Bundibugyo.

Hingga Selasa, 19 Mei 2026, virus Ebola strain Bundibugyo telah menyebabkan 118 kematian dan 390 lainnya suspek.

Untuk diketahui virus Ebola memiliki tiga strain yaitu virus Zaire, virus Sudan dan virus Bundibugyo. Nama Bundibugyo diambil dari nama provinsi di Uganda tempat strain virus ini pertama kali diidentifikasi selama wabah pada tahun 2007-2008.

Lalu, wabah kedua Ebola virus Bundibugyo terjadi pada tahun 2012 di Kongo.

Menurut studi global yang diterbitkan pada tahun 2024, virus Bundibugyo memiliki angka kematian 30 hingga 40 persen orang yang terinfeksi. Angka ini lebih rendah dibanding strain virus Zaire yang menyebabkan kematian hingga 90 persen seperti mengutip Straits Time.

Cara Penularan Ebola Virus Bundibugyo

Virus ini menular dengan cara yang sama seperti virus Ebola lainnya yakni melalui kontak dekat dengan cairan tubuh pasien yang sakit atau meninggal, seperti keringat, darah, feses, atau muntah.

Dengan cara penularna seperti itu, petugas kesehatan dan anggota keluarga yang merawat pasien yang sakit menghadapi risiko tertinggi.

“Jadi, sangat sering kita melihat dokter dan perawat termasuk yang pertama terinfeksi dan meninggal,” kata dokter spesialis penyakit menular yang juga epidemiolog, Celine Gounder yang pernah menangani pasien Ebola di Afrika pada 2014-2016.

Meski angka kematian virus Bundibugyo lebih rendah dari Zaire, Gounder mengatakan hal tersebut tetap menakutkan.

“Saya pikir tingkat kematian lebih dari 30% masih cukup menakutkan, tetapi sulit untuk mengatakannya dengan tepat karena kita tidak memiliki banyak pengalaman,” kata Gounder mengutip AP, Selasa, 19 Mei 2026.

 

Pengobatan Ebola Jenis Virus Bundibugyo

Sejauh ini, untuk Ebola karena strain Bundibugyo memang belum ada obat dan vaksin yang disetujui WHO. Maka bila mengacu pada dua wabah Bundibugyo sebelumnya, perawatan medis yang diberikan ke pasien adalah bersifat pendukung.

Perawatan medis pendukung yang tepat dapat mengurangi angka kematian secara signifikan. Itu termasuk memberikan banyak cairan infus atau oral kepada pasien seperti disampaikan Gounder.

Tes untuk Virus Bundibugyo

Tes untuk Ebola virus Bundibugyo memang ada, tetapi tidak banyak digunakan. Analisis awal sampel dalam wabah saat ini menggunakan tes standar yang tidak mendeteksi virus tersebut. Alhasil, karena tes yang digunakan tidak pas maka mendapatkan hasil negatif palsu.

“Karena tes awal mencari strain Ebola yang salah, kami mendapatkan hasil negatif palsu dan kehilangan waktu respons selama berminggu-minggu,” kata Dr. Matthew Kavanagh, Direktur Pusat Kebijakan & Politik Kesehatan Global Universitas Georgetown di Washington, D.C mengutip Strait Times.

Terlambat mengetahui strain Bundibugyo membuat virus itu telah menyebar dan menularkan ke banyak orang.

 

Perbedaan Bundibugyo dengan Strain Virus Ebola Lain

Perbedaan susunan genetik antara virus Bundibugyo dengan strain Ebola lain memengaruhi virulensi (daya penularan), diagnosisnya, dan ketersediaan pengobatan medis.

Dibandingkan dengan strain Zaire, yang dengan cepat bereplikasi hingga mencapai tingkat tinggi dalam tubuh pasien, Bundibugyo bereplikasi lebih lambat.

Bundibugyo juga lebih lambat dalam menyerang, melumpuhkan, dan membunuh sel-sel kekebalan, yang pada akhirnya melumpuhkan pertahanan kekebalan pasien.

Namun, masa inkubasi virus Bundibugyo dan virus Zaire hampir sama. Rata-rata delapan hingga 10 hari tetapi kadang-kadang berlangsung hingga tiga minggu.

Sebuah studi baru-baru ini terhadap para penyintas wabah Bundibugyo tahun 2007 yang menemukan gejala persisten dan perubahan kekebalan dan metabolisme menyimpulkan bahwa secara keseluruhan, Bundibugyo mungkin memiliki efek jangka panjang yang kurang parah pada hati dan ginjal daripada strain Zaire.