Liputan6.com, Jakarta - Penelitian baru dari Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI) menunjukkan bahwa mayoritas anak penerima Makan Bergizi Gratis (MBG) berasal dari rumah tangga perokok. Dilihat dari persentasenya, anak penerima MBG dari keluarga non-perokok sebanyak 28.7 persen. Sedangkan, penerima MBG dari keluarga perokok mencapai 71,3 persen.
"Kalau dilihat dari data yang lebih mendalam, tujuh dari 10 rumah tangga tersebut memiliki setidaknya satu perokok di dalam rumah tangganya. Kemudian terdapat indikasi, meski jumlahnya tidak terlalu besar, ada perokok anak di dalam rumah tangga tersebut," kata peneliti PKJS-UI, Santoso, MSE., dalam diseminasi hasil penelitian di Jakarta pada Kamis, 4 Juni 2026.
Dia, menambahkan, ada beberapa faktor yang mendorong anak mulai merokok, termasuk karena pengaruh dari orang tua. "Orang tua di rumah merokok kemudian anaknya menduplikasi orang tuanya sehingga ikut merokok," kata Santoso.
Advertisement
Studi bertajuk Perilaku Merokok dalam Rumah Tangga Anak Penerima Makan Bergizi Gratis (MBG)Â juga menunjukkan anak dengan berat badan kurang atau underweight lebih banyak ditemukan di keluarga perokok (67,1 persen).
Dari aspek gizi, keluarga perokok cenderung mengonsumsi makanan yang tidak bergizi, seperti makanan olahan dan gorengan. "Secara umum bisa dikatakan bahwa (keluarga perokok) pola makan bergizinya juga bermasalah," ujarnya.
Keluarga Perokok Cederai Program MBG
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/7743636/original/088327300_1780551050-aryana.jpeg)
Dalam kesempatan yang sama, ketua dan peneliti PKJS-UI Aryana Satrya mengatakan bahwa konsumsi rokok berpotensi mencederai tujuan program gizi.
"Penelitian kami menunjukkan bahwa perilaku merokok itu akan membuat generasi yang tidak sehat, tidak produktif, padahal kita mau mencapai Indonesia Emas. Konsumsi rokok kami perkirakan akan mencederai tujuan program gizi karena tujuan utamanya berisiko tidak tercapai optimal," kata Aryana.
Dia, menambahkan, konsumsi rokok dapat menurunkan kecukupan gizi dan kesehatan anak. Kebiasaan merokok juga mengurangi kemampuan keluarga untuk membeli makanan bergizi dan layanan kesehatan.
Menurut Aryana, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat mengurangi beban keluarga untuk membelikan makan pada anak dan pengeluaran untuk uang saku. Dengan penghematan ini, maka diharapkan daya beli keluarga menjadi lebih tinggi untuk sesuatu yang bermanfaat.
"Tetapi ternyata ada kemungkinan pengeluarannya itu dipakai untuk membeli rokok alih-alih untuk membeli yang bermanfaat seperti makanan bergizi, pendidikan, kesehatan dan sebagainya," ujarnya.
Konsumsi rokok dalam keluarga tak hanya bisa menghambat pemenuhan gizi anak tapi juga memicu penyakit, gizi buruk, stunting, hingga kualitas sumber daya manusia (SDM) rendah.
"Keluarga perokok juga memiliki peluang lebih miskin 6 persen, jadi udah sakit miskin pula," ujar Aryana.
Advertisement
Harusnya Kepala Keluarga Sayang Anak Istri
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/7748912/original/048506200_1780556734-nadia.jpeg)
Menanggapi hasil penelitian tersebut, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan, Dr Siti Nadia Tarmizi, mengatakan, seharusnya kepala keluarga itu sayang anak dan istri.
"Aktivitas merokok di rumah itu masih 45 persen, tidak ada kesadaran di rumah tangga tentang pemahaman bagaimana melindungi anak dan istri. Padahal kan anak istri itu harusnya disayang bapak-bapak. Ternyata enggak ada tuh kesadaran para kepala keluarga untuk melindungi anak istri dari asap rokok," ujar Nadia.
Nadia, menambahkan, pajanan asap rokok tidak hanya berdampak pada perokok tapi juga keluarganya.
"Kita bisa lihat perempuan juga banyak kan yang sakit kanker paru karena menjadi perokok pasif," tambahnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301033/original/004849700_1784434276-blt_umkm_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298964/original/044978900_1784188695-Screenshot_2026-07-15_123742bbbb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299928/original/085453400_1784279402-cek_fakta_dana_hibah_prabowo_-_purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6454660/original/051756600_1779318782-1001276959.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/7752565/original/030731900_1780561136-Santoso.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301703/original/072952300_1784513338-AP26200795262872.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301623/original/095037200_1784505166-ar6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301645/original/011342100_1784508477-WhatsApp_Image_2026-07-20_at_06.14.43__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301615/original/050018500_1784504753-enzo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301648/original/090533900_1784509911-000_C2LJ4BG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301590/original/096790100_1784498446-063_2286805977.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301595/original/065930700_1784499809-000_C2LD9FF.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301642/original/073800100_1784506920-trump.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301606/original/080786700_1784502167-063_2286810313.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301593/original/066412700_1784499333-000_C2LD8RK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295142/original/069729000_1783915656-mbg8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300044/original/010054200_1784285272-1001471201.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299577/original/021831700_1784265886-1001470336.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511551/original/045597200_1771912531-SPPG.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294688/original/098312700_1783851042-Screenshot_2026-07-12_170822.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7632888/original/091705200_1780421506-IMG-20260602-WA0042.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298174/original/079362100_1784132368-IMG-20260715-WA0035.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/9297972/original/019890700_1784113094-pg15-mbg-berjalan-56eb27.jpg)