Jangan Abaikan Kelompok Rentan Saat Musim Virus Pernapasan Datang

Musim virus pernapasan datang, kenali kelompok rentan dan cara melindungi diri dari penyakit serius.

Diterbitkan 03 September 2026, 12:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, New York - Musim virus pernapasan kembali menjadi perhatian. Influenza, Covid-19, dan respiratory syncytial virus (RSV) diperkirakan kembali beredar dan dapat menyebabkan penyakit serius, terutama pada kelompok rentan.

Kembalinya anak-anak ke sekolah juga perlu menjadi perhatian. Aktivitas di ruang bersama dan kontak dekat dapat meningkatkan peluang penyebaran berbagai virus pernapasan.

Di Amerika Serikat, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) tahun ini belum mengeluarkan rekomendasi baru untuk imunisasi RSV dan vaksin Covid-19. Untuk influenza, CDC masih memberlakukan rekomendasi yang dikeluarkan pada Juli 2025 untuk musim 2026-2027.

Kondisi ini mendorong sejumlah organisasi medis memberikan panduan sendiri. American Academy of Pediatrics, American Academy of Family Physicians, American College of Obstetricians and Gynecologists, serta Infectious Diseases Society of America merilis rekomendasi imunisasi untuk menghadapi musim virus pernapasan 2026-2027.

Vaksin Tetap Penting

Ketua Dewan Vaccine Integrity Project sekaligus profesor kedokteran di Georgetown University, Bruce Gellin, mengatakan, kebutuhan terhadap panduan vaksin berbasis bukti ilmiah tetap ada. "Influenza, SARS-CoV-2 dan virus RSV akan kembali beredar pada musim gugur dan musim dingin," ujar Gellin dikutip dari CNN pada Kamis, 3 September 2026. 

Menurutnya, dokter tetap akan menangani pasien, sementara orang tua harus mengambil keputusan untuk melindungi anak-anak mereka. Lansia, ibu hamil, dan orang dengan kondisi kesehatan tertentu juga perlu mengetahui cara terbaik untuk melindungi diri. "Kita tidak boleh membiarkan runtuhnya proses federal menciptakan kekosongan dalam panduan vaksin berbasis bukti," katanya.

Presiden American Academy of Family Physicians, Dr. Sarah Nosal, juga menegaskan pentingnya vaksin dalam menghadapi musim virus pernapasan.

"Vaksin merupakan salah satu kisah sukses terbesar dalam dunia kedokteran. Vaksin mencegah penyakit serius, mengurangi rawat inap dan komplikasi jangka panjang, serta menyelamatkan nyawa," kata Nosal.

 

Kelompok Rentan Perlu Mendapat Perhatian

RSV merupakan salah satu virus pernapasan yang perlu diwaspadai. Meski dapat menginfeksi siapa saja, risiko mengalami penyakit berat lebih tinggi pada bayi, anak kecil, lansia, ibu hamil, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Untuk musim 2026-2027, orang berumur 75 tahun ke atas serta mereka yang berusia 50-74 tahun dengan kondisi berisiko tinggi dianjurkan mendapatkan satu dosis vaksin RSV.

Vaksin RSV tidak perlu diberikan setiap tahun. Seseorang yang sudah pernah mendapatkan vaksin sebelumnya umumnya tidak membutuhkan dosis tambahan pada musim ini.

Pada ibu hamil, vaksin RSV direkomendasikan pada trimester ketiga, yakni usia kehamilan 32 hingga 36 minggu. Vaksin maternal ini bertujuan membantu memberikan perlindungan kepada ibu sekaligus bayi.

Chief Medical Officer American College of Obstetricians & Gynecologists, Dr. Christina Davidson, mengatakan, periode pemberian vaksin RSV maternal kini diperpanjang dari 1 September hingga 1 Maret.

"Perpanjangan periode kelayakan ini akan membantu memberikan perlindungan tambahan bagi ibu hamil dan bayi mereka," ujar Davidson.

Sementara itu, bayi berusia kurang dari 8 bulan yang belum mendapatkan perlindungan dari vaksinasi ibu selama kehamilan dianjurkan mendapatkan antibodi monoklonal RSV. Perlindungan serupa juga dapat diberikan kepada anak usia 8 hingga 19 bulan yang memiliki risiko tinggi mengalami penyakit berat.

 

Jangan Lupakan Vaksin Influenza

Selain RSV, influenza juga perlu menjadi perhatian. Vaksin influenza direkomendasikan setiap tahun karena virus influenza terus berubah dan perlindungan vaksin dapat menurun seiring waktu.

Anak-anak berusia 6 bulan ke atas juga dianjurkan mendapatkan vaksin influenza tahunan selama tidak memiliki kondisi medis yang menjadi kontraindikasi.

Vaksinasi menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko penyakit berat, rawat inap, dan komplikasi akibat virus pernapasan.

Meski rekomendasi tersebut ditujukan untuk musim virus pernapasan di Amerika Serikat, prinsip utamanya tetap relevan: kelompok rentan perlu mendapat perhatian lebih saat influenza, Covid-19, dan RSV kembali beredar.

Keputusan mengenai vaksinasi sebaiknya disesuaikan dengan usia, kondisi kesehatan, riwayat vaksinasi, serta rekomendasi tenaga kesehatan.