Menkes Soroti Fenomena Dokter Ramai-Ramai Ingin Jadi Spesialis

Menkes Budi dorong peningkatan kompetensi dan kepastian karier bagi dokter di puskesmas.

Diterbitkan 09 Juni 2026, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyoroti fenomena unik dalam dunia kedokteran di Indonesia. Menurutnya, sebagian besar dokter bercita-cita menjadi dokter spesialis.

"Ada fenomena di Indonesia yang unik, di mana semua dokter ingin jadi dokter spesialis," kata Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR pada Senin (8/6/2026), yang dipantau secara daring.

Budi mengatakan kondisi tersebut berdampak pada layanan kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas. Ketika banyak dokter berlomba menjadi spesialis, dokter yang bertugas di puskesmas kerap dianggap sebagai "dokter kelas dua".

"Akibatnya, dokter-dokter yang bagus tidak ada yang tinggal di puskesmas. Dokter yang bekerja di puskesmas kemudian dianggap sebagai dokter yang tidak berhasil menjadi dokter spesialis. Nah, ini tidak benar," katanya. 

Kondisi tersebut berbeda dengan yang terjadi di sejumlah negara lain. Di luar negeri, dokter layanan primer justru menjadi garda terdepan sistem kesehatan dan memiliki kompetensi yang sangat baik dalam menangani berbagai masalah kesehatan masyarakat.

"Di luar negeri, justru dokter-dokter di depan ini adalah dokter-dokter yang hebat karena mereka bisa menyelesaikan masalah," ujarnya.

Budi menilai pemerintah perlu memberikan kepastian jenjang karier bagi dokter yang bekerja di layanan kesehatan primer. Dengan adanya kepastian karier, para dokter tidak akan merasa minder atau dipandang memiliki posisi yang lebih rendah dibandingkan dokter spesialis.

"Karena itu kita perlu memberikan kepastian karier agar mereka tidak merasa minder atau dianggap sebagai dokter kelas dua dibandingkan dokter di rumah sakit," kata Budi.

 

Kompetensi Dokter di Layanan Primer Ditingkatkan

Di kesempatan itu, Budi menuturkan bahwa berdasarkan analisis pada pada 35,2 juta peserta Cek Kesehatan Gratis dewasa usia 18-59 tahun ditemukan banyak masalah kesehatan. Diantaranya tekanan darah di atas normal, diabetes dan kolesterol tinggi.

Menurut Budi, dengan temuan ini tidak semuanya bisa diselesaikan di rumah sakit. Maka dari dokter di layanan primer akan ditingkatkan kompetensinya.

"Sehingga dokter umum yang sekarang relatif sedikit kompetensinya itu akan kita perkaya supaya bisa melayani. adi benar-benar tren di dunia adalah wewenang dan kompetensi itu diturunkan ke bawah ke layanan primary care," kata Budi.

Selain kompetensi, alat kesehatan seperti USG, X-ray dan EKG didorong ada di layanan primer.

"Dulu USG hanya untuk bisa wanita hamil, sekranga juga untuk skrining kanker payudara. Jadi kita akan kirim lebih banyak lagi fasilitas ke puskesmas," kata Budi.