Menkes: Produksi Dokter Spesialis Indonesia Jauh di Bawah Negara Lain

Inggris dengan jumlah penduduk 69 juta tiap tahun mampu memproduksi 12 ribu dokter spesialis. Lalu, Korea dengan 51 juta penduduk tiap tahun memproduksi 3 ribu.

Diterbitkan 04 September 2026, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan produksi dokter spesialis di Indonesia masih jauh di bawah negara lain jika dibandingkan dengan jumlah penduduk.

Budi mengatakan tiap tahun Indonesia dengan jumlah penduduk 280 juta memproduksi sekitar 2.700 dokter spesialis. Namun, bila dibandingkan dengan Korea Selatan di kisaran 51 juta, tiap tahun ada 3 ribu dokter spesialis baru. 

Inggris dengan populasi sekitar 70 juta jiwa bahkan menghasilkan sekitar 12.000 dokter spesialis per tahun.

"Lalu, Amerika Serikat dengan 300 juta penduduk bisa menghasilkan 50 ribu dokter spesialis," kata Budi. 

Menurut Budi, jika mengacu pada perbandingan tersebut, Indonesia seharusnya mampu memproduksi sekitar 30.000 hingga 40.000 dokter spesialis per tahun.

“Jadi dari sisi produksi sudah jauh di bawah benchmark dunia. Jauh di bawah,” ujar Budi dalam peluncuran seleksi 25 program studi (prodi) baru Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berbasis rumah sakit atau Hospital-Based pada Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) Batch V pada Kamis (3/9/2026).

Budi menuturkan salah satu penyebab rendahnya produksi tersebut adalah masih terbatasnya jumlah sentra pendidikan dokter spesialis di Tanah Air. Untuk mengatasi hal itu serta mendistribusikan tenaga medis ke pelosok Indonesia, pria yang menjabat sebagai Menteri Kesehatan sejak akhir 2020 itu mengatakan pemerintah mencoba mengatasi itu lewat program PPDS hospital-based.

Hospital-based-nya jalan karena kita harus memperbanyak sentra pendidikannya. Kita tidak punya 3.000 fakultas kedokteran, tetapi kita punya 3.200 rumah sakit. Di luar negeri pendidikan postgraduate medical education juga dilakukan di rumah sakit,” kata Budi.

 

 

 

 

Penyerahan Peserta PPDS Hospital-Based Batch IV

Dalam kesempatan tersebut, 54 peserta PPDS Batch IV diserahterimakan kepada enam RSPPU. Berikut rinciannya:

  • RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita untuk Prodi Jantung dan Pembuluh Darah sebanyak 10 peserta,
  • RS Anak dan Bunda Harapan Kita untuk Prodi Ilmu Kesehatan Anak sebanyak 8 peserta,
  • RS Kanker Dharmais untuk Prodi Onkologi Radiasi sebanyak 6 peserta,
  • RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso untuk Prodi Ortopedi dan Traumatologi sebanyak 10 peserta,
  • RS Mata Cicendo untuk Prodi Ilmu Kesehatan Mata sebanyak 10 peserta, serta
  • RS Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono untuk Prodi Neurologi sebanyak 10 peserta.

Salah satu peserta PPDS Hospital-Based Batch IV, dokter Maria Yasintha Ruperta Deka Ongo, yang merupakan putri asli daerah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) sesudah lulus menjadi dokter spesialis dari Prodi Ilmu Kesehatan Anak akan ditempatkan di NTT.

"Bagi saya pasien anak adalah pasien spesial. Sebagian dari mereka tidak bisa mengutarakan apa yang dirasakan, tidak tahu apa yang diinginkan, dan kadang orangtua tidak tahu juga. Kehadiran dokter spesialis anak dapat melihat tanda dan gejala sekecil apapun dalam upaya promotif hingga rehabilitatif," tuturnya,