Swamedikasi pada Lansia, Dokter: Bagai Bermain Api di Gudang Mesiu

Lansia tidak datang ke fasilitas kesehatan bukan karena tak ingin sehat, ini alasan meraka lebih memilih swamedikasi atau pengobatan mandiri.

Diterbitkan 14 Juni 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Fenomena lanjut usia (lansia) yang lebih memilih melakukan pengobatan mandiri di rumah alias swamedikasi bukan sekadar masalah perilaku individu semata. Menurut dokter sekaligus peneliti global health security, Dicky Budiman, ini adalah cerminan dari masalah yang lebih besar.

"Fenomena lansia yang lebih memilih mengobati sendiri ini bukan sekadar masalah perilaku individu. Ini adalah cerminan kegagalan sistemik dalam tata kelola kesehatan lansia di Indonesia," kata Dicky kepada Kesehatan Liputan6.com lewat pesan suara pada, Sabtu, 13 Juni 2026.

Dicky melihat fenomena ini sebagai tanda bahaya sunyi. Menurut ahli epidemiologi itu, alasan lansia tidak datang ke fasilitas kesehatan bukan karena tidak ingin sehat melainkan karena sistem yang ada tidak dirancang untuk mereka.

"Dari perspektif epidemiologi ini adalah situasi yang sangat mengkhawatirkan," ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, sekitar 12 persen atau 29 juta penduduk Indonesia adalah lansia. Dan angka ini diprediksi meningkat hingga 20 persen pada 2045.

"Dengan jumlah sebesar itu, jika praktik swamedikasi tidak dikendalikan, kita menuju krisis kesehatan geriatri yang masif. Lansia itu bukan orang dewasa yang lebih tua, mereka itu punya fisiologi yang berbeda, penyakit ganda, juga kerentanan farmakologis yang lebih spesifik," ujarnya.

"Artinya, mengobati diri sendiri tanpa pengawasan medis pada lansia ini ibarat bermain api di gudang mesiu, ini berbahaya sekali," ucapnya.

Lansia Kerap Pilih Pengobatan Alternatif

Selain swamedikasi, sebagian masyarakat lansia kerap datang ke pengobatan alternatif untuk mengatasi penyakit yang diidap. Seperti mengonsumsi obat tradisional, herbal, hingga ke paranormal.

“Kadang-kadang ada beberapa warga kita punya keyakinan itu untuk menambah semangat sehat. Walaupun kita tentu menyarankan silakan kalau ada hal-hal yang kurang baik bisa cek kesehatan, karena kita punya program cek kesehatan gratis khusus lansia,” kata Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Republik Indonesia (Mendukbangga), Wihaji kepada Kesehatan Liputan6.com dalam peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) di Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Menurut Wihaji, pengobatan alternatif masih diperbolehkan jika sesuai dengan bukti ilmiah. “Tapi memang ada beberapa yang alternatif itu sebenarnya kan ilmiah juga, secara saintifik bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Meski begitu, Wihaji meyakini bahwa para lansia masih bisa hidup sehat di usia senja. Seperti 387 lansia yang dalam kesempatan itu diwisuda dari sekolah lansia. Lansia dari Jakarta, Kota Bogor, dan Kabupaten Bogor ini terlihat masih semangat mengikuti rangkaian acara. Bahkan tak sedikit dari mereka menampilkan bakat masing-masing, mulai dari bernyanyi, menari, hingga bermain musik.

Upaya Lansia Sehat Menurut Kemenkes

Melansir laman resmi Kemenkes, upaya kesehatan lanjut usia dilakukan sejak seseorang berusia 60. Tujuannya, menjaga agar tetap hidup sehat, berkualitas, dan produktif sesuai dengan martabat kemanusiaan.

Upaya kesehatan lanjut usia meliputi fasilitasi lansia untuk menjaga kebersihan diri, mengonsumsi gizi seimbang, melakukan aktivitas fisik secara rutin, memiliki kehidupan sosial, memiliki kesempatan berkarya, serta memiliki lingkungan yang ramah lanjut usia.

Hal yang perlu dipertimbangkan bagi lansia untuk menjaga kesehatannya adalah imunisasi untuk mencegah penyakit, dan deteksi dini termasuk skrining. Upaya kesehatan rehabilitatif juga diberikan sebagai lanjutan pelayanan kuratif untuk pemulihan kesehatan lanjut usia di antaranya pelayanan fisioterapi, psikoterapi, dan pemberian obat-obatan.

Sedangkan, upaya kesehatan paliatif diberikan kepada lanjut usia untuk mengurangi keluhan yang diderita agar dapat menjalani akhir kehidupan yang bermartabat. Kesehatan fisik dan mental menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan pada lansia. Orang yang sudah memasuki masa lansia perlu memerhatikan asupan makanan yang sehat dan seimbang serta menjaga berat badan agar tidak terlalu tinggi atau rendah.

Selain itu, lansia juga perlu melakukan aktivitas fisik yang teratur, seperti jalan kaki atau olahraga ringan, untuk menjaga kesehatan jantung, paru-paru, otot, dan tulang. Pencegahan penyakit juga sangat penting pada lansia. Orang yang sudah memasuki masa lansia memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap penyakit tertentu seperti penyakit jantung, diabetes, dan stroke. Maka dari itu, lansia perlu menghindari faktor risiko seperti merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, dan makan makanan yang tidak sehat.

Perawatan yang tepat juga perlu diperhatikan pada lansia. Orang yang sudah memasuki masa lansia perlu memeriksakan kesehatan mereka secara berkala dan menjalani pemeriksaan kesehatan yang rutin, seperti pemeriksaan kesehatan mata, gigi, dan telinga. Selain itu, perawatan kesehatan yang tepat juga perlu dilakukan pada kondisi kesehatan tertentu yang memerlukan perawatan medis.

Kesehatan mental juga perlu diperhatikan pada lansia. Lansia perlu memerhatikan tanda-tanda depresi dan mencari dukungan bila dibutuhkan. Orang tua yang sehat secara fisik dan mental akan dapat meningkatkan kualitas hidup mereka dan memperpanjang umur harapan hidup mereka. Kesehatan lansia sangat penting untuk mendukung kualitas hidup yang optimal pada usia yang lebih tua.

Pola hidup sehat, pencegahan penyakit, dan perawatan yang tepat dapat membantu menjaga kesehatan lansia. Adapun perawatan jangka panjang merupakan pelayanan pada lanjut usia yang memerlukan pendampingan dan bantuan dalam memenuhi kebutuhan dasarnya sehari-hari akibat ketidakmampuan fisik, mental dan/atau intelektual. Peran keluarga sangat penting dalam mendukung lansia menjaga kesehatan, kebugaran, aktivitas fisik dan stimulasi kognitif, pemenuhan gizi seimbang dan melakukan pemantauan kesehatan secara berkala, mendukung kehidupan sosial agar tetap berkarya, serta pendampingan lanjut usia yang membutuhkan perawatan jangka panjang.