Polusi hingga Stres Picu Masalah Kulit, Ini Peran Skin Barrier

Skin barrier jadi sorotan, polusi dan stres picu kulit sensitif meningkat di Indonesia.

Diterbitkan 18 Juni 2026, 16:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gangguan skin barrier kini menjadi salah satu perhatian utama dalam dunia dermatologi modern. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi tampilan kulit, tapi juga berkaitan langsung dengan kesehatan kulit secara menyeluruh.

Sejumlah penelitian menunjukkan kasus dermatitis atopik dan kulit sensitif terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kenaikan ini berkaitan dengan perubahan gaya hidup, urbanisasi, paparan polusi, hingga faktor lingkungan yang semakin kompleks.

Di Indonesia, dokter spesialis dermatologi venereologi estetika, Dr. Maria Magdalena, SpDVE dari Klinik Serenity Medika, menyebut dermatitis atopik masih menjadi salah satu kasus yang paling sering ditemui, terutama pada layanan dermatologi anak.

"Dermatitis atopik dilaporkan termasuk salah satu penyakit kulit yang paling sering ditemukan pada layanan dermatologi anak, dengan prevalensi sekitar 10–20 persen pada bayi dan anak-anak serta 1–3 persen pada orang dewasa," ujar Maria dalam sebuah diskusi belum lama ini.

Data dari Kelompok Studi Dermatologi Anak Indonesia (KSDAI) juga menunjukkan bahwa dermatitis atopik menempati posisi teratas kasus dermatologi anak di berbagai fasilitas kesehatan.

Hal tersebut kembali menjadi sorotan dalam Uriage Indonesia 1st Anniversary Gathering yang digelar sebagai bagian dari perjalanan satu tahun Uriage di Indonesia. 

Selain faktor genetik, berbagai pemicu eksternal juga berperan memperburuk kondisi kulit. Polusi udara, sinar ultraviolet, perubahan suhu ekstrem, hingga stres psikologis dapat melemahkan fungsi skin barrier.

"Faktor lingkungan seperti polusi, sinar UV, perubahan suhu, dan stres dapat memperburuk kondisi skin barrier dan memicu kulit sensitif maupun kekambuhan dermatitis atopik," tambahnya.

Skin barrier atau lapisan pelindung kulit berfungsi sebagai pertahanan utama tubuh terhadap faktor eksternal. Ketika lapisan ini rusak, kulit menjadi lebih rentan mengalami iritasi, kekeringan, peradangan, hingga infeksi.

 

Pentingnya Memperbaiki Fungsi Skin Barrier

Kondisi tersebut mendorong perubahan pendekatan dalam dermatologi modern. Jika sebelumnya fokus utama hanya pada pengendalian gejala, kini dokter juga menekankan pentingnya memperbaiki fungsi skin barrier.

Pendekatan ini dinilai lebih efektif dalam jangka panjang karena tidak hanya meredakan keluhan, tapi juga menjaga kesehatan kulit secara berkelanjutan.

"Pendekatan dermatologi saat ini tidak hanya berfokus pada pengendalian gejala, tetapi juga pada upaya memperbaiki fungsi sawar kulit untuk menjaga kesehatan kulit secara berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup pasien," tambah Maria.

Kesadaran akan pentingnya skin barrier juga menjadi perhatian dalam sesi ilmiah acara tersebut. Thibault Aardewijn, Derma Regional Business Medical Coordinator, menjelaskan, skin barrier adalah elemen dasar kesehatan kulit.

"Skin barrier yang sehat membantu menjaga keseimbangan kulit, melindungi dari iritasi, dan mendukung fungsi proteksi alami kulit," ujarnya.

 

Perkembangan Dermatologi Berbasis Sains

Dari sisi industri, kolaborasi dengan tenaga medis juga dinilai penting dalam meningkatkan edukasi pasien. President Director PT Regenesis Indonesia,  Ir. Emmy Noviawati, menekankan pentingnya kerja sama berkelanjutan.

"Perjalanan satu tahun ini tidak terlepas dari dukungan komunitas medis di Indonesia. Kami percaya bahwa kolaborasi dan pertukaran pengetahuan memiliki peran penting dalam perkembangan dermatologi berbasis sains," katanya.

Acara ini juga membahas perjalanan pasien dalam perawatan kulit melalui sesi Maximizing Your Patient Journey with Uriage. Dalam sesi tersebut, Emmy menyoroti pentingnya memahami kebutuhan pasien secara menyeluruh.

"Perjalanan pasien yang terstruktur membantu meningkatkan kualitas layanan dan hasil perawatan, terutama pada fase post-treatment seperti setelah laser, IPL, peeling, maupun tindakan injeksi," ujarnya.

Menurut Dr. Nizami Hamada, SpDVE dari Skinair Clinic,"Uriage memiliki banyak lini produk, mulai dari kulit kering, berjerawat, hingga untuk anak-anak. Ini membuatnya fleksibel untuk berbagai kebutuhan pasien," ujarnya.

Â