Liputan6.com, Jakarta - Deddy Corbuzier mengungkap pandangannya mengenai podcast yang berkualitas. Menurut Founder Close The Door tersebut, podcast yang bagus tidak selalu harus membuat orang terus memperhatikan tayangannya.
Deddy mengatakan bahwa istilah podcast kini digunakan secara luas untuk berbagai konten obrolan. Padahal, tidak semua tayangan yang disebut podcast benar-benar merupakan podcast.
"Bahkan sekarang banyak orang menggunakan kata podcast, padahal bukan podcast, ini adalah talkshow. Tapi karena kata podcast-nya sudah familiar, luar biasa, akhirnya semua orang pakai kata podcast," kata Deddy.
Advertisement
Menurut Deddy, talkshow lebih mengandalkan unsur visual dan pergerakan sehingga penonton perlu melihat tayangan untuk mengikuti pembicaraan. Sementara podcast memiliki karakter berbeda karena lebih mengutamakan pengalaman mendengarkan.
"Podcast itu sesuatu yang harus didengar. Makanya kualitas podcast yang bagus adalah bukan tayangannya, tapi suaranya," ujar Deddy.
Menariknya, Deddy memiliki ukuran tersendiri untuk menilai apakah sebuah podcast bisa disebut bagus. Dia justru menyebut kemampuan podcast membuat pendengarnya tertidur sebagai salah satu indikator.
Menurutnya, ketika seseorang mendengarkan podcast hingga tertidur, hal tersebut menunjukkan bahwa suara yang disajikan terasa nyaman dan membuat pendengar lebih rileks.
"Nah, kalau orang nanya ke saya, 'Biasanya podcast yang bagus tuh gimana sih?'. Podcast yang bagus adalah ketika orang denger, tidur," ujar Deddy.
Deddy menjelaskan bahwa podcast dengan suara dan pembawaan yang nyaman dapat membuat pendengar merasa rileks, bahkan seperti sedang dininabobokan.
"Tapi gini, kalau tadi bicaranya seperti itu, memang ketika seseorang mendengarkan sesuatu, dan suaranya enak, dibawain seperti dininabobokan. Akhirnya kan mereka lebih rileks, dengernya lebih enak," ujar Deddy kepada Kesehatan Liputan6.com di sela-sela konferensi pers Indonesian Podcast Festival (IPF) 2026 di Jakarta.
Â
Podcast Tak Harus Ditonton
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3380838/original/054235400_1613656722-cowomen-UUPpu2sYV6E-unsplash.jpg)
Bagi Deddy, podcast juga tidak selalu membutuhkan tampilan visual. Ada pendengar yang hanya ingin menikmati percakapan tanpa harus melihat video. "Mereka cuma ingin dengar orang ngobrol," kata Deddy.
Karakter tersebut membuat podcast dapat didengarkan sambil melakukan berbagai aktivitas. Hal ini berbeda dengan talkshow yang menurut Deddy membutuhkan perhatian visual.
"Talkshow tidak bisa ditonton pada saat nyetir. Karena talkshow harus ada pergerakan, Anda harus melihat orangnya, Anda harus kenal orangnya, Anda harus suka orangnya," ujar Deddy.
Podcast juga kini tidak hanya menjadi sarana mendapatkan informasi atau hiburan. Bagi sebagian orang, podcast dapat menghadirkan sensasi seperti ditemani, terutama ketika sedang sendirian.
Deddy mengungkap kebiasaan menarik pendengar podcast. Dia menyebut ada penelitian yang menunjukkan banyak orang memilih mendengarkan podcast ketika berada di rumah sendirian, termasuk saat makan.
"Yang paling menarik adalah ada penelitian yang paling baru lagi, bahwa kebanyakan orang kalau di rumah sendirian, itu malah sambil makan dengerin podcast. Kenapa? Karena tidak ada teman yang nemenin dia makan," tambahnya.
Menurut Deddy, kondisi tersebut membuat podcast dapat berfungsi lebih dari sekadar hiburan.
Percakapan yang terdengar dari podcast bisa memberikan kesan adanya teman yang menemani aktivitas sehari-hari. "Makanya jadi teman, jadi sahabat, seperti itu," ujar Deddy.
Dengan karakter tersebut, podcast dapat menemani pendengar dalam berbagai situasi, mulai dari makan, perjalanan, bekerja, berolahraga, hingga bersantai seorang diri.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4712284/original/099342900_1704930645-cek_fakta_stiker_atm.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329639/original/025640700_1787286446-purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321954/original/029124100_1786512297-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-12T122336.000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329565/original/022781600_1787284896-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-21T105934.816.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/9330086/original/058020000_1787314819-Deddy_Corbuzier__2_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1317889/original/081508900_1471248433-82915c54ff91570e659f3ae8d958cd80ier-_4_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7549911/original/014324200_1780325888-Deddy_Corbuzier_1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5531434/original/034436600_1773590248-IMG_8876.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5483266/original/094507000_1769352467-Tangkapan_Layar_2026-01-25_pukul_21.38.46.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5327543/original/053607700_1756183154-Screenshot_2025-08-26_104344.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5524016/original/000298500_1772882786-vidi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3513686/original/037618500_1626515164-xavier-mouton-photographie-MRWHSKimBJk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3224984/original/081641000_1598941095-girl-drinking-milk-from-bottle_23-2147824132.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5136421/original/096715600_1739860623-full-shot-woman-stairs.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329934/original/000561800_1787304676-WhatsApp_Image_2026-08-21_at_16.27.13.jpeg)