Gagal Jantung Bisa Terjadi pada Usia Muda, Gejalanya Tak Selalu Berat

Gagal jantung juga bisa mengintai kalangan usia muda, salah satu pemicunya adalah gangguan metabolik seperti obesitas.

Diterbitkan 29 September 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gagal jantung kerap dianggap sebagai penyakit yang identik dengan orang lanjut usia (lansia). Padahal, kondisi ini juga dapat terjadi pada kelompok usia yang lebih muda alias masih produktif.

“Ada banyak pasien gagal jantung di luar sana yang usianya sangat muda, jadi bukan usia tua saja. Ini pesan penting yang harus disampaikan, pasien gagal jantung termuda yang masih kontrol sama saya usianya 29 tahun, seorang wanita,” kata dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Leonardo Paskah Suciadi.

Paskah mengatakan gagal jantung pada usia muda dapat disebabkan oleh berbagai kondisi. Salah satunya adalah kardiomiopati atau kelainan otot jantung yang dapat berkaitan dengan infeksi virus maupun faktor genetik.

Selain itu, Paskah menerangkan bahwa gangguan kardio metabolik menjadi salah satu penyebab gagal jantung yang banyak ditemukan belakangan ini. Obesitas termasuk salah satu kondisi yang berkaitan dengan risiko tersebut, terutama pada kelompok usia yang lebih muda.

“Salah satu penyebab gagal jantung yang lagi banyak belakangan ini adalah kardio metabolik, kelainan metabolik contohnya salah satunya obesitas. Obesitas dikenal sebagai salah satu penyebab paling sering gagal jantung pada usia yang lebih muda,” ujarnya pada acara konferensi pers Siloam Hospitals Kebon Jeruk: A Heartbeat of History, sekaligus dalam rangka World Heart Day 2026 di Jakarta, Selasa, 29 September 2026.

Gagal Jantung pada Usia Muda, Gejala Bisa Ringan

Tantangan lainnya adalah gejala gagal jantung pada pasien muda tidak selalu muncul dalam bentuk keluhan berat. 

Kondisi fisik yang masih memiliki daya cadangan membuat seseorang dapat tetap beraktivitas meskipun fungsi jantung mulai mengalami gangguan.

Paskah menggambarkan kondisi tersebut dengan istilah seperti efek powerbank’ Pada usia muda, tubuh masih memiliki cadangan kemampuan yang cukup besar sehingga penurunan fungsi organ belum tentu langsung menimbulkan gejala yang berat.

Akibatnya, keluhan yang muncul dapat berupa mudah lelah, rasa begah, atau ketidaknyamanan yang dianggap berkaitan dengan masalah pencernaan seperti gastroesophageal reflux disease (GERD).

“Ini pesan yang penting pada pasien gagal jantung usia muda sering kali mereka datang keluhannya bukan kaki sesak hebat, nggak bisa jalan, itu sudah lanjut sekali. Sering kali mereka keluhannya cuma capek, begah seperti GERD, dianggapnya karena masih muda tentunya nggak ada kepikiran jantung,” tegas Paskah.

Dengan kondisi tersebut, keluhan yang tampak ringan tetap perlu diperhatikan, terutama jika muncul berulang atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Jangan Abaikan Keluhan yang Berulang

Paskah mengingatkan agar masyarakat tidak berhenti pada diagnosis awal apabila keluhan tidak juga membaik setelah mendapatkan pengobatan.

“Kalau memang ada gejala-gejala yang nggak hilang-hilang, nggak sembuh-sembuh harus dipikirkan ada penyakit lain, ya harus dicari tahu.”

Pasien dan tenaga medis perlu tetap terbuka terhadap kemungkinan adanya kondisi lain ketika keluhan yang sama terus berulang meski telah mendapatkan pengobatan.

Bagi kelompok usia produktif, kewaspadaan tersebut menjadi penting. Menjaga berat badan dan memperhatikan faktor metabolik merupakan bagian dari menjaga kesehatan jantung, tetapi keluhan yang menetap juga tidak boleh diabaikan hanya karena seseorang masih berusia muda.