Dokter Urologi Ungkap Frekuensi Buang Air Kecil yang Normal

Pada orang sehat, umumnya tidak terbangun di malam hari untuk buang air kecil.

Diterbitkan 14 Juni 2026, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Frekuensi buang air kecil (BAK) setiap orang bisa berbeda-beda. Rata-rata orang dewasa buang air kecil sekitar empat jam sekali seperti disampaikan dokter spesialis urologi Dyandra Parikesit. 

"Frekuensi buang air kecil sangat-sangat bervariasi sebenarnya. Kalau diambil rata-rata buang air kecil yang masih cukup ideal dan normal setiap 4 jam. Tapi kalau tidur biasanya enggak," tutur dokter dari Eka Hospital MT Haryono Jakarta ditemui Kamis, Juni 2026. 

Namun, frekuensi tersebut dapat bervariasi tergantung kebiasaan minum dan kondisi masing-masing individu. Seseorang yang rutin mengonsumsi kopi atau teh, misalnya, bisa memiliki frekuensi buang air kecil lebih sering dibandingkan orang yang tidak mengonsumsinya. Kopi dan teh mengandung kafein yang bersifat diuretik sehingga dapat merangsang pembuangan urine.

Selain itu, lingkungan tempat tinggal juga dapat memengaruhi kebutuhan cairan dan frekuensi buang air kecil. Orang yang tinggal di daerah beriklim dingin bisa memiliki pola yang berbeda dengan mereka yang tinggal di area lebih panas. 

Untuk menjaga kesehatan saluran kemih, Dyandra menyarankan masyarakat memenuhi kebutuhan cairan harian setidaknya dua liter per hari. Lalu, waktu minum juga perlu diperhatikan.

“Idealnya kebutuhan cairan dipenuhi sejak pagi sampai sore. Setelah itu cukup satu gelas saat makan malam lalu satu gelas lagi untuk minum obat bila diperlukan,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa pada malam hari metabolisme tubuh cenderung menurun sehingga kebutuhan cairan tidak sebesar pada siang hari. Karena itu, orang yang sehat umumnya tidak perlu terbangun berulang kali untuk buang air kecil saat tidur.

“Normalnya setelah tidur sampai bangun pagi tidak perlu terbangun untuk buang air kecil,” ujar dokter yang menempuh pendidikan spesialis urologi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu. 

Perihal Menahan Buang Air Kecil

Ia juga menyinggung soal menahan buang air kecil dalam perjalanan, rapat, atau situasi tertentu. Menurutnya, menahan buang air kecil sesekali tidak masalah.

“Kalau hanya pada kondisi tertentu, misalnya sedang rapat atau dalam perjalanan, itu enggak masalah,” katanya.

Namun, ia mengingatkan hal tersebut tidak dilakukan secara berulang dan menjadi rutinitas. Sebab, menahan buang air kecil terlalu sering dapat berdampak buruk bagi kesehatan saluran kemih.

Ia menyarankan masyarakat membiasakan diri buang air kecil sebelum melakukan perjalanan jauh atau mengikuti kegiatan yang diperkirakan berlangsung lama.

“Lebih baik buang air kecil terlebih dahulu sebelum masuk kereta, pesawat, atau memulai aktivitas yang cukup panjang sehingga tidak perlu menahan kencing terlalu lama,” katanya.