Tidak Semua Keguguran Perlu Kuret

Kuret setelah keguguran sering dikhawatirkan membuat dinding rahim tipis. Ini faktanya.

Liputan6.com, Jakarta - Tindakan kuret kerap dikaitkan dengan kekhawatiran dinding rahim menjadi tipis setelah keguguran. Namun penting untuk diketahui bahwa tidak semua keguguran membutuhkan kuret.

"Keguguran ini macam-macam ya. Ada yang bersifat komplet, sehingga tidak memerlukan tindakan lain," kata dokter Kanadi Sumapradja, SpOG, SubspFER, M.Sc dari RS Pondok Indah - Pondok Indah Jakarta.

Namun, keguguran yang sering terjadi adalah yang belum sepenuhnya jaringan keluar secara komplet. Pada kondisi ini maka perlu dilakukan tindakan evaluasi untuk mencegah komplikasi, perdarahan, dan infeksi yang tidak diinginkan.

"Jaringan harus dikeluarkan secara lengkap," kata Kanadi dalam peringatan Miscarriage Awareness Month. 

Meski begitu, tindakan tersebut tidak boleh menimbulkan persoalan lain. “Prinsipnya, tidak menambah masalah baru,” ujarnya dalam sesi interview daring pada Jumat (16/10/2026).

Benarkah Kuret Bikin Dinding Rahim Tipis?

Kanadi menjelaskan, dinding rahim bisa menipis pada tindakan kuret yang berlebihan dan tidak disengaja. Misalnya, tindakan sampai mengerok lapisan bawah dinding rahim.

Lapisan terbawah ini merupakan bagian yang paling esensial. Jaringan dinding rahim dipengaruhi hormon dan disiapkan untuk menerima embrio.

Jika kehamilan tidak terjadi, jaringan tersebut luruh menjadi darah menstruasi. Menurut Kanadi, proses itu merupakan cedera atau luka bagi jaringan. Namun, jaringan yang sama akan tumbuh lagi.

Maka guna mencegah hal itu terjadi, dokter biasanya akan melakukan tindakan konservatif yakni dengan memberikan obat agar menimbulkan kontraksi otot rahim sehingga jaringan bisa keluar secara spontan.

Meski ada risiko, Kanadi mengungkapkan kuret bisa dilakukan dengan pertimbangan bijak dari dokter.

“Tindakan kuret tidak sepenuhnya haram. Kuret juga bisa dibutuhkan untuk menyelamatkan pasien, terutama pada kasus perdarahan yang relatif bersifat emergensi. Jadi, perlu kebijakan dalam melakukan kuret," katanya.