Suka Mengunyah Es Batu? Hati-Hati, Gigi Bisa Retak hingga Patah

Bisa juga kebiasaan mengunyah es batu karena anemia defisiensi besi.

Diterbitkan 25 Oktober 2026, 18:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kebiasaan mengunyah es batu terasa menyegarkan bagi sebagian orang di siang yang panas. Namun, kebiasaan ini berisiko merusak kesehatan gigi.

Dokter gigi spesialis periodonsia dari Satu Dental Bintaro, Lubna, menjelaskan bahwa mengunyah atau menggerogoti es batu tidak disarankan dari sudut pandang medis karena dapat menimbulkan berbagai masalah pada rongga mulut.

“Kebiasaan mengunyah atau menggerogoti es batu sangat tidak disarankan karena berisiko merusak lapisan pelindung gigi atau email, memicu gigi sensitif, hingga menyebabkan gigi retak atau patah,” jelas Lubna.

Risiko tersebut muncul karena es batu memiliki tekstur keras. Tekanan berulang saat menggigit es dapat membebani struktur gigi, terlebih jika kebiasaan ini dilakukan terus-menerus.

Selain merusak gigi asli, kebiasaan tersebut juga dapat mengganggu tambalan gigi yang sudah ada. Struktur tambalan berisiko rusak akibat tekanan saat mengunyah es batu. Jaringan gusi pun dapat mengalami iritasi.

Lubna mengingatkan, dampak mengunyah es batu tidak hanya berkaitan dengan kerusakan gigi. Kebiasaan ini juga dapat menjadi petunjuk adanya kondisi kesehatan tertentu yang perlu diperhatikan.

"Di samping dampak klinis pada rongga mulut, kebiasaan ini juga sering kali menjadi indikasi medis adanya kondisi kekurangan darah atau anemia defisiensi besi pada tubuh seseorang," kata Lubna lewat pesan teks menjawab pertanyaan Liputan6.com.

Meski demikian, tidak semua orang yang suka mengunyah es batu mengalami anemia. Kebiasaan tersebut bukan diagnosis medis, sehingga pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.